Rp33,5 Triliun Hancur! Sumatera Barat Porak-Poranda Diterjang Bencana, Ini Sektor yang Terparah

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, PADANG –Bencana alam yang melanda Sumatera Barat pada akhir November 2025 telah meninggalkan luka mendalam secara ekonomi. Pemerintah Provinsi Sumbar baru saja merilis angka kerugian dan kerusakan yang mencengangkan: total Rp33,5 triliun.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi, memaparkan rincian data di Padang, Jumat (16/1). Dari angka fantastis tersebut, Rp15,63 triliun merupakan nilai kerusakan fisik, sementara kerugian ekonomi mencapai Rp17,91 triliun. “Angka ini menunjukkan besarnya beban yang harus ditanggung dan harus menjadi dasar kebijakan rehabilitasi dan rekonstruksi,” tegas Mahyeldi.

Infrastruktur menjadi sektor yang paling terpukul, dengan kerugian menembus Rp14,16 triliun. Kerusakan pada sektor vital ini dikatakan gubernur sangat mempengaruhi aktivitas harian masyarakat.

Tidak hanya itu, permukiman warga juga mengalami kehancuran signifikan dengan kerusakan senilai Rp1,45 triliun. “Ini menggambarkan dampak langsung yang dirasakan masyarakat di lingkungan tempat tinggal mereka,” ujar mantan Wali Kota Padang itu.

Dampak lainnya juga merambat ke sektor ekonomi dan sosial. Aktivitas ekonomi lumpuh dengan kerusakan Rp813 miliar dan kerugian Rp1,46 triliun, sementara sektor sosial mencatat kerusakan Rp347 miliar dan kerugian Rp255 miliar.

Dari 16 wilayah terdampak, Kabupaten Agam menanggung beban terberat dengan total kerugian dan kerusakan Rp10,49 triliun. Wilayah lain yang juga porak-poranda adalah Padang Pariaman (Rp5,48 triliun), Kota Padang (Rp4,88 triliun), Solok (Rp3,09 triliun), Tanah Datar (Rp2,94 triliun), dan Pesisir Selatan (Rp1,56 triliun).

“Angka-angka ini menjadi potret nyata besarnya upaya yang diperlukan untuk memulihkan kehidupan masyarakat dan membangun kembali semua sektor yang hancur,” pungkas Mahyeldi, menekankan skala tantangan pemulihan yang dihadapi Ranah Minang.

Related posts