MINANGKABAUNEWS, RANG SOLOK BARALEK GADANG – Event Rang Solok Baralek Gadang merupakan ungkapan rasa syukur atas panen yang melimpah serta nagari aman damai sentosa.
Kolaborasi Walikota Solok, Ramadhani Kirana Putra dan Wakil Walikota Solok, Suryadi Nurdal, bersama Ketua DPRD Kota Solok, Fauzi Rusli, Niniak Mamak, Bundo Kanduang, Forkopimda, OPD, serta tokoh masyarakat, terciptalah kemasan Alek Nagari bernama RANG SOLOK BARALEK GADANG Tahun 2026 dengan tema “Sawah Dijago, Budayo di Pusako”, ini menjadi salah satu daya tarik wisatawan. Dan diharapkan menjadi festival yang mampu mendorong industri kreatif yang berbasis ketahanan pangan berbalutkan adat dan budaya serta kearifan lokal.
Di kenal dengan julukan “Kota Beras”, identitas itu terus dipertahankan meskipun saat ini Kota Solok telah tumbuh menjadi daerah urban, dimana sebagian wilayah tetap bertahan sebagai areal persawahan, dan wilayah yang masih bertahan sebagai areal persawahan ini dinamakan SAWAH SOLOK. Hal itu menjadi keunikan tersendiri bagi Kota Solok dimana lanskap pertanian menghampar diantara pemukiman dan perkantoran. Kondisi inilah yang dirayakan melalui “Rang Solok Baralek Gadang”. Masyarakat adat Solok adalah tulang punggung dari keberlangsungan kegiatan ini.
Rang Solok Baralek Gadang bertujuan mengokohkan identitas Kota Solok sebagai “Kota Beras” dengan budaya khas, yang menciptakan ruang rekreasi berbasis tradisi dan adat masyarakat agraris, menjadikan Kota Solok sebagai destinasi wisata agraris berbalut kearifan budaya lokal.
Rang Solok Baralek Gadang ini berlangsung selama empat hari, dimulai pada Sabtu, tanggal 11 Oktober 2026 hingga Hari Selasa, tanggal 13 Oktober 2026 di Lapangan Merdeka dan Sawah Solok. Semenjak pembukaan pada hari Sabtu, tanggal 11 Oktober 2026, antusiasme dan dukungan dari masyarakat Kota Solok begitu besar. Geliat ekonomi tumbuh dimana-mana, medsos ribut betapa meriahnya RSBG ini.
Berbagai even, tradisi kesenian maupun tradisi Bundo kanduang dalam kehidupan sehari juga digelar. Mulai dari tradisi Bakaua, tradisi turun ke sawah, tradisi saat panen, bararak, manjalang ka rumah mintuo, Alek Anak Daro, Malakekan Gala, yang dilengkapi dengan pakaian adat khas Solok dan Minangkabau. Semua hal ini menunjukan kuatnya budaya Rang Solok dalam menjaga tradisi, yang ditopang oleh peran Ninik Mamak, Bundo Kandung, tokoh masyarakat, pemuda, serta dukungan penuh Pemerintah Kota Solok dalam melestarikan adat dan budaya Rang Solok.
Ada juga ritual tulak bala, permainan rakyat (basilumuh, pacu upiah, batuang gilo, basikakeh roda basi), pameran (pameran alang-alang/layang-layang, instalasi jerami), pertunjukan, pawai (arak bako, makan nasi baronjin). Untuk pelaksanaannya akan berkolaborasi dengan Pemerintah, Akademisi, Komunitas/Masyarakat, Bisnis, Media dan Agregator (Hexahelix).
Untuk Sumatera Barat bahkan mungkin di Indonesia, satu-satunya Pemerintahan Daerah yang mengikutsertakan Ninik Mamak dalam pengambilan keputusan dalam mufakat musyawarah, adalah Kota Solok. Dampaknya apa, nagari aman, nyaman, tenteram, dan indah. Kita juga bisa melihat langsung pada kalender Kharisma Even Nusantara (KEN), berupa “RANG SOLOK BARALEK GADANG” yang saat ini sedang digelar di Kota Solok.
Sudah dua hari berlalu, banyak tontonan adat dan budaya, kesenian, even olahraga, dan kebersamaan yang dilihat. Selain peningkatan ekonomi UMKM, juga berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan ke Kota Solok. Bukan itu saja, dengan even “Rang Solok Baralek Gadang” ini, Kota Solok makin dikenal dibelahan dunia lain bahkan sangat mudah mencari Kota Solok di Google Map.
Pada hari ketiga, Senin 12 Oktober 2026, digelar “Seminar Kubuang Tigo Baleh” yang diikuti guru di Kota Solok dan diselenggarakan di SKB. Kemudian ada “Kunjungan Wisata” dengan bus yang telah disiapkan Pemerintah Kota Solok di Lapangan Merdeka. Ada juga “Permainan Anak Nagari” yang memainkan permainan tradisional “Congkak/Congklak”.
Ada musik Asamble di SMP 3 Kota Solok, Tari yang dimainkan sanggar Pemenan Puti Tingga, Solo Song oleh SDN VI Suku, Tari oleh sanggar Puti Karang Manih, Randai dan Tari oleh SMPN 4 Kota Solok, Tari oleh sanggar Palito Rumah Gadang, SMAN 1 dan SMPN 3 Kota Solok.
Solo Song oleh SDN 01 Tanah Garam, Tari Piriang Hoyak Badantiang oleh SMAN 1 Kota Solok, Randai oleh sanggar Siti Baheram, dan Festival Silek dan Silek Tuo oleh 30 sasaran silek di Kota Solok. Semua ini dikemas dalam perhelatan Akbar RANG SOLOK BARALEK GADANG.
Selasa, 13 Oktober 2026, merupakan hari terakhir dan penutupan pagelaran Rang Solok Baralek Gadang di Kota Solok. Pada sesi penutupan yang dihadiri Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, dimulai jam 19.30 – 22.30, tidak kalah menarik. Di mana pada sesi penutupan ini disemarakan dengan penampilan kesenian anak nagari dan kehadiran KEVIN BERSAMA EDI COTOK di Lapangan Merdeka.
Sebelumnya, Jam 09.00 Wib digelar permainan anak nagari, dilanjutkan dengan Tari, Solo Song, Komposisi Musik, Drama Musikal, Randai, Tari Pamenan oleh Galatiak, Randai, Cerita Rakyat, dan Tari Piriang oleh Group Randai Perantauan, serta Milenial Mambatiak. Semua agenda ini dimainkan oleh para siswa/i SMPN dan SMAN di Kota Solok plus sanggar.
Kesimpulannya, tema “SAWAH DIJAGO, BUDAYO DIPUSAKO” menekankan pada anak kemenakan Rang Solok untuk terus menjaga dan mempertahankan adat dan budaya serta tanah leluhur berupa Pusako Tinggi dalam bentuk hamparan Sawah Solok yang menjadi ciri khas Rang Solok.***







