Resmi Dibuka, 80 Remaja Ikuti LKM Perdana Prima DMI Kabupaten Solok

  • Whatsapp
Suasana pembukaan Latihan Kader Masjid Prima DMI Solok di Balai Pondok Pemuda, Lubuk Salasiah (Foto: Dok. Istimewa)

MINANGKABAUNEWS.COM — Latihan Kader Masjid (LKM) Perhimpunan Remaja Masjid Dewan Masjid Indonesia (Prima DMI) Kabupaten Solok resmi diselenggarakan di Pondok Pemuda, Lubuk Selasih, Kabupaten Solok, selama 28-30 Mei mendatang.

Ketua Panitia Gustian Zaid dalam laporannya menyampaikan pelatihan ini diikuti oleh 80 orang peserta yang berasal dari 14 kecamatan yang ada di Kabupaten Solok. Ia juga menyampaikan acara ini bertemakan Pengokohan Spirit Memakmurkan dan Dimakmurkan Masjid: Menciptakan Kader Masjid sebagai Pelopor Peradaban.

Read More

“Kita berharap semoga peserta kali ini dapat menjadi pelopor dan meneruskan kegiatan memakmurkan masjid di lingkungan tempat tinggal masing-masing,” harapnya, Jum’at (28/05).

Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua Umum Prima DMI Kabupaten Solok, Akmal Affani menyebutkan Prima DMI merupakan anak organisasi dari organisasi Dewan Masjid Indonesia. Untuk pertama kalinya, Prima DMI dideklarasikan pada tahun 2015 di Masjid Istiqlal Jakarta.

“Tujuan didirikannya organisasi ini adalah untuk pemersatu pemuda Islam dalam rangka menigkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT melalui memakmurkan masjid semenjak dari remaja,” sebutnya.

Ia juga mengungkapkan, LKM ini bertujuan untuk menciptakan generasi yang mau dimakmurkan dan memakmurkan masjid. Ia berharap alumni peserta LKM perdana ini dapat berkontribusi terhadap jalannya kegiatan keagamaan di lingkungan tempat tinggalnya.

“Semoga juga peserta pelatihan ini dapat juga membentuk Prima DMI di kecamatannya masing-masing,” harapnya.

“Ini adalah latihan kader masjid pertama di Sumatera Barat dan semoga dapat berlangsung dalam tiap tahunnya, apapun yang menjadi halangan dan rintangan tidak menyurutkan langkah Prima DMI untuk melakukan perkaderan dengan moto dimakmurkan dan memakmurkan masjid,” ungkapnya.

Syamsir selaku Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Solok mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh remaja atau pemuda Prima DMI Kabupaten Solok. Ia juga mengapresiasi kepada remaja-remaja yang mengikuti pelatihan ini yang melebihi dari target jumlah awalnya.

“Memang bilanama disebut nama masjid, maka mereka semangat memakmurkan masjid bahkan minta dilakukan pelatihan lagi, ini yang saya lihat dan dengar dari yang lainnya,” katanya.

Ia menyebut, nama kader melebihi nama dari sekedar peserta pelatihan saja. Ia menginginkan alumni pelatihan kader ini menjadi pelopor dan menjadi pengurus masjid-masjid yang ada di Kabupaten Solok nantinya.

“Dikader lebih tinggi prosesnya daripada sekedar dilatih saja, kader ini yang juga akan mengajak remaja-remaja lainnya untuk menjauhi kenalan remaja yang ada di Kabupaten Solok ke depannya,” katanya.

Sementara itu, Zulkifli mewakili Kantor Kementerian Agama Kabupaten Solok, dalam sambutan sekaligus pembukaannya mengatakan, problamatika bangsa Indonesia terutama umat Islam hari ini ada empat.

Diantaranya adalah rapuhnya ukhuwah Islamiyah antar sesama umat Islam, banyak terjadinya dekadensi moral di kalangan remaja, rapuhnya semangat beribadah pada remaja, bagaimana mungkin orang yang jauh dari ibadah mampu mengajak orang lain beribadah.

“Empat hal inilah yang harus diselesaikan oleh remaja kita, remaja adalah man of analisys and solutions, remaja adalah orang yang semangatnya menggebu-gebu, jalannya tegap, pandangannya jauh ke depan,” katanya.

Ia mengajak Prima DMI juga melakukan kegiatan-kegiatan lainya seperti gerakan sadar wakaf uang, dan masih banyak lagi agenda-agenda keagamaan dari umat dan untuk umat Islam yang berkonsep ekonomi keumatan, kerakyatan dan syariah.

“Silakan lakukan kerjasama dengan badan atau lembaga terkait, tingkatkan kepercayaan dan kualitas diri, semoga Prima DMI mampu menjadi andalan remaja dan umat Islam di Kabupaten Solok,” harap Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (KASI BIMAS) Kankemenag Kabupaten Solok.

Related posts