Potensi Bungker Jepang Bukik Cangang Bukittinggi Jadi Warisan Dunia

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS, BUKITTINGGI – Melihat potensi kawasan di Kelurahan Bukik Canggang Kayu Ramang (BCKR), Kota Bukittinggi, banyak hal-hal yang bisa diangkat jadi Objek Wisata di Kota ini, salah satunya, Bungker peninggalan Jepang. Hal ini disampaikan Kasi Agsosbud, Rudi Syarif Putra, S.IP, M.H kepada Minangkabaunewscom melalui pesan WhatsApp, Rabu (10/10/2021).

Menurutnya, Bungker yang berdiri pada tahun 1942 silam merupakan alat pertahanan Jepang yang berfungsi sebagai pusat komunikasi telegram di masa itu.

Read More

“Kalau kita melihat fungsi Bungker peninggalan Jepang ini sedikit berbeda dibandingkan dengan Lubang Perlindungan yang lainnya, diperkirakan panjang Bungker 30 meter ini, didalamnya ada empat ruangan yang terdiri dari dua ruangan besar ukuran 4x5m dan dua ruangan kecil dengan kedalaman 8 meter di bawah tanah dan memiliki Corong udara yang miring sesuai dengan kondisi alam daerah Bukik Cangang Kayu Ramang di masa itu,” ujarnya.

Rudi lebih lanjut mengatakan informasi yang didapat dari tokoh masyarakat, benda bersejarah tersebut tidak banyak diketahui orang, karena kondisinya saat ini sangat memprihatinkan, bagian permukaan benda ini di tumbuhi semak belukar tertimbun oleh tanah dan belum di revitaslisasi oleh Pemerintah.

“Menindak lanjuti informasi yang beredar, kami dari pihak Kelurahan langsung berkoordinasi dengan Kabid Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi untuk melihat langsung kondisi Bungker peninggalan Jepang tersebut,” jelasnya.

Ia menambahkan setelah dilakukan peninjauan lapangan, kita berupaya semaksimal mungkin, agar Bungker Jepang dibenahi secara bersama- sama dengan melibatkan berbagai unsur dan pihak terkait, sehingga benda ini dapat di fungsikan kembali sebagai situs cagar budaya, dan mempunyai nilai sejarah bagi generasi saat ini dan masa yang akan datang.

“Kita berharap kepada generasi muda khususnya kaum milenial lebih memahami arti nilai sejarah dan budaya dimasa lampau,” imbuhnya.

Kehadiran Bungker Jepang ini sangat berpeluang untuk mengenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bukittinggi. Sesuai dengan Visi dan Misi Walikota Bukittinggi yang tertuang dalam program Bukittinggi hebat.

“Upaya dalam melestarikan nilai sejarah dan budaya tersebut, kita mengharapkan dukungan dari semua pihak. Pepatah Minang mengatakan Barek samo dipikua, ringan samo di jinjiang basamo mangko manjadi,” tutup Rudi mengakhiri.

Related posts