Pestisida Nabati, Pengendali Hama yang Ramah Lingkungan

Pestisida Nabati
Ilustrasi (Foto: Dok. Istimewa)

Oleh: Fadilaturahmah, S.Si (mahasiswa pascasarjana Biologi, Universitas Andalas), Dosen : Dr. Resti Rahayu

Hama merupakan organisme pengganggu tanaman (OPT) yang menyebabkan kerusakan pada tanaman, penurunan hasil produksi pertanian, hingga menyebabkan gagal panen. Hama pertanian yang menyerang tanaman biasanya jenis ulat, belalang, kumbang, kepik, kutu, jamur, dan bakteri. Hama biasanya diberantas dengan pestisida sintetik (pestisida dari bahan kimia) yang dapat memberantas hama dengan baik, namun penggunaan pestisida kimia ini memiliki beberapa dampak negatif, seperti menyebabkan pencemaran lingkungan, terbunuhnya musuh alami, hingga menyebabkan resistensi (hama kebal terhadap suatu jenis pestisida yang diberikan, sehingga tidak efektif jika diaplikasikan pestisida jenis tersebut).

Read More

Untuk mengatasi dampak negatif tersebut, dapat digunakan pestisida nabati yang relatif aman terhadap lingkungan dan tidak mudah menimbulkan resistensi hama. Pestisida nabati adalah pestisida yang berasal dari tanaman. Beberapa jenis tumbuhan yang efektif dijadikan sebagai pestisida yaitu :

Daun pepaya (Carica papaya L.)


Daun pepaya mengandung senyawa fitokimia alkaloid, saponin, dan flavonoid. Saponin dan alkaloid merupakan racun perut (jika dimakan oleh serangga, akan menyebabkan kerusakan saluran pencernaan sehingga serangga tidak dapat makan dengan baik hingga menyebabkan kematian pada serangga). Sedangkan flavonoid merupakan racun pernapasan (jika dihirup oleh serangga akan menyebabkan gangguan pernapasan hingga akhirnya serangga mati). Aplikasi: daun pepaya direndam dengan air kemudian diaplikasikan dengan penyemprotan.

Daun pangi (Pangium edule Reinw)

Daun pangi mengandung senyawa phytol yang memiliki aktivitas antifeedant (zat yang jika diujikan terhadap serangga akan menghambat aktivitas makan serangga tersebut. Jika serangga tidak makan, maka lama kelamaan serangga tersebut mati. Aplikasi: Ekstrak daun pangi dapat dioleskan atau disemprotkan pada bahan makanan serangga.

Rimpang jeringau (Acorus calamus L.)

Rimpang jeringau mengandung senyawa asarone yang masuk ke dalam tubuh serangga sebagai racun perut. Aplikasi : ekstrak rimpang jeringau dilarutkan dengan air kemudian diaplikasikan dengan penyemprotan.

Rimpang kencur (Kaempferia galanga L.)

Rimpang kencur mengandung minyak atsiri yang memiliki efek sebagai repellent (penolak serangga/ serangga tidak akan mendekati tumbuhan jika mengandung senyawa ini. Aplikasi: rimpang kencur direndam dengan akuades kemudian diaplikasikan melalui penyemprotan.

Daun mengkudu (Morinda citrifolia L.)

Daun mengkudu mengandung senayawa alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid, fenol, dan acetogenin. Senyawa acetagenin ini memiliki efek sebagai antifeedant dan racun perut. Aplikasi: ekstrak daun mengkudu dilarutkan dengan air kemudian diaplikasikan dengan penyemprotan. (*)

/* Penulis adalah Mahasiswa S2 Biologi Universitas Andalas.

Related posts