Petugas Sensus Sudah di Depan Mata! Gubernur: Data Anda Kunci Kebangkitan Ekonomi Sumbar

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Matahari masih setengah hati muncul di ufuk timur, namun Halaman Kantor Gubernur Sumatera Barat sudah berdenyut oleh semangat yang berbeda pada Minggu (28/6/2026) pagi. Di tengah hiruk-pikuk masyarakat yang menikmati Car Free Day, sebuah momentum bersejarah justru sedang digaungkan: Pencanangan Sensus Ekonomi 2026. Di atas mimbar, Gubernur Mahyeldi Ansharullah dengan tegas menyampaikan satu pesan yang menggema—kesuksesan pembangunan Sumatera Barat ada di tangan kita, dimulai dari keterbukaan data.

Bayangkan, lebih dari 715 ribu unit usaha tersebar di ranah minang, mulai dari lapak rendang di pinggir jalan hingga sentra industri kreatif yang mulai menjamur. Namun, tanpa data yang utuh, bagaimana pemerintah bisa memastikan bantuan tepat sasaran? Bagaimana memetakan UMKM yang layak mendapat pendampingan? Inilah yang menjadi kegelisahan Gubernur sekaligus pijakan utamanya mengajak seluruh elemen masyarakat bergerak bersama.

“Jangan anggap petugas sensus yang datang sebagai tamu asing,” ujar Mahyeldi dengan logat khasnya yang dekat di telinga masyarakat. “Mereka adalah mata dan telinga pemerintah untuk melihat kondisi nyata saudara-saudara kita di dunia usaha. Data yang kalian berikan akan kembali kepada kalian dalam bentuk kebijakan yang menyentuh langsung—mulai dari perbaikan pasar, kemudahan perizinan, hingga program pelatihan yang benar-benar dibutuhkan.” Ucapannya disambut anggukan para pelaku usaha yang hadir, sebagian dari mereka tampak mencatat di ponsel masing-masing.

Kepastian soal kerahasiaan data pun ditegaskan. Gubernur mengingatkan, Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik menjadi tameng bagi setiap informasi yang diberikan. “Tidak ada hubungannya dengan pajak,” tegasnya, seolah menjawab kegalauan yang kerap menyelimuti pelaku usaha kecil. “Data ini murni untuk merancang masa depan ekonomi kita bersama.”

Sementara itu, Wakil Kepala BPS RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, yang turun langsung ke Padang, tak bisa menyembunyikan kekagumannya. Baginya, Sumatera Barat memiliki potensi yang luar biasa—didominasi oleh penduduk usia produktif dan semangat kewirausahaan yang mengakar kuat. Namun, potensi hanya akan menjadi sekadar harapan jika tak terpetakan dengan baik. Karenanya, ia menyebut dukungan Pemprov Sumbar sebagai angin segar bagi kelancaran pendataan yang akan berlangsung dari 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 mendatang.

“Bayangkan, 5.480 petugas sensus akan menyebar ke seluruh pelosok Sumbar,” ungkap Sonny di hadapan ratusan undangan. “Mereka adalah garda terdepan yang memastikan setiap aktivitas ekonomi, sekecil apa pun, tercatat dan dihargai. Karena dari situlah peta pertumbuhan ekonomi sesungguhnya terbaca.”

Suasana semakin hangat ketika Gubernur turun dari panggung, menyapa langsung warga yang sedang berolahraga dan anak-anak yang bermain sepeda. Ia menyempatkan diri berbincang dengan seorang penjual teh botol di pinggir jalan, menanyakan apakah petugas sensus sudah menyambangi warungnya. “Besok saya tunggu pak gubernur,” canda penjual tersebut, disambut tawa rekan-rekannya yang lain.

Di sudut lain, perwakilan dari Asosiasi Pengusaha Mikro Sumbar mengaku lega. Selama ini, mereka sering kesulitan mengakses program pemerintah karena data usaha mereka tidak terdokumentasi dengan baik. Dengan sensus kali ini, ada harapan baru bahwa pelaku usaha kecil seperti mereka akan mendapat perhatian yang setimpal.

Pencanangan yang berlangsung meriah ini bukanlah sekadar seremoni. Ini adalah panggilan kepada seluruh masyarakat Sumatera Barat untuk menjadi bagian dari perubahan. Ketika petugas sensus mengetuk pintu rumah atau kedai Anda, bukalah dengan senyum dan berikan data yang sesungguhnya. Karena dari jawaban-jawaban itulah, kebijakan pembangunan yang berpihak pada rakyat akan lahir.

Di akhir sambutannya, Gubernur mengingatkan satu hal yang mungkin mudah dilupakan: “Data yang lengkap hari ini adalah jalan tol menuju kesejahteraan esok hari. Mari kita sukseskan Sensus Ekonomi 2026, bukan karena diperintah, tetapi karena kita sadar bahwa masa depan ada di tangan kita sendiri.”

Tepuk tangan membahana menutup acara, meninggalkan semangat yang tak sekadar menghangatkan pagi itu, tetapi juga menjalar ke seluruh penjuru Sumatera Barat. Sensus telah dimulai, dan harapan baru untuk ekonomi ranah minang pun ikut melangkah.

Related posts