Reses Masa Sidang II, Efrianto Dt. Rajo Panjang Dengar Langsung Aspirasi Atlet Dayung Pessel

PAINAN — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pesisir Selatan Daerah Pemilihan (Dapil) I, Efrianto, S.Si Dt. Rajo Panjang, menggelar kegiatan Reses Masa Sidang II Tahun 2025/2026 bersama pengurus dan atlet Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kabupaten Pesisir Selatan, Rabu (4/2/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di lingkungan sekretariat PODSI Pesisir Selatan dan dihadiri oleh pengurus, atlet, serta sejumlah pemerhati olahraga dayung.

 

Reses ini menjadi momentum penting bagi Efrianto untuk menyerap aspirasi secara langsung dari insan olahraga, khususnya cabang olahraga dayung yang selama ini menjadi salah satu cabang potensial pengharum nama daerah Pesisir Selatan di tingkat provinsi maupun nasional. Suasana reses berlangsung terbuka dan penuh dialog, mencerminkan semangat kebersamaan antara wakil rakyat dan masyarakat olahraga.

 

Dalam sambutannya, Efrianto menyampaikan bahwa reses bukan sekadar kewajiban konstitusional anggota DPRD, melainkan ruang strategis untuk mendengar secara langsung persoalan riil yang dihadapi masyarakat di lapangan. Ia menegaskan bahwa aspirasi dari dunia olahraga memiliki nilai penting dalam pembangunan sumber daya manusia di daerah.

 

Menurut Efrianto, olahraga dayung memiliki potensi besar di Kabupaten Pesisir Selatan mengingat kondisi geografis wilayah yang didominasi oleh sungai, laut, dan perairan terbuka. Namun, potensi tersebut perlu didukung dengan pembinaan yang berkelanjutan serta perhatian serius dari pemerintah daerah.

 

“Dalam reses ini, saya menerima banyak aspirasi dari pengurus dan atlet PODSI. Aspirasi tersebut akan saya catat dan perjuangkan agar dapat ditindaklanjuti melalui mekanisme yang ada di DPRD,” ujar Efrianto di hadapan peserta reses.

 

Efrianto juga menegaskan bahwa dirinya memahami secara langsung dinamika pembinaan olahraga dayung. Hal itu tidak terlepas dari pengalamannya yang pernah berada di posisi pembinaan PODSI sebelumnya, sehingga ia mengetahui tantangan yang dihadapi, mulai dari keterbatasan sarana prasarana hingga kebutuhan peningkatan kualitas atlet.

“Karena saya sudah pernah berada di posisi pembinaan PODSI sendiri, saya tahu betul apa yang dirasakan oleh para atlet dan pengurus. Oleh sebab itu, aspirasi yang disampaikan hari ini bukan hal asing bagi saya,” ungkapnya.

 

Ia menambahkan bahwa pembinaan olahraga tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan perencanaan jangka panjang, konsistensi anggaran, serta sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan organisasi olahraga. Efrianto menilai, tanpa dukungan kebijakan yang jelas, prestasi olahraga sulit berkembang secara maksimal.

 

Dalam sesi dialog, para atlet dan pengurus PODSI menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi selama ini. Aspirasi tersebut meliputi kebutuhan peralatan dayung yang layak, peningkatan fasilitas latihan, serta dukungan anggaran untuk mengikuti kejuaraan di tingkat provinsi dan nasional.

 

Ketua Pengcab PODSI Pessel Raflenofa Yulanda, didampingi Sekretaris PODSI Pessel Hendri Supandi mengatakan menyampaikan bahwa perhatian dari DPRD sangat diharapkan, terutama dalam mendorong kebijakan yang berpihak pada pembinaan atlet daerah. Menurutnya, banyak atlet potensial yang belum dapat berkembang optimal akibat keterbatasan dukungan.

 

Sekretaris PODSI Pesisir Selatan menjelaskan bahwa selama ini para atlet berlatih dengan sarana yang terbatas, bahkan sebagian peralatan sudah tidak layak pakai. Kondisi tersebut tentu berpengaruh terhadap performa atlet saat mengikuti kejuaraan.

 

Selain sarana dan prasarana, pengurus PODSI juga menyoroti pentingnya program pembinaan usia dini sebagai langkah strategis mencetak atlet berprestasi di masa depan. Mereka berharap adanya dukungan regulasi dan anggaran yang berkesinambungan dari pemerintah daerah.

 

Menanggapi hal tersebut, Efrianto menyatakan komitmennya untuk mengawal aspirasi yang disampaikan agar dapat masuk dalam pembahasan di DPRD, khususnya melalui fungsi anggaran dan pengawasan. Ia menegaskan bahwa olahraga merupakan bagian penting dari pembangunan daerah.

 

Efrianto juga mendorong agar organisasi olahraga seperti PODSI terus aktif membangun komunikasi dengan pemerintah daerah, sehingga setiap persoalan dapat disampaikan secara terbuka dan dicarikan solusi bersama. Ia menilai sinergi adalah kunci utama kemajuan olahraga daerah.

 

Dalam kesempatan itu, Efrianto turut mengapresiasi dedikasi para atlet dan pelatih yang tetap bersemangat berlatih meskipun dengan keterbatasan. Menurutnya, semangat juang tersebut harus dibarengi dengan perhatian nyata dari pemerintah.

Ia menambahkan bahwa DPRD memiliki peran strategis dalam memastikan kebijakan daerah berpihak pada peningkatan prestasi olahraga. Oleh karena itu, aspirasi dari PODSI akan menjadi bahan penting dalam penyusunan program pembangunan ke depan.

 

Reses ini juga dimanfaatkan oleh Efrianto untuk memberikan motivasi kepada para atlet agar terus berlatih dan menjaga semangat juang. Ia menegaskan bahwa prestasi atlet tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga mengharumkan nama daerah Pesisir Selatan.

 

Para atlet yang hadir menyambut positif pelaksanaan reses tersebut. Mereka berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi forum penyampaian aspirasi, tetapi juga menghasilkan tindak lanjut konkret dalam bentuk kebijakan dan program nyata.

 

Pengurus PODSI Pesisir Selatan menyampaikan terima kasih atas kehadiran Efrianto yang telah meluangkan waktu untuk mendengar langsung aspirasi dari insan olahraga dayung. Mereka menilai kehadiran wakil rakyat memberikan harapan baru bagi kemajuan cabang olahraga tersebut.

 

Menurut pengurus, perhatian legislatif sangat dibutuhkan agar pembinaan olahraga tidak hanya menjadi tanggung jawab organisasi, tetapi juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya.

 

Reses Masa Sidang II ini dinilai sebagai langkah positif dalam memperkuat hubungan antara DPRD dan masyarakat, khususnya komunitas olahraga. Melalui dialog terbuka, berbagai persoalan dapat diidentifikasi secara langsung.

 

Efrianto menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang diterima akan dirangkum dan disampaikan secara resmi dalam laporan reses DPRD. Ia berkomitmen untuk memperjuangkan aspirasi tersebut sesuai dengan kewenangan yang dimilikinya.

 

Ia berharap, melalui kolaborasi yang baik antara DPRD, pemerintah daerah, dan organisasi olahraga, prestasi olahraga dayung Pesisir Selatan dapat terus meningkat dan mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.

 

Kegiatan reses tersebut diakhiri dengan diskusi ringan dan foto bersama antara Efrianto, pengurus PODSI, dan para atlet. Suasana kebersamaan yang terbangun diharapkan menjadi awal dari perhatian yang lebih besar terhadap pembinaan olahraga dayung di Kabupaten Pesisir Selatan.

Related posts