MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Suasana haru dan semangat membalut penutupan Pesantren Bunda Solehah di Masjid Muhajirin, Perumnas Belimbing, Minggu (22/2) sore. Selama tiga hari, sejak Jumat pagi, ratusan kaum ibu dari berbagai penjuru Kuranji rela meninggalkan kesibukan dapur dan rumah tangga demi “sekolah agama” yang tak biasa ini.
Mereka duduk rapi, menyimak tausiah, belajar mengaji, hingga berdiskusi tentang dinamika rumah tangga. Tapi di balik kelembutan sorak mereka, Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, justru melontarkan pesan keras yang menggetarkan hati.
“Dalam hidup bertetangga, jangan sampai hati ini jadi sempit. Ada yang gelisah karena tetangga bikin rumah, ada yang iri karena orang lain beli mobil baru. Jangan biarkan penyakit hati itu tumbuh di sini,” ujar Muharlion di hadapan para jamaah, minggu sore.
Kalimat itu sontak membuat suasana hening. Ya, pesantren kali ini tidak hanya bicara soal ibadah vertikal, tapi juga bagaimana menjadi ibu yang mampu merawat kebersihan hati di tengah hiruk-pikuk kehidupan perumahan.
Muharlion menegaskan, kaum ibu adalah pilar utama ketahanan keluarga. Jika hatinya bersih, rumah tangga akan damai. Jika hatinya kotor karena iri dan dengki, maka lingkungan pun ikut panas.
Kegiatan yang diikuti 120 orang ini ternyata bukan sekadar pengajian biasa. Pesertanya membeludak hingga ke RW tetangga. Ketua RW 12, Sawir Pribadi, sampai geleng-geleng kepala melihat antusiasme para ibu yang rela berdesakan demi mendapatkan siraman rohani.
“Ini bukti bahwa kaum ibu haus akan pembinaan. Mereka ingin jadi istri dan ibu yang lebih baik, tapi juga ingin jadi tetangga yang saling menguatkan,” katanya.
Senada dengan itu, Ketua Umum Pengurus Masjid Muhajirin, Nasril, menambahkan bahwa ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anak. Jika madrasahnya kuat, maka generasi yang lahir pun akan tangguh.
Penutupan pesantren ditandai dengan doa bersama dan salaman hangat antarjamaah. Tak ada air mata, tapi ada tekad baru yang mengendap di dada masing-masing: menjadi perempuan yang tak hanya salehah secara pribadi, tapi juga jadi penyejuk di tengah lingkungan.






