Peran Orang Tua dalam Pembelajaran Daring Terhadap Peningkatan Belajar Siswa

  • Whatsapp
belajar daring
Ilustrasi (Foto: Dok. Istimewa)

Oleh: Dr.Hj Demina, M.Pd, Rahmi Nabila, Rani Marinda, Sari Elfira, Siska Yuwelmi

Abstrak

Read More

Pandemi covid-19 yang menyebabkan pembelajaran dilakukan secara daring membuat orang tua memiliki peranan penting dalam meningkatkan hasil belajar siswa, cara yang dapat dilakukan oleh orang tua yaitu mendampingi anak dalam mengerjakan tugas, memberikan motivasi kepada anak dan juga mengajarkan anak dalam memahami pembelajaran, namun terdapat juga beberapa kesulitan bagi orang tua dalam pembelajaran daring yaitu seperti orang tua yang belum mengerti akan teknologi dan kurangnya pemahaman orang tua dalam memahami pembelajaran. Jadi, meskipun mengalami kesulitan orang tetap harus mampu memiliki peran dalam meningkatkan hasil belajar anak dengan memberikan motivasi dan dukungan terhadap anak, karena anak belajar di rumah jadi peranan dari orang tua sangat dibutuhkan dalam proses pembelajaran.

Kata kunci     : Orang tua, pembelajaran daring, hasil belajar siswa

Abstract

The covid-19 pandemic which causes learning to be carried out online makes parents have an important role in improving student learning outcomes, ways that can be done by parents are accompanying children in doing assignments, motivating children and also teaching children to understand learning, but there are also some difficulties for parents in online learning, such as parents who do not understand technology and the lack of understanding of parents in understanding learning. So, despite experiencing difficulties, people still have to be able to have a role in improving children’s learning outcomes by providing motivation and support for children, because children study at home so the role of parents is needed in the learning process.

PENDAHULUAN

Semenjak tahun 2019 dunia dihebohkan dengan munculnya wabah virus corona atau yang dikenal dengan covid-19. Sejumlah pengamat mengkategorikan Covid-19 sebagai salah satu jenis virus yang sangat berbaya dan mematikan. Orang yang terinfeksi virus Covid-19 ditandai akan mengalami gejala flu yang disertai demam, pilek, batuk kering, sakit tenggorokan, dan sakit kepala (Yuliana, 2020).WHO mengemukakan pada sejumlah kasus ditemukan pasien yang memiliki imunitas sangat lemah dapat berakibat fatal apabila tidak mendapatkan penanganan medis secara cepat dan tepat yakni dapat mengakibatkan kematian (Yusup, Badriyah, Suyandi, & Asih, 2020). 

Pandemi covid-19 pertama kali muncul di Indonesia pada bulan maret 2020. Karena virus covid-19 ini merupakan virus yang berbahaya yang dapat menyebabkan kematian dan juga  penyebaran virus covid-19 yang sangat cepat dan mudah menular. Maka berbagai usaha dilakukan oleh pemerintah agar dapat mencegah penyebaran virus ini. Salah satunya diberlakukannya social distancing atau pembatasan sosial adalah (social distancing) adalah pembatasan kegiatan tertentu penduduk dalam suatu wilayah yang diduga terinfeksi penyakit dan/atau terkontaminasi sedemikian rupa untuk mencegah kemungkinan penyebaran penyakit atau kontaminasi. Mengacu kepada aturan tersebut social distancing bertujuan menekan potensi penyebaran penyakit menular, di mana social distancing bertujuan untuk membatasi kegiatan sosial orang untuk menjauh dari kontak fisik dan keramaian. Dengan adanya pembatasan sosial ini maka terdapat pembatasan aktivitas salah satunya yaitu pembatasan pada aktivitas pendidikan.

Karena terdapat aktivitas pembatasan pada pendidikan maka kegiatan pendidikan dilakukan di rumah masing-masing yang dilakukan melalui daring atau dalam jaringan atau online. Karena pembelajaran dilakukan secara online maka orang tua memiliki peran yang sangat penting di dalam mendampingi anaknya dalam melakukan proses pembelajaran. Peran orang tua dalam mendampingi kesuksesan anak selama belajar di rumah menjadi sangat sentral, sekaitan dengan hal tersebut WHO, (2020) merilis berbagai panduan bagi orang tua dalam mendampingi putra-putri selama pandemi ini berlangsung yang meliputi tips pengasuhan agar lebih positif dan konstuktif dalam mendampingi anak selama beraktivitas di rumah.(kurniati, euis 2021)

Orang tua yang merupakan madrasah pertama anak dimana pembimbingan karakter anak didapatkan dari orang tua, juga keterampilan dasar anak seperti pendidikan agama, dan hal-hal dasar lainnya namun dikarenakan adanya pandemi covid-19 ini orang tua juga memiliki peran dalam mendampingi anaknya terhadap pendidikan akademik. Dimana sebelum terjadinya pandemi covid-19 orang tua memiliki peran dalam mengasuh anak dan merawat anak sedangkan untuk pendidikan akademik di serahkan kepada sekolah atau lembaga formal pendidikan.

