PPKM Diperpanjang Lagi, Pembelajaran Tatap Muka Kembali Tertunda

  • Whatsapp
Afdal Fauzen
Afdal Fauzen.

Oleh: Afdal Fauzen, S.Pd

Harapan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah bagi daerah yang termasuk level 4 harus kembali tertunda. Status Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di masing-masing daerah menentukan aktivitas yang akan dilakukan oleh masyarakat. termasuk dalam proses pendidikan. Bagi daerah yang termasuk kepada PPKM level 4 maka belum boleh dilakukan pembelajaran tatap muka terbatas di sekolah akan tetapi pembelajaran dilaksanakan secara daring. Namun bagi daerah yang tidak termasuk kepada PPKM level 4 maka pembelajaran tatap muka terbatas sudah boleh dilaksanakan di sekolah dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Read More

Di kota Padang pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas di sekolah belum bisa dilaksanakan sebab kota Padang termasuk salah satu dari 23 kabupaten/kota luar Jawa Bali yang diberlakukan perpanjangan PPKM level 4. Perpanjangan ini dimulai dari tanggal 7 September sampai pada tanggal 20 September 2021. Hal itu berdasarkan intruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 40 Tahun 2021. Dalam Intruksi Menteri Dalam Negeri tersebut hanya kota Padang yang masih termasuk kedalam PPKM level 4 di provinsi Sumatera Barat.

Keinginan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah tidak hanya dirasakan oleh siswa saja, namun orang tua dan gurupun menginginkan pembelajaran tatap muka dilaksanakan di sekolah. Hal itu dikarenakan pelaksanaan pembelajaran jarak jauh atau daring masih belum bisa dilaksanakan secara maksimal. Banyak persoalan-persolan yang dihadapi. Mulai dari tidak adanya kuota internet, jaringan internet, materi pembelajaran yang sulit dipahami oleh siswa bahkan kebosanan siswa ketika berada dirumah yang mengakibatkan kurangnya motivasi siswa dalam belajar. Hal itu menjadikan pembelajaran daring menjadi tidak efektif jika dibandingkan dengan pembelajaran tatap muka di sekolah. Namun penyebaran covid-19 masih tinggi di sebagian daerah, mau tidak mau pembelajaran harus dilaksanakan secara jarak jauh atau daring.

Keluhan dalam pembelajaran daring ini juga dirasakan oleh orang tua di rumah. Orang tua berhadap pembelajaran tatap muka bisa dilaksanakan di sekolah. Sebab tidak semua orang tua yang bisa mendampingi anaknya dalam pembelajaran daring. Tuntutan pekerjaan di luar rumah menjadikan orang tua tidak sepenuhnya bisa mendampingi mereka. Akibatnya tanpa dampingan orang tua, siswa dalam belajarpun tidak serius mengikutinya. Sehingga pembelajaranpun tidak bisa dilaksanakan secara maksimal.

Selian itu keluhanan yang dirasakan oleh orang tua adalah kurangnya motivasi siswa dalam melaksanakan tugas yang diberikan oleh gurunya di sekolah. Sehingga hal ini membuat orang tua yang mengerjakan tugas-tugas tersebut. Disatu sisi orang tua menginginkan anaknya sendiri yang mengerjakan tugas-tugas tersebut namun disisi lain karena kurangnya motivasi siswa dalam pembelajaran daring sehingga membuat orang tua terpaksa mengerjakannya. Kalau dibiarkan saja tentu mereka tidak akan mengerjakan tugas-tugas tersebut. Namun secara tidak langsung hal ini akan membuat anak semakin tidak bertanggung jawab terhadap tugas-tugasnya.

Keresahan inilah yang menginginkan orang tua maupun guru agar pembelajaran tatap muka dilaksanakan di sekolah. Akan tetapi pertimbangan kesehatan siswa ketika berada di sekolah dimasa pandemi sangat perlu diperhatikan. Antara kesehatan dan pendidikan memang keduanya sangat penting. Membiarkan sekolah dibuka bebas dimasa pandemi tentu juga berdampak kepada terpaparnya siswa dengan covid-19. Namun membiarkan pembelajaran daring secara terus menerus dengan problem-problem yang dihadapi tentu menjadikan kualitas pendidikan semakin menurun. Dengan demikian sekolah yang sudah dibolehkan untuk pembelajaran tatap muka terbatas hanya sekolah yang penyebaran covid-19 sudah bisa dikendalikan atau daerah yang tidak termasuk kedalam PPKM level 4. Kita berharap semoga pandemi covid-19 ini segera berakhir agar pembelajaran dapat dilaksanakan di sekolah kembali. Aamiin. (*)

/* Penulis adalah Guru PAI dan Wakil Kesiswaan SMPN 40 Padang.

Related posts