Porsi Makan Siang Peserta Bimtek KPPS Luhak Nan Duo Pasbar Tidak Layak, Diduga Adanya Mark Up Anggaran

  • Whatsapp

PASAMAN BARAT – Ratusan anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), yang mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) merasa kecewa atas penyajian konsumsi makan siang yang tidak sesuai dengan porsinya.

Bimtek yang dihadiri sekitar 200 orang peserta itu, dilaksanakan di Aula Gedung Kampus ITS Khatulistiwa Yayasan Pendidikan Pasaman (Yappas) Nagari Ophir, Kecamatan Luhak Nan Duo, pada Sabtu (27/1/2024).

“Sangat merasa kecewa atas penyajian konsumsi yang diberikan kepada seluruh peserta, saat mengikuti kegiatan Bimtek tentang pemungutan dan penghitungan suara pada Pemilu 14 Februari 2024 mendatang,” kata salah seorang anggota KPPS Nagari Ophir Agung Adytia Pratama kepada reporter MinangkabauNews, Selasa (30/1/2024).

Dikatakan, kegiatan bimtek dilaksanakan mulai pukul 09.30 WIB sampai 18.00 WIB yang dihadiri oleh ratusan anggota KPPS dari tiga Nagari yang berada di Kecamatan Luhak Nan Duo yakni, Nagari Ophir, Pujorahayu dan Giri Maju.

“Jadwal istirahat makan siang, yang seharusnya diberikan pada pukul 12.00 WIB kepada seluruh anggota KPPS yang mengikuti kegiatan, namun konsumsi makan siang baru datang sekitar pukul 14.15 WIB,” ungkapnya.

Dijelaskan, porsi makan siang yang diterima dari panitia pelaksana kegiatan, sangat tidak layak seperti kegiatan bimtek yang pernah mereka ikuti pada tahapan Pemilu tahun 2019. Pasalnya, porsi makan siang yang begitu sedikit, ditambah lauknya cukup kecil, bahkan ada diantara peserta tidak mendapatkan lauk dan sayur.

“Hanya kemasan bungkus nasi yang terkesan menarik dengan memakai kotak, namun porsi sangat sedikit, dan tidak layak diberikan kepada peserta yang mengikuti kegiatan tersebut,” jelasnya.

Menurutnya, kalau porsi makan siang yang diberikan kepada peserta bimtek berkisar seharga Rp10 ribu dibandingkan dengan porsi nasi ampera seharga Rp15 ribu yang jauh lebih lengkap dan layak untuk dikonsumsi.

“Dengan jadwal kegiatan satu hari penuh, mulai dari pagi hingga sore menjelang magrib sangatlah tidak wajar, sampai sebagian peserta lainnya harus membeli nasi keluar untuk tambahannya,” tuturnya.

Ia berharap, hal ini kedepannya harus menjadi perhatian, karena anggota KPPS adalah ujung tombak dari kesuksesan penyelenggaraan Pemilu, yang nantinya akan bekerja secara penuh, saat pemungutan suara pada 14 Februari 2024 mendatang.

“Kejadian seperti ini hendaknya tidak terjadi lagi, karena anggaran yang diberikan sudah sesuai dengan ketentuan dan wajib dijalankan sesuai dengan regulasinya,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pasaman Barat Alfi Syahrin melalui Sekretaris Zaidi mengatakan bahwa pihaknya dari sekretariat KPU Pasaman Barat tidak ikut dalam hal pengadaan konsumsi bimtek KPPS tersebut.

“Kami hanya membuatkan Rincian Anggaran Biaya (RAB) untuk masing-masing Kecamatan yang ada di Kabupaten Pasaman Barat, sedangkan untuk pengadaannya diserahkan sepenuhnya kepada PPK dan PPS di masing-masing Kecamatan,” katanya.

Dijelaskan, sesuai dengan RAB, untuk konsumsi makan siang Rp20 ribu, sedangkan untuk makanan ringan (snack) Rp10 ribu. Saat ini, anggaran KPU sendiri belum cair dan masih dalam tahap proses, akan tetapi proses tahapan Pemilu tetap harus berjalan, sehingga ia meminta kepada PPK dan PPS untuk mencarikan solusi terhadap hal tersebut.

KPU Pasaman Barat sudah memanggil Ketua PPK Luhak Nan Duo untuk dimintai keterangan terkait persoalan pengadaan konsumsi kegiatan bimtek KPPS.

“Kami sangat apresiasi kepada PPK dan PPS, walaupun anggaran belum cair namun kegiatan dapat berjalan,” jelasnya.

Menurut keterangan Ketua PPK Luhak Nan Duo, pengadaan nasi untuk makan siang peserta diserahkan kepada pihak ketiga, dikarenakan pihaknya belum ada anggaran langsung. Untuk ke depannya, ia menyebutkan sudah sudah mengganti tempat pemesanan nasi agar tidak terulang lagi kejadian yang sama.

“Kita sudah mengingatkan kepada jajaran PPK dan PPS agar tidak bermain dengan anggaran yang ada, agar tidak terjadi persoalan dikemudian hari, yang dapat menciderai dan mengganggu tahapan proses Pemilu yang sedang berjalan,” tegasnya.

Sedangkan Ketua PPK Luhak Nan Duo Indra Tanjung, saat dikonfirmasi reporter MinangkabauNews melalui pesan WhatsApp dengan singkat mengatakan,
“terimakasih informasinya bang, kita pihak PPK sudah mengevaluasi penyelenggaraan bimtek kemarin, salah satu poinnya adalah konsumsi peserta, dan insya allah ada perbaikan untuk selanjutnya. (Wisnu)


Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Minangkabaunews.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Related posts