Oleh karena itu, orang tua memiliki peranan yang penting dalam pendidikan akademik anaknya pada saat pandemi ini, orang tua diharapkan mampu mendampingi anaknya dalam proses pembelajaran agar hasil belajar dari anak selama pandemi tetap dapat meningkat.

PEMBAHASAN 

Pembelajaran online mulai dilaksanakan semenjak adanya wabah virus covid 19 masuk ke indonesia. Pembelajaran daring dilaksanakan melalui berbagai media seperti zoom, google classroom, goole meet, kahoot dan lain sebagainya. Pembelajaran daring memiliki posisi positif dan negatif. Sisi positif dari pembelajaran online siswa semakin mandiri dalam belajar dan belajar mengikuti perkembangan teknologi & informasi yang berkembang. Pembelajaran online juga memberikan dampak waktu siswa dengan keluarga semakin banyak sedangkan dampak negatif dari pembelajaran online yaitu peserta didik semakin kurang termotivasi belajar sehingga capaian hasil belajar peserta didik semakin menurun Pembelajaran jarak jauh ini menuntut anak untuk menguasai materi pembelajaran yang diberikan guru secara online. Kelas-kelas di sekolah sudah tergantikan dengan group-group pembelajaran diaplikasi ponsel. Hal ini tentu bukan hal yang mudah bagi semua elemen pendidikan terutama orang tua menghadapi transisi dalam sistem pembelajaran ini. 

  • Peran orang tua pada masa pandemi untuk meningkatkan hasil belajar anak 
  • Orang tua mendampingi anak dalam mengerjakan tugas

Partisipasi orang tua dalam menemani anak-anaknya belajar secara daring dirumah sangat penting sehingga orang tua dapat memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anaknya. Hatimah (2016: 13) menyampaikan bahwa pendidikan adalah sebuah tanggung jawab bersama bukan hanya pemerintah, tetapi juga sekolah (guru) dan keluarga (orang tua). Peran serta orang tua dalam sistem pembelajaran ini tidak bisa dipungkiri. Orang tua baik ayah maupun ibu menjadi garda terdepan yang mengawal anak-anaknya tetap belajar dirumah masing-masing. Sebelum adanya situasi ini, tidak banyak waktu orang tua dalam membimbing anaknya, bahkan sampai orang tua hanya sekedar sebagai pemenuh materi saja. Namun saat ini situasinya berubah, orang tua menjadi lebih banyak waktu dalam membimbing anaknya dan terjalin kedekatan emosional lebih dari sebelumnya. 

Pada saat ini orang tua benar-banar memahami bahwa pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama, maka disitulah orang tua akan benar-banar aktif berpartisipasi mendampingi anaknya dalam pembelajaran online. Namun kendalanya tidak semua orang tua dapat mendampingi anak saat pembelajaran daring dengan beberapa alasan, misalnya orang tua bekerja dan  pengetahuan yang minim terhadap pendidikan karena banyak orang tua di daerah desa yang tidak menamatkan pendidikan mencapai bangku SMA. Hal inilah yang membuat pembelajaran daring belum diterima di masyarakat. 

  • Orang tua memberikan motivasi kepada anak dalam pembelajaran daring

Banyak orang tua membantu memberikan motivasi selama siswa dituntut untuk belajar dari rumah karena himbauan pemerintah mengenai covid-19, hal ini juga yang membuat tidak sedikit orang tua yang sengaja untuk meluangkan waktunya demi dapat membantu proses pembelajaran anaknya selama di rumah. Banyak dari orang tua yang setuju jika selama pembelajaran di rumah, orang tua lah yang juga ikut membantu mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Walaupun tidak sedikit juga yang merasa hal ini menjadi tambahan aktivitas orang tua selain mengerjakan pekerjaan rumah tangga, apalagi bagi kedua orang tua yang bekerja. Banyak orang tua menilai bahwa melalui pembelajaran daring dapat mempererat hubungannya dengan anaknya, begitupun anaknya dinilai dapat melakukan pembelajaran daring dengan sangat baik, sehingga banyak orang tua yang berfikir kreatif mencoba berbagai cara agar anak tidak merasa jenuh saat belajar di rumah, namun banyak juga yang mengungkapkan bahwa lebih baik anak belajar di sekolah, karena banyak anak yang ngeyel, lebih suka bermain dari pada belajar, banyak anak menganggap bahwa daring tempatnya bermain, sehingga terdapat beberapa kasus tugas tidak di selesaikan dengan baik. Orang tua juga merasa melalui pembelajaran di rumah, orang tua dapat melihat perkembangan anaknya dalam belajar. 

