Pesan Tauhid dalam ‘Idul Adha di RSI Ibnu Sina Bukittinggi

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, BUKITTINGGI – Dr. H. Irwandi Nashir, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Payakumbuh, menyampaikan khutbah ‘Idul Adha 1446 H di Rumah Sakit Islam (RSI) Ibnu Sina Bukittinggi, Jumat (6/6). Dalam khutbahnya, ia menekankan bahwa esensi utama ibadah haji dan qurban adalah memperkuat tauhid, keyakinan bahwa Allah SWT Maha Esa tanpa sekutu.

Di hadapan ribuan jamaah yang memadati pelataran parkir RSI Ibnu Sina, Ustadz Irwandi menjelaskan bahwa ibadah haji dan qurban mengajarkan manusia untuk merendahkan diri di hadapan Allah. Saat berihram, misalnya, seseorang diajarkan untuk menanggalkan kesombongan dan tunduk sepenuhnya kepada-Nya.

“Seluruh rangkaian haji dan qurban mengandung pesan yang sama: pengabdian total kepada Allah,” tegas dosen Fakultas Tarbiyah UIN Bukittinggi ini. Ia menambahkan, penyembelihan hewan qurban bukan sekadar ritual, tetapi simbol keikhlasan dan ketundukan kepada Allah, sebagaimana tercantum dalam Surah Al-Hajj ayat 34-35.

Ustad Irwandi memaparkan tiga tahapan penting dalam bertauhid:
1. Mengilmui – Memahami hakikat Allah dengan kesadaran penuh, bukan sekadar pengetahuan biasa.
2. Mengenal – Mengakui diri sebagai hamba yang wajib tunduk kepada Pencipta langit dan bumi, serta menjauhi syirik.
3. Menginsafi – Meraih ketenangan dengan mengingat Allah dan hidup sesuai syariat-Nya.

“Semua ini dimulai dengan kejujuran, baik dalam niat, perkataan, maupun perbuatan,” pungkasnya.

Related posts