Penyakit PMK pada Sapi Merebak, Pasar Ternak di Payakumbuh Ditutup Sementara

Aktivitas jual-beli hewan ternak di pasar ternak Kelurahan Koto Baru, Kecamatan Payakumbuh Timur. (Foto: Humas Pemko Payakumbuh)

MINANGKABAUNEWS.COM, PAYAKUMBUH – Pemerintah Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, terpaksa harus menutup Pasar Ternak Kota Payakumbuh untuk sementara waktu hingga pemberitahuan selanjutnya.

Hal ini disebabkan oleh telah ditemukannya kasus positif Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi di Pasar Ternak Palangki, Kabupaten Sijunjung Provinsi Sumatera Barat serta untuk menghindari meluasnya kasus penyakit tersebut.

Read More

Wali Kota Riza Falepi mengeluarkan Surat Pemberitahuan Wali Kota Payakumbuh Nomor 579/719/Diperta-Pyk-2022 tentang pemberitahuan penutupan sementara pasar ternak yang berada di Kelurahan Koto Baru, Kecamatan Payakumbuh Timur.

Penutupan dilakukan berdasarkan Surat Edaran Gubernur Sumatera Barat Nomor 559/EDIGSB 2022, Tanggal 12 Mei 2022 tentang Pengendalian dan Penanggulangan terhadap Ancaman Masuk dan Menyebarnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) ke dalam wilayah Sumatera Barat.

“Kita tutup sementara Pasar Tetnak menghindari meluasnya kasus penyakit. Sementara waktu Pasar Ternak Kota Payakumbuh terhitung mulai tanggal 15 Mei 2022 ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut,” kata Kepala Dinas Pertanian Kota Payakumbuh Depi Sastra didampingi Kabid Pertanian, Sujarmen, memberi keterangan via humas, Sabtu (14/5).

Depi menambahkan, terkait penutupan sementara pasar ternak Payakumbuh, pihaknya di perintahkan wali kota bekerjasama dengan bantuan polres Payakumbuh dan Pol PP. Oleh walikota mereka diminta membentuk Gugus tugas penanganan wabah PMK dengan membentuk Unit respon Cepat (URC) dan posko pengendalian dan penangulangan Penyakit mulut dan kuku (PMK) karena indikasi penyakit ternak yang sudah menyebar.

Guna melaksanakan pencegahan terhadap sapi yang sudah ada saat ini sebagai stock untuk kita di Payakumbuh dan perlu sosialisasi ke lapangan serta menyemprotkan langsung ke lokasi peternakan sapi H Endi Dt Majo Lobiah di Kecamatan Latina.

“Kita bergerak cepat untuk mengatisipasi agar tidak terjadi penyebaran, karena di sini belum ada vaksin untuk ternak yang terkontaminasi oleh penyakit tersebut serta menugaskan dokter hewan untuk melakukan pengawasan terhadap ternak yang diperjualbelikan di pasar ternak,” sebutnya.

Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi, turut menyampaikan rasa khawatir terhadap penyebaran penyakit menular hewan ternak ini. Dia menghimbau warga Kota Payakunbuh, Luak Limopuluah dan Sumbar agar berhati-hati melakukan penjagaan terhadap hewan ternaknya.

“Jaga hewan ternak kita dari penyakit dan interaksinya dengan hewan lain. Penyakit ini hampir mirip dengan Covid-19, dimana virus menyebar melalui aerosol atau udara. Pastikan konsultasi juga dengan dinas terkait di daerah, sehingga ada jalan keluar. Selamat bekerja selemat berjuang, semoga ternak kita selalu terjaga,” himbau Riza didampingi Kabid Humas Rudi Arnel. (akg)

Related posts