Belajar daring juga dapat mendekatkan hubungan orang tua dengan anak, sehingga orang tua bisa lebih memahani kemampuan anaknya. Hal ini menunjukan bahwa orang tua memiliki peran yang sangat besar selama terjadinya kegiatan pembelajaran di rumah, orang tualah madrasah pertama bagi anak-anaknya sebelum adanya pembelajaran di sekolah. Adanya kegiatan pembelajaran daring ini pun memiliki manfaat bagi siswa maupun orangtuanya, kebijakan pemerintah mengenai pembelajaran daring ini membuat kita semua sadar pentingnya mempelajari teknologi dan menggunakan teknologi secara positif. Hal ini juga dapat menjadi pelajaran besar bagi dunia pendidikan Indonesia kedepannya untuk mengatasi berbagai permasalahan dalam dunia pendidikan sekarang ini.

  1. Peran orang tua sebagai pengganti guru di rumah dalam membimbing anaknya selama proses pembelajaran jarak jauh (Daring)

Peran orang tua sebagai pengganti guru di rumah dalam membimbing anaknya selama proses pembelajaran jarak jauh (Daring) sangat dibutuhkan. Menurut Winingsih (2020) terdapat empat peran orang tua selama proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring yaitu:

  1. Orang tua memiliki peran sebagai guru di rumah, yang mana orang  tua dapat membimbing anaknya dalam belajar secara jarak jauh dari rumah.
  2. Orang tua sebagai fasilitator, yaitu orang tua sebagai sarana dan prasarana bagi anaknya dalam melaksanakan pembelajaran jarak jauh.
  3. Orang tua sebagai motivator, yaitu orang tua dapat memberikan semangat serta dukungan kepada anaknya dalam melaksanakan pembelajaran, sehingga anak memiliki semangat untuk belajar, serta memperoleh prestasi yang baik
  4. Orang tua sebagai pengaruh atau director. (Cahyati, Nika 2020)

  • Kelemahan dalam Pembelajaran Daring Menurut Orang Tua

Orang tua juga harus bisa menggunakan teknologi untuk proses pembelajaran siswa daring, ini tentu tidak semua orang bisa menggunakannya terlebih orang tua kesulitan dalam media yang digunakan dalam pembelajaran. Belum lagi masalah jaringan yang terjadi karena belum meratanya atau tidak semua tempat memiliki sinyal yang bagus ini juga merupakan permasalahan yang terjadi dalam pembelajaran daring.

Pembelajaran daring juga dinilai menimbulkan dampak pengeluaran yang lebih besar, yaitu untuk pulsa dan koneksi internet, serta menuntut orang tua untuk melek akan teknologi demi mendukung proses pembelajaran di rumah. Hal ini sesuai dengan pendapat Purwanto et al. (2020) bahwa kendala yang dihadapi para orang tua adalah adanya penambahan biaya pembelian kuota internet bertambah, teknologi online memerlukan koneksi jaringan ke internet dan kuota oleh karena itu tingkat penggunaaan kuota internet akan bertambah dan akan menambah beban pengeluaran orang tua, untuk melakukan permbelajaran online selama beberapa bulan tentunya akan diperlukan kuota yang lebih banyak lagi dan secara otomatis akan meningkatkan biaya pembelian kuota internet. 

Selama pembelajaran daring banyak orang tua menganggap bahwa tugas yang diberikan oleh guru terlalu banyak dan tugas yang diberikan terlihat sulit, namun walaupun begitu sebagian besar orang tua senang karena tugas dinilai mampu membantu siswa dalam mengerti materi lebih banyak karena latihan soal berupa tugas yang diberikan. Guru memberikan tugas karena terbatasnya waktu belajar dan sulitnya berinteraksi selama pembelajaran dirumah, oleh karena itu banyak dari sebagian guru yang mengganti hal tersebut menjadi pemberian tugas untuk memantapkan kemampuan anak mengenai materi yang dipelajari. Sejalan dengan pendapat Puspitasari (2020) bahwa dengan menggunakan sistem pembelajaran secara daring ini, terkadang muncul berbagai masalah yang dihadapi oleh anak dan guru, seperti materi pelajaran yang belum selesai disampaikan oleh guru kemudian guru mengganti dengan tugas lainnya, kemudian tugas kurang dipahami oleh orang tua, hal tersebut menjadi keluhan bagi para orang tua.

