Pernyataan Said Aqil ABS-SBK adalah Islam Nusantara, Inilah Respon Ketum MUI Sumbar Buya Gusrizal Dt. Palimo Basa

  • Whatsapp
Ketum MUI Sumbar Buya Gusrizal Gazahar.

MINANGKABAUNEWS.COM, PADANG — Pernyataan Ketum PBNU KH Said Aqil Siradj Falsafah Adat Minang ABS-SBK Merupakan Islam Nusantara memantik polemik di kalangan tokoh ranah minang, salahsatunya datang dari Ketum MUI Sumbar, Buya Gusrizal Dt. Palimo Basa.

Ketum MUI Sumbar, Buya Gusrizal mengungkapkan Pertama, ini menunjukkan bahwa yang berbicara tak mengerti etika ilmiah karena berbicara tentang sesuatu yang tak dimengertinya.

Read More

Kedua, bagi siapa yang mengerti ABS-SBK, malah akan menolak Islam Nusantara, karena kalau sesuai dengan Islam Nusantara tentu sudah lahir Islam Minangkabau. Yang terjadi malah sebaliknya. Implementasi Islam Nusantara saat ini yang mengarah kepada sinkritisme, malah dalam sejarah menjadi pemicu gerakan pembaharuan di Minangkabau yang pada akhirnya melahirkan ABS-SBK-ABSB-SMAM.

“Saya sarankan agar Aqil Siradj mengurus adatnya saja, tak usah mengurus adat orang lain,” tutur Buya.

“Beragama sesuai dengan budaya. Itu teori snouck untuk menghancurkan perjuangan rakyat aceh dahulunya. Dalam ABS-SBK malah terbalik dari apa yang dikatakan Aqil Siraj itu. ABS-SBK merupakan komitmen untuk menyesuaikan budaya dengan agama,” imbuh Buya.

Lanjut Buya, Jadi, ibarat ungkapan “tak tahu mana ujung dan mana pangkal”, begitulah pandangan SAS terhadap adat Minangkabau. Makanya, lebih baik dia bicara dalam perkara yang difahaminya sajalah”.

Sebelumnya Kiai Said Aqil.di Padang, Sabtu, (27/11), katanya, sebenarnya dengan falsafah adat Minangkabau Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK), Sumatera Barat sudah merupakan Islam Nusantara banget.

“Bagi NU memandang budaya itu sebagai infrastruktur agama. Sehingga umat beragama menjalankan kewajiban agamanya disesuaikan dengan budaya yang sudah. Kita temui acara mauludan, pakai sarung, kopiah hitam di kepala, pemakaian beduk di masjid sebagai tanda masuknya waktu shalat, semuanya itu bukanlah berasal dari Arab. Semua itu merupakan budaya yang dikaitkan dengan nilai-nilai agama. Sejak itu semua hal di atas menjadi bagian dari kegiatan keagamaan,” tutup Kiai Said Aqil Siradj

Related posts