Ratusan Warga Betaet Masih Bertahan di Pengungsian, PMI Sumbar Kembali Salurkan Bantuan Terpal

MINANGKABAUNEWS.COM, MENTAWAI – Melihat kebutuhan warga yang terdampak gempa bumi di Betaet Kecamatan Siberut Barat Kabupaten Kepulauan Mentawai, Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sumatera Barat kembali menyalurkan bantuan berupa tenda Terpal.

Bantuan dari PMI tersebut langsung disalurkan oleh relawan PMI Kabupaten Kepulauan Mentawai di Kecamatan Siberut Barat yang langsung diterima oleh Camat Jop Sirirui di Posko Lapangan bersama unsur pemerintahan setempat.

Read More

“Ada sebanyak 50 Pcs bantuan terpal yang kita salurkan untuk warga terdampak gempa bumi dibeberapa lokasi di pengungsian”, ujar Kepala Markas PMI Provinsi Sumbar Hidayatul Irwan, Kamis (22/09/2022).

Kamarkas mengatakan, sebelumnya PMI sudah menyalurkan bantuan terpal 50 Pcs tahap pertama, dan tahap kedua sebanyak 50 Pcs juga kembali kita salurkan, jadi jumlah 100 Pcs, terangnya.

Bantuan terpal 50 Pcs langsung disalurkan oleh relawan PMI Kabupaten Kepulauan Mentawai di lokasi Betaet Siberut Barat bersama Tim kesehatan Yellow Clinic yang bekerja sama memberikan layanan gratis untuk warga, ujar Dayat yang begitu akrab disapa itu.

Sementara, Camat Siberut Barat Jop Sirirui turut mengucapkan terimakasih atas bantuan terpal dari PMI Provinsi Sumbar. Menurut Camat, Terpal itu sendiri sangat dibutuhkan oleh masyarakat di pengungsian.

“Mewakili pemerintahan Kecamatan Siberut Barat saya mengucapkan terimakasih atas bantuan terpal dari PMI Provinsi Sumbar terkhusus PMI Kabupaten Kepulauan Mentawai, karena ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat kita di pengungsian”, ucap Jop Sirirui setelah serah terima bantuan secara simbolis di Posko Lapangan kantor Camat, Kamis (22/09/2022).

Diketahui, saat ini, masih banyak warga yang masih tetap bertahan di pengungsian, dibeberapa dusun seperti, Simalegi Muara Utara dan Selatan, Simalegi tengah, Sakaladdat, termasuk di Desa Simatalu di Dusun Limu, Saikoat, Bojo termasuk warga di Kecamatan Betaet sebagian warga masih mengungsi khususnya pada malam hari. (Tirman)

Related posts