
MINANGKABAUNEWS.COM,PADANG PANJANG – Komitmen Pemerintah Kota Padang Panjang dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern, transparan, dan responsif kembali dibuktikan melalui terobosan anyar di bidang teknologi informasi. Langkah maju ini ditandai dengan diluncurkannya platform digital terpadu bernama PAPAGO (Padang Panjang Go), sebuah inovasi mutakhir yang dirancang untuk mengintegrasikan beragam informasi serta pelayanan publik ke dalam satu pintu.
Peluncuran resmi aplikasi masterwork hasil rancangan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Padang Panjang ini menjadi momen bersejarah. Aplikasi tersebut diperkenalkan secara anggun kepada publik pada Malam Resepsi Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang berlangsung meriah di Gedung Hoerijah Adam, Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang, Senin (17/8/2026) malam.
Kehadiran PAPAGO menjadi bagian integral dari strategi besar Pemko Padang Panjang untuk memperluas jangkauan transformasi digital di seluruh penjuru kota. Mengusung filosofi utama “satu aplikasi, banyak akses dan kemudahan”, kehadiran platform ini menghapus batasan birokrasi tradisional, sehingga warga tidak perlu lagi membuka atau mengunduh banyak kanal terpisah hanya untuk mendapatkan informasi dan layanan kota.

Masyarakat kini sudah dapat mengunduh aplikasi PAPAGO secara bebas melalui platform digital Google Play Store maupun Apple App Store. Melalui aplikasi ini, publik diberikan akses seluas-luasnya untuk memantau perkembangan informasi pemerintahan, menyalurkan aspirasi, hingga memanfaatkan fitur-fitur pendukung gaya hidup dan pariwisata daerah.
Salah satu fitur paling krusial dan menjadi kebanggaan dalam aplikasi PAPAGO adalah kanal Lapor Warga. Fitur ini memfasilitasi setiap elemen masyarakat untuk menyampaikan aduan, keluhan, maupun ide konstruktif secara langsung dan real-time kepada jajaran pemangku kebijakan di lingkup Pemerintah Kota Padang Panjang.
Setiap laporan yang masuk melalui Lapor Warga akan langsung terpantau oleh petugas piket di Command Center Kota Padang Panjang. Sistem terintegrasi ini menjamin bahwa setiap laporan diproses dengan cepat dan ditindaklanjuti secara akurat oleh dinas atau perangkat daerah terkait sesuai dengan bidang permasalahannya.
Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, dalam sambutannya menekankan bahwa lahirnya PAPAGO merupakan wujud nyata ikhtiar pemerintah dalam memangkas sekat komunikasi antara pejabat publik dan warga yang dilayani. Menurutnya, teknologi harus hadir sebagai sarana penjalin hubungan humanis antara pemerintah dan rakyatnya.
“PAPAGO kita hadirkan bukan sekadar sebagai aplikasi formalitas, melainkan sebagai salah satu upaya nyata untuk mendekatkan pemerintah dengan masyarakat. Pemerintah harus selalu hadir, mendengarkan, serta memberikan respons cepat terhadap apa yang dirasakan dan disampaikan oleh masyarakat,” ungkap Hendri Arnis penuh optimisme.
Tidak hanya fokus pada fungsi aduan dan transparansi pemerintahan, PAPAGO juga memperkaya fiturnya dengan sajian informasi pariwisata yang sangat komprehensif. Pengguna dapat menemukan rekomendasi destinasi wisata unggulan, ragam kuliner khas Minangkabau, hingga agenda kebudayaan menarik yang ada di Padang Panjang.
Menariknya, para pengguna dan wisatawan juga dapat memberikan ulasan langsung berupa penilaian atau rating serta ulasan terhadap tempat-tempat yang mereka kunjungi melalui PAPAGO. Ulasan dari pengguna ini diharapkan dapat menjadi rujukan berharga bagi pengelola destinasi dan pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kualitas standar pelayanannya.
Semangat pengenalan PAPAGO tidak berhenti pada panggung Malam Resepsi Kemerdekaan saja. Keesokan harinya, Selasa (18/8/2026), kemeriahan pesta rakyat pawai alegoris dalam rangka peringatan HUT RI di pusat Kota Padang Panjang menjadi panggung berikutnya untuk lebih memasyarakatkan aplikasi inovatif ini.
Kepala Dinas Kominfo Kota Padang Panjang, Harry Rizka Perdana, S.IP, M.Si, secara langsung memimpin rombongan edukasi untuk memperkenalkan aplikasi PAPAGO di tengah riuh semangat ribuan warga yang memadati jalur parade.
