Protokol Kesehatan 6M Dapat Melindungi Masyarakat dari Wabah Covid-19

MINANGKABAUNEWS.COM, BUKITTINGGI – Selama hampir 2 tahun pandemi, pelayanan di Puskesmas Nilam Sari tetap dijalankan sesuai protokol kesehatan (prokes) yang telah ditentukan.

“Selama 2020 hingga pertengahan 2021 kita melayani pasien diluar gedung / diruang tunggu obat pasien depan Apotek. Setiap pasien wajib ikuti Prokes sesuai 6 M,” ujar Kepala Puskesmas Nilam Sari ini, Jum’at (19/11/2021).

Read More

Drg. Aletta menjelaskan standar prokes saat pandemi yang diterapkan yaitu petugas medis pelayanan diluar dengan APD level 2.

“Dimana kita masih berprasangka pasien yang datang dengan membawa virus Covid-19. Untuk pasien yang terkonfimasi dikunjungi untuk pemberian obat atau diantar untuk pemeriksaan radiologi dengan APD level 3,” jelasnya.

Seiring waktu, pasien sudah mulai sadar akan perlu vaksinasi dan sudah mulai jadikan prokes sebagai kebiasaan.

“Kita mulai melaksanakan pelayanan dalam ruangan dengan memasang pembatas dimeja pelayanan berupa pembatas transparan untuk perlindungan terhadap droplet dan aerosol saat komunikasi dengan pasien,” imbuhnya.

Pihaknya mengharapkan semua yang belum divaksin datang dengan terapkan prokes untuk vaksinasi ditempat yang terdekat. Karena masih banyak yang beranggapan belum butuh, padahal saat suatu kondisi dimana membutuhkan dokumen tanda sudah divaksin sudah wajib sebagai ketentuan.

“Ini yang banyak jadi masalah dikemudian hari yang harus kita berikan pengertian pada semua pihak. Lain halnya yang memang ada penyakit kronis sebelum vaksinasi harus kontrol dulu ke dokter spesialis untuk dapat bukti tunda vaksin atau tidak boleh divaksin,” terang Alletta.

Protokol kesehatan 6 M terakhir adalah vaksinasi. Ini yang saat sekarang jadi percepatan sebelum akhir tahun. Untuk melindungi diri, keluarga dan masyarakat dari wabah Covid- 19.

Related posts