Sanksi Tegas Gubernur Sumbar: ASN Pengguna Narkoba Siap-siap Dipecat!

MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Suasana tegas terpancar dari wajah Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, saat ia berdiri di tengah aparat penegak hukum di Mapolda Sumbar, Selasa siang. Di hadapannya, puluhan bungkus barang bukti narkotika jenis sabu dengan total berat lebih dari 6,4 kilogram dimusnahkan satu per satu. Namun, di sela-sela pemusnahan barang haram itu, Mahyeldi melayangkan “tembakan peringatan” keras kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Sumbar.

Dengan nada yang tidak main-main, orang nomor satu di Sumbar itu menegaskan bahwa tidak ada ruang aman bagi para abdi negara yang bermain dengan narkoba. Ia mengingatkan, status ASN adalah pelayan publik yang seharusnya menjadi cermin perilaku baik bagi masyarakat, bukan justru tenggelam dalam lingkaran hitam narkotika.

Read More

“Jangan coba-coba. Jika ada ASN yang terbukti terlibat, sanksi tegas sudah menanti. Bahkan, pemecatan adalah konsekuensi yang sangat mungkin terjadi,” ujar Mahyeldi dengan sorot mata tajam, seolah hendak menembus ruang kerja para birokrat di Sumbar.

Pernyataan keras ini ia sampaikan bukan tanpa alasan. Angka peredaran narkoba di Ranah Minang dinilai sudah sangat memprihatinkan dan mengancam generasi muda. Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyaksikan langsung kinerja jajaran Polda Sumbar yang dalam sebulan terakhir berhasil menggagalkan peredaran puluhan kilogram sabu. Apresiasi setinggi langit ia berikan kepada kepolisian, namun ia sadar, perang melawan narkoba tidak bisa hanya diserahkan kepada aparat.

“Ini musuh bersama. Pemberantasan narkoba harus dimulai dari hulu hingga hilir, dari keluarga, sekolah, hingga nagari. Edukasi dan pencegahan harus kita galakkan berdampingan dengan penindakan hukum,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakapolda Sumbar, Solihin, memaparkan rincian pengungkapan yang membuat bulu kuduk merinding. Dalam kurun waktu Februari 2026 saja, Ditresnarkoba berhasil membongkar tiga jaringan besar. Dua di antaranya bahkan berhasil ditangkap di pintu gerbang udara Sumbar, Bandara Internasional Minangkabau (BIM), satu lagi di wilayah Kota Padang.

Dari tangan kelima tersangka, polisi menyita 33 paket sabu siap edar dengan bobot luar biasa, 6,4 kilogram. Jika satu gram sabu bisa menghancurkan masa depan satu orang, maka barang bukti ini cukup untuk merenggut masa depan ribuan anak muda Sumbar.

“Kami tidak akan berhenti. Ini adalah bentuk keseriusan kami menyelamatkan generasi penerus bangsa,” tegas Solihin, didampingi jajaran TNI, Bea Cukai, dan tokoh masyarakat yang hadir.

Suasana di ruang pemusnahan itu menjadi saksi, bahwa Sumbar sedang berada dalam perang terbuka melawan darurat narkoba. Dengan tegas gubernur menutup pesannya, “Jangan ada yang coba-coba, termasuk ASN. Kalau terbukti, lebih baik siap-siap cari pekerjaan baru.”

Related posts