Polsek Sikakap Kembali Ungkap Tiga Kasus Pencabulan, Kapolres Mentawai : Tidak Ada Kata Maaf Sudah Merusak Generasi Bangsa

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.COM, MENTAWAI – Selang satu bulan, Polsek Sikakap berhasil mengungkap tiga kasus cabul dan persetubuhan terhadap anak di bawah umur di wilayah hukum Polsek Sikakap Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Kapolres Kepulauan Mentawai AKBP Mu’at dalam press release menyebutkan, kasus tindak pidana cabul dan persetubuhan yang di tangani Polsek Sikakap dalam kurun waktu satu bulan dari Oktober hingga November tahun ini ada tiga kasus.

Read More

“Dalam kasus ini, ketiga pelaku cabul sudah di tetapkan sebagai tersangka”, ujar Kapolres di Mako Polsek Sikakap, Sabtu (6/11/2021) kemaren.

Tersangka kasus cabul dan persetubuhan yang pertama berinisial AS (35) warga Dusun Rakrak joja, Desa Taikako dengan korban berusia 12 tahun yang terjadi di pinggir jalan KM.6 Dusun Bosuagirau dengan mengajak korban ke semak-semak untuk melakukan perbuatan yang tidak terpuji itu. Kejadiannya pada 4 Oktober 2021 sekira pukul 13.00 WIB, terang AKBP Mu’at seperti di kutip dari Mata Sumbar.com.

Untuk kasus kedua pelakunya berinisial RS (51) sesuai identitas merupakan warga Jorong Balai Rupiah, Desa Simalanggang, Kecamatan Payakumbuh. Dalam kasus ini korbannya ada dua orang, sedangkan kasus ketiga pelakunya berinisial IS (40) warga Desa Makalo dengan korban anak di bawah umur.

Kapolres menegaskan, perbuatan tak terpuji ini tidak terlepas dari keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, meski sering di berikan sosialisasi di berbagai kalangan, namun perbuatan yang selalu di rongrong oleh iblis maka akan terus mencari mangsanya seperti predator, katanya.

Dikatakan Kapolres, pelaku sudah memiliki istri, melihat kejadian ini, kami dari Polres Mentawai mengutuk keras dan tidak ada kata maaf bagi predator pelaku seksual dengan korban anak di bawah umur yang merusak generasi bangsa, tegasnya.

Sementara Kapolsek Sikakap AKP Tirto Edhi menjelaskan, secara trend kasus cabul dan persetubuhan ini setiap tahunnya turun di wilkum polsek sikakap dengan terus memberikan sosialisasi di lapisan masyarakat.

Dikatakannya, awal Januari sampai November 2021, kasus cabul dan persetubuhan terhadap anak di bawah umur ada 5 kasus. Dua kasus yang sama, tersangka sudah di bawa kepadang, tinggal tiga kasus lagi yang masih di tahan di Mako Polsek Sikakap, tutur Kapolsek.

Jadi, kasus cabul dan persetubuhan terhadap anak di bawah umur dari tahun 2019 hingga 2021 di wilayah hukum polsek sikakap menurun dengan rincian tahun 2019 ada 12 kasus, 2020 7 kasus dan 2021 terhitung januari hingga November ada 5 kasus.

“Kasus cabul dan persetubuhan terhadap anak di bawah umur berjumlah 24 kasus terhitung dari 2019 hingga 2021”, sebut Tirto Edhi.

Diakuinya turunnya angka kasus cabul dan persetubuhan terhadap anak dibawah umur ini tak terlepas kerjasama semua pihak dengan cara masif di lakukan sosialisasi, sehingga dalam kasus ini orang tua maupun masyarakat berani melaporkan setiap ada kejadian.

Dalam hal ini, Kapolsek Sikakap bersama jajaran tak bosan-bosan menghimbau seluruh orang tua dan masyarakat untuk selalu menjaga anak-anaknya, karena pelaku predator pada umumnya orang-orang terdekat yang masih berkeliaran, maka sangat perlu di waspadai.

Dalam kasus ini, ketiga tersangka ini di kenakan pasal 82 ayat (1) dan pasal 81 ayat (1) dan ayat (2) undang-undang RI No 17 tahun 2016 tentang penetapan PERPPU No 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang-undang RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak jo Pasal 76E, dan pasal 76D undang-undang RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan undang-undang RI no.23 tahun 2002, tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (Tirman/Ers)

Related posts