Pesan Milad Muhammadiyah ke-109 dari Negeri Lansek Manih, Inilah Kata Ketua PW Muhammadiyah Sumbar dan Bupati Benny Dwifa

Ketua PW Muhammadiyah Sumbar, Dr Shofwan Karim Elhussein (Foto: Dok. Istimewa).

MINANGKABAUNEWS.COM, SIJUNJUNG — Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sijunjung menggelar puncal Milad Muhammadiyah ke-109 di Gedung Pancasila Muaro Sijunjung pada Ahad (21/11/21) mengusung tema “Sang Surya Bersinar Terang di Ranah Lansek Manih” berjalan dengan sukses.

Selain itu pada kesempatan yang sama juga digelar pelantikan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah dan Pimpinan Daerah Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kabupaten Sijunjung.

Read More

Tokoh nasional asal Sumatera Barat Buya Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif juga mengikuti rangkaian puncak Milad Muhammadiyah ke-109 di Kabupaten Sijunjung secara virtual.

Ketua PW Muhammadiyah Sumbar, Buya Dr. Shofwan Karim Elhussein menyampaikan bahwa Resepsi Milad Muhammadiyah ke-109 di Sijunjung kali ini sekaligus menjadi penanda dimulainya kembali Gebyar Muktamar Muhammadiyah ke 48 di Surakarta, mengingat kemarin sempat dihentikan karena lonjakan kasus Covid-19. Muktamar sendiri rencananya akan diselenggarakan di Surakarta pada tanggal 18-20 November 2022.

Buya mengatakan, Muhammadiyah dalam memperingati Milad ke-109 niscaya bergerak makin dinamis dalam membangkitkan semangat kader persyarikatan dari tingkat wilayah hingga ranting.

Selain itu mampu melakukan langkah-langkah perubahan yang mendorong usaha-usaha strategis dan melahirkan pusat-pusat keunggulan serta perluasan jelajah perjuangan persyarikatan menuju Muhammadiyah berkemajuan di berbagai bidang dan ranah kehidupan.

“Jadikan momentum terbaik ini sebagai pintu mengembangkan dakwah, tajdid, dan ijtihad kolektif guna mendorong semangat al-taghyir (perubahan), al-tanwir (pencerahan), dan al-taqaddum (kemajuan) untuk membangun Muhammadiyah yang unggul berkemajuan di ranah minang,” katanya

Buya Shofwan menambahkan digitalisasi perkaderan di Muhammadiyah juga tidak kalah pentingnya sebagai wujud improvisasi dan inovasi dakwah dalam menghadapi era disrupsi. Perlu diketahui saat ini dunia tengah memasuki era disrupsi teknologi digital.

Sementara itu, Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir mengacapkan selamat kepada seluruh pimpinan, kader dan warga Muhammadiyah atas terselenggaranya kegiatan hari ini, Momentum ini diharapkan menjadi pemicu kebangkitan persyarikatan di Ranah Lansek Manih dan diharapkan mampu menjadi mitra strategis Pemerintah Daerah dalam mewujudkan tujuan pembangunan di Kabupaten yang kita cintai ini .

“Terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Orang tua kita Buya Prof. Dr. H. Ahmad Syafii Maarif , PhD. Ditengah kesibukan beliau, masih sempat meluangkan waktu bersama kita. Semoga Buya sehat selalu dan terus memberikan kontribusi besar terhadap Negara Republik Indonesia ini. Kami pemimpin dan masyarakat Kabupaten Sijunjung sangat bangga terhadap buya,” Ucap Bupati.

Dikatakan Bupati, bagaimana Persyarikatan Muhammadiyah mampu mengangkat perekonomian masyarakat melalui amal usaha yang dimiliki. Mampu mengangkat keterpurukan pelaku usaha kecil akibat pandemi covid 19. Karena salah satu masalah utama yang dihadapi masyarakat pada masa sekarang adalah permasalahan ekonomi .

“Selamat Kepada Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah, Pimpinan Daerah Tapak Suci Putera Muhammadiyah, Pimpinan Korps Mubaliqh Muhammadiyah. Kami melihat saudara adalah putra-putra terbaik yang dimiliki Muhammadiyah dan Kabupaten Sijunjung,” tuturnya.

Pegang teguh pesan KH. Ahmad Dahlan, “Hidup-hidupilah Muhammadiyah tapi jangan mencari-cari kehidupan didalam Muhammadiyah”.

Dia berharap Semoga kehadiran saudara menjadi darah baru bagi pergerakan Muhammadiyah di Kabupaten Sijunjung. Kami menunggu ide-ide inovatif dalam membumikan Muhammadiyah sekaligus ikut berperan aktif memajukan kabupaten kita ini, sebagaimana tema milad Muhammadiyah di kabupaten Sijunjung Sang Surya Bersinar Terang di Ranah Lansek Manih.

“Kader persyerikatan diharapkan mampu mengembangkan nilai persatuan dan kesatuan, Mampu menghilangkan ego sektoral jika itu dihadapkan dengan kepentingan umat yang lebih luas. Kita tidak akan pernah maju jika masing-masing berjalan sendiri, Maka kita harus mencari titik temu dan menggalang usaha-usaha bersama dan saya berharap Kader Muhammadiyah menjadi barisan depan dalam merawat persatuan ini,” harap Bupati.

Secara Virtual Buya Ahmad Syafii Maarif mengatakan Islam itu pro kepada orang miskin, bukan berarti kita harus miskin, tangan harus di atas,” demikian Buya Syafii Maarif menyampaikan sambutannya diawal acara yang juga disiarkan secara langsung oleh radio Lansek Manih 93,6 FM.

“Di Sijunjung ini adalah awal kebangkitan, mudah-mudahan kedepan juga berdiri rumah sakit, Inggit dan Shiddiq merupakan tipikal pemuda ulet,” lanjut Buya Syafii Maarif.

Selaim dihadiri secara virtual tokoh nasional Prof. Dr. H. Ahmad Syafii Maarif, MA. kegiatan ini dihadiri Lansung Wakil Bupati Sijunjung Iraddatillah, Ketua DPRD Sijunjung Bambang Surya Irwan, Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah), Ketua MUI, Ketua TP-PKK, Ketua GOW, Ketua PWM (Pimpinan Wilayah Muhammadiyah) Sumatera Barat Dr. Shofwan Karim Elhusein, MA dan Undangan lainnya.

Related posts