MINANGKABAUNEWS.COM, MENTAWAI – Ribuan batang bibit kelapa bantuan dari aspirasi Anggota DPR RI Alex Indra Lukman tiba di Pantai Dusun Tiniti Desa Sigapokna Kecamatan Siberut Barat Kepulauan Mentawai Sumatera Barat.
Informasi dari Kepala Desa Sigapokna Elias Piau menyebutkan, bahwa bantuan bibit kelapa itu sebanyak 3.010 batang bibit. Bibit itu sebagai bibit pengganti yang rusak. Yang mana saat penyaluran bibit pada bulan lalu banyak bibit yang tidak sesuai dan tak layak tanam.
Untuk memastikan keadaan, serah terima bibit yang berlangsung di pantai desa setempat turut didampingi oleh PPL. Dan bantuan diterima dengan baik dan kondisi segar siap dan layak tanam.
Tenaga Ahli DPR RI Yonathan Sirait berharap agar setiap bantuan pemerintah yang ada dapat dikawal dalam setiap proses pengadaan hingga pendistribusiannya kepada masyarakat, sehingga tidak lagi terjadi hal serupa.
Dia juga turut mengapresiasi adanya koordinasi baik yang dilakukan Dinas Pertanian Kabupaten Mentawai dalam permohonan permintaan pengganti bibit kelapa sebelumnya yang sangat memang dibutuhkan oleh masyarakat kelompok tani.
“Total bibit pengganti sebanyak 3.010 batang dengan 2 kelompok penerima. Kelompok Kompak menerima 2000 batang bibit, sementara Kelompok Semangat 1.010 batang”, ujar Kepala Desa Sigapokna kepada Minangkabaunews.com Via WhatsApp. Saptu (07/03/2026)
Bibit kelapa berlabel jenis KELAPA DALAM Unggul Lokal yang berasal dari produsen Gemilang Jaya Persada Desa Cibodas Kecamatan Pelabuhan Ratu Kabupaten Sukabumi Jawa Barat.
Dikatakan Kades, bibit kelapa yang diterima saat ini sebagai pengganti bibit yang kemarin sangat diterima oleh warga kelompok tani penerima bantuan.
“Ini baru bibit dan kondisi bibitnya sangat bagus dan layak tanam, sehingga kelompok penerima sangat berterimakasih kepada pihak yang telah menyalurkan bantuan bibit kepada kelompok tani “, ucap Elias Piau.
Dua kelompok penerima bantuan kini merasa bangga dan menerima bantuan bibit dengan senang hati. Kepala desa juga menyebutkan bibit kelapa yang saat ini diterima warganya harus ditanam dan dimanfaatkan dengan baik sebagai aset peningkatan ekonomi dimasa depan.
“Mari kelompok tani harus memanfaatkan peluang ini, bibit kelapa yang diterima harus ditanam, dipelihara dan harus menghasilkan buah yang dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga “, pungkasnya. (Tirman)






