Milad Muhammadiyah ke-109, Bupati Pessel Sampaikan Hal Ini

  • Whatsapp
Milad Muhammadiyah ke-109 tahun di gedung Painan Convention Center (PCC), Minggu (5/12).

MINANGKABAUNEWS.COM, PESISIR SELATAN — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pesisir Selatan menggelar Milad Muhammadiyah ke-109 tahun di gedung Painan Convention Center (PCC), Minggu (5/12/2021). Kegiatan ini dihadiri Bupati Pesisir Selatan, Rusma Yul Anwar, Wakil Bupati, Rudi Hariyansyah, Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat Drs. H. Nurman Agus, Ketua TP. PKK, Ketua GOW, Ketua Darma Wanita, FORKOPIMDA Pessel, Pengurus Yayasan Thursinina Jannatun Na’im serta Pimpinan dan warga Muhammadiyah se-Pesisir Selatan dan undangan lainnya.

Bupati Rusma Yul Anwar mengucapkan selamat atas Milad Muhammadiyah yang ke-109 tahun sekaligus mengapresiasi peran penting Muhammadiyah, khususnya dalam pembangunan di Kabupaten Pesisir Selatan.

Di usia yang ke-109 tahun ini Muhammadiyah telah banyak mewarnai dinamika daerah, bersinergi membangun kebersamaan dan kerukunan serta turut berjuang memajukan daerah,” katanya.

Dia mengharapkan ke depan Muhammadiyah dan jajaran serta seluruh anggota agar selalu berkontribusi terhadap pembangunan daerah seperti bidang keagamaan, pendidikan, sosial dan lainnya.

Sekretaris PW Muhammadiyah Sumbar, Buys Nurman Agus mengatakan Milad ke-109 ini satu tahun menjelang Muktamar 2022 memiliki makna khusus dibandingkan milad-milad yang dilakukan oleh PDM maupun PWM di tempat lain.

Nurman menjelaskanmenjelaskan, hal utama yang akan disampaikan saat ulang tahun organisasi terbesar ini yakni, melakukan gerakan pencerahan dan pencerdasan, dalam rangka melakukan gerakan menjunjung tinggi agama Islam.

Muhammadiyah berupaya bagaimana supaya umat Islam saat ini betul-betul memelihara persaudaraan, dalam rangka kebersamaan untuk persatuan.

“Sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Tugas utama dari Muhammadiyah sebagai gerakan Islam, jadi Muhammadiyah ini gerakan Islam yang berakidah tauhid bersumber pada Alquran dan hadis,” ungkapnya.

Menurut dia, Muhammadiyah dikenal dan dipahami oleh masyarakat karena visi yang rasional. Lanjut dia, kadang-kadang masih ada juga orang memahami bahwa Muhammadiyah ini membawa ajaran baru padahal. Muhammadiyah justru ingin memurnikan pengamalan ajaran agama yang dingin.

“Memurnikan pengamalan pemahaman dan Pengamalan ajaran agama Islam, bukan membawa ajaran baru yang segar makanya tabligh akbar kita lakukan Insya Allah sebelum milad,” katanya.

Dalam acara tersebut juga diserahkan wakaf tanah dengan sertifikatnya seluas 13 hektar dari Yayasan Thursinina Jannatun Na’im Drs. H. Kandris kepada Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pesisir Selatan untuk Pembangunan Pondok Pesantren.

Selaku narasumber pada Milad Muhammadiyah yang ke-109 tahun itu adalah Dr. H. Ikhwan Matondang, SH, M.Ag (Dekan Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang.

Related posts