Raih Ratusan Juta dari Media Sosial Selama Pandemi, Caranya?

  • Whatsapp
Media Sosial
Ilustrasi (Foto: Dok. Istimewa)

Oleh: Annisa Mulia Utami

Pandemi tentunya membawa dampak yang sangat besar bagi kita semua, terlebih dampak negatif yang merugikan banyak kalangan masyarakat. Namun bagi saya pandemi justru memberikan seribu manfaat yang dapat membawa saya menuju perubahan.

Read More

Selama kuliah tatap muka diliburkan, kita tentu lebih banyak menghabiskan waktu dirumah daripada diluar. Hal ini membuat saya menjadi lebih produktif dan selalu menuangkan ide-ide baru serta mencoba banyak hal disamping kesibukan saya selama kuliah online.

Disaat pandemi seperti ini tentunya kita lebih sering berinteraksi melalui media sosial dibanding bertemu langsung dengan orang lain. Hal ini bertujuan agar berkurangnya kontak langsung antar manusia sehingga dapat menghambat penyebaran virus Covid-19.

Tak selamanya baik, media sosial tentu juga memberikan pengaruh yang buruk terutama bagi kalangan remaja dan anak-anak. Contoh aplikasi yang saat ini digunakan oleh masyarakat ialah Tiktok.

Tiktok merupakan salah satu aplikasi yang saat ini tengah ramai dibincangkan. Melalui aplikasi ini, banyak remaja yang turut menuangkan ide dan kreatifitasnya masing-masing sehingga dapat menghasilkan sesuatu yang positif.

Sesuatu itu bisa berupa uang, pengalaman bahkan penghargaan. Pengalaman saya selama satu tahun lebih menggunakan Tiktok ialah saya bisa menghasilkan uang ratusan juta sehingga bisa mewujudkan impian saya seperti membeli mobil dan membangun rumah di usia 20 tahun.

Semua itu saya raih dengan cara menjadi content creator di Tiktok dengan bentuk konten berupa keseharian saya atau yang biasa disebut a day in my life & mini vlog. Ketekunan dalam memposting konten setiap hari membuat saya sering mendapat tawaran kerjasama dengan berbagai brand besar yang ada di Indonesia.

Dibalik dampak positif yang saya rasakan, Tiktok juga seringkali membawa pengaruh negatif bagi penggunanya. Seperti kurangnya konsentrasi dan minat belajar dari pelajar dan mahasiswa dikarenakan terfokus untuk bermain Tiktok. Disamping itu Tiktok juga sering digunakan oleh anak dibawah umur tanpa pengawasan orangtua sehingga anak dapat menonton sesuatu yang tidak pantas di umurnya. Inilah pentingnya pengawasan orangtua terhadap anak yang seharusnya belum cukup umur untuk mengakses aplikasi ini.

Beberapa bulan yang lalu, Tiktok juga mengadakan event bernama Tiktok Lite yang dapat menghasilkan uang puluhan juta. Event ini hanya berlangsung beberapa minggu, kemudian hilang hingga saat ini. Baik atau buruknya pengaruh suatu aplikasi bergantung pada penggunanya. Jika kita menggunakannya dengan bijak, maka kita akan dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat, begitupun sebaliknya.

Selain Tiktok, saya juga aktif berjualan online melalui salah satu E-Commerce yaitu Shopee. Produk yang saya jual ialah celengan target yang mendapatkan omset lebih dari 200 juta selama 6 bulan. Celengan tersebut terjual hingga lebih dari 6.000 pcs keseluruh Indonesia. Semua ini berawal dari kebosanan saya terhadap pandemi dan pembatasan-pembatasan yang diberlakukan masyarakat sehingga saya memutuskan untuk menciptakan suatu ide produk yang bernilai jual dan berguna bagi pembeli. Dalam berjualan online ini, saya masih menggunakan aplikasi Tiktok sebagai media promosi dengan cara membuat video produk lalu mempostingnya. Video tersebut ditonton ratusan ribu orang hingga produk ini bisa viral di Indonesia.

Di awal pandemi, saya juga sempat terjun ke dunia Youtube untuk membuat konten seperti a day in my life dan mendapatkan gaji dari Youtube. Namun sekarang saya kurang menekuninya karena untuk naik di Youtube saat ini adalah hal yang sulit. Sebab menurut pandangan saya, Youtube lebih dikuasai oleh kalangan artis dan selebriti. Namun jika kamu memiliki minat dan mau berusaha, maka tidak ada yang tidak mungkin.

Dari berbagai aplikasi dan media sosial yang saya gunakan, saya menjadi lebih dikenal oleh banyak orang dan sering mendapat kesempatan untuk menjadi pembicara dalam webinar. Ini adalah pengalaman yang sangat berharga bagi saya dan merupakan awal dari kesuksesan. Disamping itu, saya juga tidak boleh meninggalkan kuliah yang saat ini sudah masuk semester 5. Saya harus berpandai-pandai dalam membagi waktu sehingga kuliah dan kerja menjadi seimbang dan berjalan dengan lancar.

Menjadi content creator di media sosial bukanlah hal yang sulit. Kita hanya perlu menggali apa potensi yang ada di diri sendiri dan apa bakat serta kemampuan yang kita punya. Contohnya, jika kamu memiliki ketertarikan dibidang design/gambar maka kontenmu bisa berupa kegiatan saat sedang mendesain atau menggambar. Lalu tatalah video itu sedemikian rupa hingga terlihat menarik dan membuat orang-orang menyukainya. Namun tetap harus bijak dalam menggunakan media sosial.

Menjadi seorang content creator bukan hanya soal membuat video, namun juga dituntut untuk konsisten dan tanggungjawab. Setidaknya kita harus mampu membuat 3-4 video dalam seminggu agar media sosial yang kita miliki tetap terlihat aktif dan menarik. Lalu tanggungjawab disini artinya adalah jika suatu saat nanti kita mendapat tawaran kerjasama dengan oranglain, maka kita harus mampu mengerjakannya dengan batas waktu yang telah disepakati bersama.

Mewujudkan impian menjadi seorang content creator itu cukuplah mudah, yang sulit adalah konsisten dan tanggungjawab. Semakin dikenal orang, maka semakin banyak pula rintangan yang akan datang seperti dihujat oleh netizen hingga terlibat permasalahan dengan oranglain atau pihak brand. Semua ini bisa diatasi sebelum terjadi dengan cara tetap berhati-hati dan bijak dalam berkonten.

Di umur 21 tahun ini, saya sudah bisa membeli mobil dengan hasil usaha sendiri, membangun rumah, membeli berbagai fasilitas belajar dan barang-barang impian yang sebelumnya tidak saya miliki. Terkadang berada di titik ini terasa seperti mimpi, tapi inilah adanya. Jika kita mau dan berusaha maka tidak ada yang sia-sia. Maka segeralah manfaatkan sosial media yang kamu punya untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat tanpa merugikan orang lain.

Jadi media sosial dan E-Commerce yang dapat menghasilkan uang seperti pengalaman saya diatas ialah Tiktok, Youtube dan Shopee. Semua tidak instan dan memerlukan usaha yang cukup keras untuk mewujudkan impian menjadi seorang content creator atau selebgram. Lalu carilah konten yang kamu suka sehingga tidak ada rasa keberatan dalam menjalaninya nanti. Berpandai-pandai dalam menggunakan media sosial tanpa melakukan penyalahgunaan dan kerugian buat diri sendiri atau oranglain. (*)

/* Penulis adalah Mahasiswi Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Andalas.

Related posts