Polda Sumbar Kerahkan Pasukan Khusus, Sikat Pekat Jelang Bulan Suci Ramadan!

MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Bulan suci belum tiba, tapi aparat sudah bergerak. Polda Sumatera Barat tidak main-main dalam membersihkan lingkungan menjelang Ramadan tahun ini.

Lewat Operasi Pekat Singgalang 2026, mereka menyiapkan gempuran terencana terhadap semua bentuk penyakit masyarakat yang selama ini menggerogoti ketertiban. Judi, prostitusi, miras, premanisme, balap liar, hingga tawuran pelajar—semua masuk daftar bidik.

Persiapan dimulai sejak Selasa, 10 Februari 2026, di Mapolda Sumbar. Latihan Pra Operasi digelar bukan sekadar formalitas. Di dalam ruangan Gedung Samapta, Kombes Pol Desi Ismail, Karo Ops Polda Sumbar, menegaskan satu hal: operasi ini harus tepat sasaran dan seragam di lapangan.

“Dua pekan penuh, mulai 12 hingga 25 Februari, kita akan bergerak. Tidak ada ruang bagi gangguan kamtibmas,” ujarnya.

Ia menyebut penyamaan persepsi antarpersonel jadi kunci utama. Dengan begitu, penindakan hukum maupun langkah preventif bisa berjalan seirama, tanpa celah.

Di sisi lain, Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, mengingatkan bahwa polisi tidak bisa bekerja sendirian. Suara masyarakat, katanya, adalah radar paling tajam.

“Personel dari tingkat provinsi hingga polsek jajaran sudah disiagakan. Tapi tanpa laporan dari warga, operasi ini akan berjalan timpang,” tuturnya.

Fokus utama, menurut dia, bukan hanya menindak, tapi mencegah sebelum kekacauan terjadi. Titik-titik rawan dipetakan ulang, pengawasan diperketat, dan patroli diperbanyak.

Di balik semua persiapan ini, ada satu pesan yang coba ditanamkan: Ramadan harus datang dalam suasana yang teduh. Masyarakat Muslim Sumbar diharapkan bisa menjalankan ibadah tanpa gangguan, tanpa ketakutan.

Operasi Pekat Singgalang 2026 menjadi penanda bahwa keamanan bukan hanya urusan seragam, tapi juga tanggung jawab bersama. Dan Polda Sumbar memilih untuk bergerak cepat—sebelum bulan penuh berkah itu benar-benar tiba.

Related posts