MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Kegagalan kadang adalah cara Tuhan menunjukkan jalan yang lebih indah. Itulah yang saat ini dirasakan oleh Buya Solsafad, Pimpinan Pondok Tadabbur Alquran Sungai Sapiah. Sebuah musibah politik organisasi berbuah berkah bagi umat.
Cerita ini bermula pada Desember 2022 silam. Saat itu, Buya Solsafad tidak terpilih menjadi pimpinan PWM Sumatera Barat periode 2025-2030. Namun, angin segar justru berembus tak lama setelahnya. Tepatnya pada 18 Maret 2023, peletakan batu pertama Pondok Tadabbur Alquran dilakukan di Sungai Sapiah.
Diatas lahan seluas 16 x 12 meter persegi, berdiri kokoh sebuah pusat kajian yang kini menjadi denyut nadi baru kegiatan keagamaan di Sumbar. Yang menarik, pembangunan fisiknya ditopang oleh bantuan sebesar 25 juta rupiah dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
“Di sinilah kita pusatkan kajian Islam. Makan pun kita sudah punya dapur di sini. Mari kita manfaatkan fasilitas ini sebaik-baiknya,” ujar Buya Solsafad dengan semangat saat memandang bangunan tersebut, Senin (16/3/2026).
Sore itu, suasana Pondok Tadabbur Alquran tampak lebih hidup dari biasanya. Para pengurus pondok menggelar acara silaturahim dan buka bersama dengan jajaran pengurus Korp Mubaligh Muhammadiyah (KMM). Gedung sederhana itu dipenuhi gelak tawa dan diskusi hangat para da’i.
Di tengah kehangatan berbuka, Ustad Hafizurrahman yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Tabligh PWM Sumbar tak bisa menyembunyikan kegelisahannya. Di hadapan para hadirin, ia “curhat” tentang mandeknya program unggulan mereka.
“Sinergitas itu penting. Lihat saja program kita, program 2000 ustad bersertifikat itu sempat tersendat di jalan. Kita butuh tempat, butuh kolaborasi. Dan hari ini, kita melihat jawabannya ada di Pondok Tadabbur Alquran Sungai Sapiah ini,” curhat Ustad Hafizurrahman disambut anggukan setuju para mubaligh.
Mendengar itu, Ketua Korp Mubaligh Muhammadiyah (KMM) Sumbar, Suprizen, langsung buka suara. Ia mengungkapkan bahwa ke depannya KMM akan menggelar pelatihan dan mudzakarah rutin di lokasi tersebut.
“Alhamdulillah, semua ini bisa difasilitasi. Ada peran penting dari Ketua DPRD, Bapak Muhidi, yang berkomunikasi intens dengan Buya Solsafad. Beliau (Muhidi) yang membantu kelancaran fasilitas ini untuk kita,” ungkap Suprizen memberi kredit khusus.
Pondok Tadabbur Alquran ini dirancang bukan hanya sekadar tempat singgah, tetapi sebagai markas para penceramah. Rencananya, tempat ini akan menjadi pusat pertemuan para ustad, serta pusat kegiatan takfizh, tahsin, dan tadabbur Alquran bagi jemaah.
Dari sebuah ruangan yang lahir pasca kekalahan, kini hadir harapan baru bagi ratusan ustad di Sumatera Barat. Sungai Sapiah, perlahan tapi pasti, menjelma menjadi sentral peradaban para penghafal Alquran.






