Rp33 Triliun Hancur! Ini Langkah Penting Pemerintah Pulihkan Sumbar Pasca Bencana

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, AGAM — Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Republik Indonesia, Pratikno, didampingi Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah, melakukan kunjungan kerja penting ke Kabupaten Agam pada Sabtu (24/1/2026). Agenda utama kunjungan ini adalah meresmikan hunian sementara (huntara) bagi korban bencana dan meninjau langsung progres pemulihan pascabencana di wilayah tersebut.

Peresmian huntara yang dipusatkan di Kecamatan Palembayan, Agam, turut disaksikan secara daring oleh perwakilan daerah terdampak lainnya, seperti Padang Pariaman, Lima Puluh Kota, dan Pesisir Selatan. Langkah ini menandai fase kritis dalam upaya memulihkan kehidupan ribuan warga yang kehilangan tempat tinggal.

Sebelum peresmian, digelar pertemuan evaluasi di Balairung Rumah Dinas Bupati Agam yang dihadiri pimpinan lintas lembaga, termasuk Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, Bupati Agam Benny Warlis, dan unsur Forkopimda Sumbar. Dalam pertemuan itu, Menko PMK Pratikno mengungkapkan instruksi langsung Presiden Joko Widodo untuk membangun kembali dengan standar yang lebih baik dan lebih aman.

“Presiden menekankan, rehabilitasi dan rekonstruksi harus berbasis data akurat, termasuk data geospasial dan by name by address. Tujuannya jelas: agar pembangunan tidak lagi dilakukan di kawasan yang berisiko tinggi,” tegas Pratikno.

Ia juga menjelaskan mekanisme terpadu penanganan pascabencana, di mana data kerusakan diverifikasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dengan dukungan teknologi dari BRIN dan BIG, memastikan bantuan tepat sasaran.

Sementara itu, Gubernur Mahyeldi menyampaikan gambaran kerusakan yang mencengangkan: total kerugian diperkirakan mencapai Rp33 triliun, dengan 15 kabupaten/kota terdampak. Agam, Tanah Datar, dan Padang Pariaman menjadi wilayah dengan tingkat kehancuran tertinggi.

“Untuk rehabilitasi dan rekonstruksi, kami membutuhkan anggaran sekitar Rp21,4 triliun yang mencakup perbaikan infrastruktur, permukiman, hingga sektor ekonomi dan mitigasi bencana ke depan,” papar Mahyeldi. Ia secara khusus menyoroti urgensi pembangunan sabo dam dan cek dam di Agam dan Tanah Datar sebagai benteng pertahanan dari ancaman banjir dan lahar di masa datang.

Dari sisi logistik dan layanan darurat, Kepala BNPB Suharyanto memastikan bahwa distribusi bantuan telah beralih ke jalur darat dan kondisi pasokan aman. Layanan dasar seperti listrik, air bersih, komunikasi, serta kesehatan dilaporkan hampir pulih sepenuhnya.

Peresmian huntara ini bukan sekadar simbolis, melainkan titik awal pemulihan yang lebih sistematis. Dengan sinergi pusat-daerah yang diperkuat, diharapkan Sumbar tidak hanya bangkit, tetapi juga tumbuh menjadi daerah yang lebih tangguh dan siap menghadapi tantangan alam di masa depan.

Related posts