KESIMPULAN

Dalam meningkatkan Belajar Siswa Orang tua harus mengontrol, memberikan petunjuk, memberikan bimbingan, dan memberi motivasi. Ada tiga aspek dalam kemampuan proses belajar anak yaitu kemampuan pengetahuan, sikap, dan kemampuan keterampilan. Kemampuan belajar yang akan dibahas yaitu kemampuan pengetahuan pada peserta didik, kemampuan pengetahuan atau kognitif anak berkembang bila anak itu diberi stimulasi dari lingkungan sekitar, hal tersebut sangat membutuhkan peran orang tua dan serta pendidik dalam pelaksanaan. Hal tersebut dibutuhkan kerjasama antara pendidik maupun orang tua untuk mengembangkan kemampuan pengetahuan (kognitif) pada peserta didik. Selain terjadi perkembangan secara alamiah, peserta didik sangat membutuhkan bimbingan, arahan dan motivasi dari lingkungan untuk mengembangkan kemampuannya. Hal tersebut Sejalan dengan beberapa pendapat mengatakan bahwa kemampuan pengetahuan (kognitif) dan pola pikir bukan dasar dari faktor bawaan akan tetapi hasil dari aktivitas lingkungan dimana peserta didik tinggal. (Riana Denik Ratiwi., Woro Sumarni. 2020:305)

Namun terdapat juga kelemahan dari pembelajaran daring yaitu masih banyaknya orang tua yang belum bisa menggunakan teknologi dan Pembelajaran daring juga dinilai menimbulkan dampak pengeluaran yang lebih besar, yaitu untuk pulsa dan koneksi internet, serta menuntut orang tua untuk melek akan teknologi demi mendukung proses pembelajaran di rumah. orang tua menganggap bahwa tugas yang diberikan oleh guru terlalu banyak dan tugas yang diberikan terlihat sulit.

DAFTAR PUSKATA

Ashari, M. 2020. Proses Pembejalaran Daring di Tengah Antisipasi Penyebaran Virus Corona Dinilai Belum Maksimal. Diambil 26 Mei 2020

Cahyati, Nika. 2020. Peran Orang Tua Dalam Menerapkan Pembelajaran Di Rumah Saat Pandemi Covid 19. Jurnal  Golden Age Vol. 04 No. 01

Darmalaksana, W. Dkk. 2020. Analisis Pembelajaran Online Masa WFH Pandemic Covid-19 sebagai Tantangan Pemimpin Digital Abad 21. Karya Tulis Ilmiah (KTI) Masa Work From Home (WFH) Covid-19 UIN Sunan Gunung Djati Bandung, 1-12. 

Diana, Maria. 2020. Peran Orang Tua Siswa Sekolah Dasar Dalam Proses Pembelajaran Daring Selama Wabah Covid-19”. Makassar: Universitas Negeri Makassar.

Fadillah, Ika dkk. 2010 . Hubungan Tipe Pola Asuh Orang Tua dengan Emotional Quotient pada Anak Usia Prasekolah di TK Islam AlFatihah Sumampir Purwokwrto Utara. Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing), (5) 01, 1-12.

Hatimah. 2016. Keterlibatan Keluarga Dalam Kegiatan Di Sekolah Dalam Perspektif Kemitraan. Vol 14, No 2

Kurniati Euis, Dkk. 2021. Analisis Peran Orang Tua dalam Mendampingi Anak di Masa Pandemi Covid-19.  Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, Volume 5 Issue 1 (2021) Pages 241-256

Riana Denik Ratiwi., Woro Sumarni. (2020). Peran Orang Tua dalam Pendampingan Pembelajaran Daring Terhadap Perkembangan Kognitif. Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana UNNES

Yuliana, Y. (2020). Corona virus diseases (Covid-19): Sebuah tinjauan literatur. Wellness And Healthy Magazine, 2(1), 187±192.

Yusup, D. K., Badriyah, M., Suyandi, D., & Asih, V. S. (2020). Pengaruh bencana Covid-19, pembatasan sosial, dan sistem pemasaran online terhadap perubahan perilaku konsumen dalam membeli produk retail. Http://Digilib. Uinsgd. Ac. Id, 1(1), 1±10.

Related posts