Potensi Rp 180 Triliun Menganga! Konferensi Global Bahas Cara Hidupkan Kembali Wakaf di Indonesia

  • Whatsapp

M

MINANGKABAUNEWS.com, PARIWARA PEMPROV SUMBAR – Suasana meriah menyambut pembukaan Konferensi Wakaf Internasional 2025 di Hotel Truntum, Padang. Ribuan peserta memadati acara yang menjadi bukti bangkitnya perhatian global terhadap pengelolaan wakaf. Acara bertaraf internasional ini bertujuan menciptakan ekosistem wakaf produktif yang kokoh di Indonesia.

Panggung konferensi disinari oleh kehadiran para tokoh penting. Mulai dari Wakil Presiden RI ke-13 Ma’ruf Amin, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Menteri Agama Nasaruddin Umar, hingga Wakil Grand Syaikh Al-Azhar Prof. Muhammad Ad-Duwaini. Turut hadir Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan perwakilan lembaga wakaf dari berbagai negara, seperti Mesir, Maroko, Arab Saudi, Kuwait, Malaysia, dan Suriah, menyemarakkan forum ini.

pembukaan Konferensi Wakaf Internasional 2025 di Hotel Truntum, Padang

Dalam sambutannya, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, membanggakan warisan budaya Minangkabau yang telah lama akrab dengan praktik wakaf, khususnya dalam mendukung surau dan pendidikan. Ia menegaskan, “Wakaf adalah instrumen strategis untuk memajukan pendidikan, kesehatan, UMKM, dan ketahanan sosial, asal dikelola secara produktif.” Kehadiran tokoh dunia, menurutnya, adalah bukti bahwa wakaf telah menjadi perhatian global.

Sorotan tajam datang dari Ma’ruf Amin yang mengungkap fakta mencengangkan. Di balik potensi wakaf Indonesia yang mencapai Rp 180 triliun per tahun, tata kelolanya masih lemah. “Kita seharusnya bisa menjadi pusat peradaban wakaf modern. Wakaf bukan sekadar urusan pahala, tapi harus memberikan dampak nyata bagi kemaslahatan umat dan menjadi solusi masalah sosial, termasuk kemiskinan,” tegasnya.

pembukaan Konferensi Wakaf Internasional 2025 di Hotel Truntum, Padang

Menteri Agama Nasaruddin Umar lantas mengingatkan bahwa kesuksesan wakaf tidak diukur dari kemegahan fisik aset. “Ukuran sebenarnya adalah manfaat berkelanjutan yang bisa dinikmati oleh generasi mendatang,” ujarnya. Ia mengungkap kemajuan dengan tercatatnya 278 ribu bidang tanah wakaf di BPN dan penyiapan regulasi baru untuk memperkuat wakaf uang.

Dukungan juga mengemuka dari Ketua MPR RI Ahmad Muzani. Ia meyakini wakaf bisa menjadi pilar pembangunan nasional. “Dengan pengelolaan profesional, dana wakaf dapat menjadi modal pembangunan di berbagai sektor,” tuturnya. Ia melihat Sumbar, dengan masyarakat yang religius dan berbudaya, memiliki modal kuat untuk menjadi pelopor wakaf modern.

pembukaan Konferensi Wakaf Internasional 2025 di Hotel Truntum, Padang

Konferensi yang berlangsung selama dua hari ini akan mendalami empat isu krusial: peran wakaf dalam pembangunan berkelanjutan, wakaf sebagai instrumen ekonomi dan investasi, kaitan wakaf dengan pendidikan, serta kontribusinya bagi kesejahteraan sosial. Berbagai agenda pendukung seperti pelatihan nadzir bersertifikat, pameran produk wakaf, dan forum investasi turut memeriahkan acara.

Konferensi Wakaf Internasional ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Sumatera Barat dan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, dengan dukungan penuh dari BPKH, Bank Nagari Syariah, Paragon Corp, Pemprov Sumbar, dan Pondok Modern Darussalam Gontor.

pembukaan Konferensi Wakaf Internasional 2025 di Hotel Truntum, Padang

Related posts