Permasalahan Perusahaan Kayu Dengan Masyarakat, Babinsa Koramil 03 Sipora, Bhabinkamtibmas Dan Camat Sipora Utara Turun Ke lokasi

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.COM, MENTAWAI – Babinsa Koramil 03/Sioban Desa Goisoinan Sertu Osten Sinaga menghadiri undangan Pemdes Desa Bukit Pamewa dan Goisoinan di Aula Desa Bukit Pamewa, Rabu (05/01/2022).

Adapun yang menjadi agenda musyawarah di aula Desa Bukit Pamewa ini adalah adanya Surat Pemberitahuan atas tuntutan Pak Jasa samangilailai kepada Desa Goisoinan/Bukit Pamewa sebesar Rp.12.500.000/perhari terhitung sejak pernyataan kesepakatan bersama antara Desa Goisoinan/Bukit Pamewa,Pihak Perusahaan MSM dan Pak Jasa samangilailai untuk menghentikan operasional Perusahaan MSM, sebut Danramil 03 Sipora Lettu Inf Herizal.

Read More

Dengan adanya tuntutan oleh Pak Jasa Samangilailai, sehingga Pihak Perusahaan merasa dirugikan dan membuat Pernyataan tuntutan kepada Pak Jasa samangilailai yang selanjutnya mengalihkan tuntutan tersebut ke Desa Goisoinan dan Desa Bukit Pamewa.

Sementara Pihak Perusahaan MSM melanggar kesepakatan bersama tersebut dimana Selasa 4 Desember 2022 sudah operasional tanpa ada persetujuan maupun belum jelas penyelesaian masalah batas Desa tersebut. Namun beroperasinya perusahaan ini menurut Pihak Perusahaan MSM atas perintah Pak Jasa samangilailai, jelasnya.

Dari kejadian tersebut kedua Desa kembali melakukan musyawarah di kecamatan Sipora Utara, sehingga dalam musyawarah tersebut didapat keputusan.

1.Akan turun kelapangan untuk monitor kegiatan Perusahaan dan menghentikan sementara sampai permasalahan batas desa jelas.
2.Perusahaan Kayu MSM tidak sesuai dengan ijin mereka di Desa Saureinu Sipora Selatan Sementara beroperasi di Desa Goisoinan Sipora Utara.
3.Tidak adanya Pemberitahuan kepada Pihak Desa atau Kecamatan terkait operasional Perusahaan di wilayah Sipora Utara.

Pihak Kecamatan bersama Desa Goisoinan dan Desa Bukit Pamewa turun kelapangan tepatnya di Simpang Simaobuk, Desa Goisoinan lokasi Pembukaan jalan Perusahaan MSM.

Adapun temuan dilapangan

1.Pihak Jasa samangilailai tidak bertanggung atas Pembukaan jalan tersebut akan tetapi kenyataannya Jasa samangilailai di denda Pihak Perusahaan Karena operasional Pembukaan jalan terhenti.

2.Pihak Pak Jasa sebelumnya mengklaim sebagian lahan transmigrasi adalah miliknya, namun kenyataan hari ini jika memang ada Patok dilokasi transmigrasi tersebut akan dilepaskannya.
3.Pihak Jasa mennyampaikan akan menghadirkan Pemilik Perusahaan besok Rabu 5 Januari 2022 untuk musyawarah bersama dengan ke dua Desa di rencanakan di aula Desa Bukit Pamewa.
4.Pihak Perusahaan sepakat mengeluarkan alat kembali dan tidak akan operasional sebelum masalah batas Desa ini selesai.

Turut serta dalam kegiatan ini Camat Sipora Utara, Sekcam Sipora Utara/Staf 5 orang, Kepala Desa Goisoinan/Bukit Pamewa, Babinsa Desa Goisoinan, Baminkamtibnas Desa Goisoinan, Para Kepala Dusun Desa Goisoinan/Bukit Pamewa 5 orang, Tomas Desa Goisoinan/Bukit Pamewa, Perwakilan masyarakat Desa Goisoinan/Bukit Pamewa.

kegiatan musyawarah terkait Batas Desa Goisoinan/Bukit Pamewa dan Klaim kepemilikan lahan dengan masuknya Perusahaan Kayu MSM oleh Jasa samangilailai selesai dilaksanakan dalam keadaan aman, tegas Danramil 03 Sipora. (Tirman/Pendim)

Related posts