Ratapan Petani Semakin Menjadi, Harga Pinang Bertahan Rp.2000-3000 per kilogram

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.COM, MENTAWAI – Ratapan tangis petani khususnya Pinang tampaknya semakin menjadi. Harga buah Pinang kering saat ini khususnya di Kabupaten Kabupaten Kepulauan Mentawai Sumbar berkisar Rp. 2000 – Rp 3000 per kilogramnya.

Diketahui sebelumnya, harga Pinang dalam beberapa bulan lalu, bertahan Rp. 3000 – Rp 4.000. Dan saat ini terjadi lagi turun harga merosot sangat jauh, turun hingga 80 persen dari harga buah pinang sebelumnya.

Read More

Hal ini juga dikeluhkan, salah satu pengusaha pembeli buah pinang di Tuapejat Barutu menyebutkan, buah pinang saat ini memang sedang mengalami turun harga, saat ini rata rata Rp 2000 hingga Rp.3000 perkilogramnya.

Sudah beberapa bulan ini, sejak bulan April tahun 2022, harga Pinang turun tajam, dan belum dapat informasi dari gudang akan naiknya harga Pinang kedepannya, ujar pedagang, Senin (07/11/2022).

Petani pinang yang ada dibeberapa wilayah di Kabupaten Kepulauan Mentawai kini hanya bertahan tidak menjual stok pinang yang dikumpulkan. Namun terkadang dengan ekonomi yang serba sulit ini, buah pinang tetap dijual walaupun harganya sangat murah.

Apa lagi jelang Natal dan tahun baru 2022, petani semakin menjerit. Mau tidak mau buah pinang yang distokkan harus dijual demi biaya natal dan tahun baru meskipun harganya murah.

Turunnya harga Komoditi seperti Pinang dan Kopra dan yang lainnya, tidak sebanding dengan harga barang yang saat ini mengalami kenaikan harga termasuk BBM saat ini juga naik. Dalam hal ini petani semakin tertekan dengan harga Pinang dan barang yang tidak seimbang.

Seperti petani Betara di Jambi mengungkapkan, alasan harga Pinang jadi murah seperti saat ini, dikarenakan tidak lancarnya pengiriman keluar atau eskpor.

Dan akhirnya Pinang muda jadi solusi panen yang lebih baik. Petani Pinang Betara tidak lagi memanen buah yang tua. Namun petani melakukan panen mudah yang memiliki harga yang cukup tinggi saat ini. (Tirman)

Related posts