Aksi edukasi lapangan yang dilakukan oleh Harry Rizka Perdana beserta jajaran Dinas Kominfo mendapat antusiasme yang sangat luar biasa dari penonton pawai. Kehadiran jajaran Kominfo di tengah Pawai Alegoris terbukti efektif membangun kesadaran publik mengenai era baru pelayanan digital yang kini sudah resmi beroperasi di Padang Panjang.

Rangkaian sosialisasi dan aktualisasi penggunaan aplikasi PAPAGO terus berlanjut ke tingkatan akar rumput. Pada Rabu (19/8/2026), Wali Kota Hendri Arnis secara resmi mengajak seluruh kader Dasawisma untuk mulai mengadopsi teknologi digital PAPAGO dalam melakukan pendataan keluarga mandiri saat membuka acara Gebyar Dasawisma Kecamatan Padang Panjang Barat di Parkiran Barat Pasar Pusat.
Kegiatan bernuansa pemberdayaan yang berlangsung selama dua hari, yakni 19 hingga 20 Agustus 2026 ini dibuka langsung oleh Wali Kota dengan didampingi Ketua TP-PKK Kota Padang Panjang, Ny. Maria Feronika Hendri, serta jajaran pejabat pemko. Momen ini menjadi pijakan penting pengintegrasian fitur pendataan masyarakat ke dalam ekosistem digital PAPAGO.
Dalam arahan strategisnya, Wali Kota Hendri Arnis menegaskan betapa krusialnya akurasi data berbasis keluarga yang dihimpun dari lapangan. Data yang valid dan akurat merupakan fondasi utama bagi pemerintah daerah dalam merumuskan program dan kebijakan publik yang tepat sasaran demi kesejahteraan masyarakat.
Hendri mengimbau agar para kader Dasawisma yang menjadi garda terdepan tidak memandang proses digitalisasi sebagai sebuah beban yang rumit. Sebaliknya, penggunaan aplikasi PAPAGO harus dipandang sebagai alat bantu modern yang akan membuat pekerjaan pendataan keluarga menjadi lebih efisien, terstruktur, dan rapi.
Senada dengan Wali Kota, Ketua TP-PKK Kota Padang Panjang, Ny. Maria Feronika Hendri, turut memberikan motivasi mendalam kepada para kader. Maria mengimbau agar seluruh kader PKK dan Dasawisma tidak ragu untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital demi meningkatkan efisiensi kinerja Dasawisma di lapangan.
Maria juga mengingatkan bahwa keberadaan gerakan Dasawisma bukan semata-mata wadah perlombaan tahunan, melainkan memiliki peran mendasar dalam memperkuat ketahanan keluarga. Lewat pendataan berbasis digital yang akurat, pengawasan terhadap tumbuh kembang anak sebagai investasi masa depan daerah dapat dilakukan secara lebih optimal.
Sementara itu, Camat Padang Panjang Barat, Romi Ar Rahman, menyampaikan apresiasi mendalam atas antusiasme para kader yang memadati lokasi acara. Romi berharap gelaran Gebyar Dasawisma ini tidak hanya memicu lahirnya inovasi pendataan, tetapi juga mampu memupuk rasa kebersamaan serta menggerakkan roda ekonomi lokal.
Dengan mengusung tema “Bersama Dasawisma, Mewujudkan Keluarga Berkualitas, Mandiri, dan Berprestasi”, Gebyar Dasawisma disemarakkan oleh berbagai perlombaan kreatif. Di antaranya Lomba Ekspose Ketua Dasawisma, Lomba Bermain Peran, Lomba Stand UP2K, hingga Lomba Vlog Kekinian yang melibatkan kreativitas generasi muda.
Atmosfer kemeriahan acara semakin lengkap dengan dilaksanakannya ajang pelestarian warisan resep tradisional melalui Lomba Marandang dan Lomba Nasi Lamang Sarikayo. Kehadiran pameran produk-produk unggulan dari UMKM lokal turut memanjakan para pengunjung yang hadir meramaikan area Pasar Pusat Padang Panjang.
Wali Kota Hendri Arnis kembali menegaskan, Jumat (21/8/2026).
Komitmennya bahwa pengembangan PAPAGO tidak akan berhenti sampai di sini saja. Pemerintah Kota Padang Panjang dipastikan bakal terus menyempurnakan dan memperkaya fitur-fitur PAPAGO sesuai dengan dinamika kebutuhan dan masukan dari masyarakat luas.
“Ke depan kita berharap PAPAGO terus dikembangkan secara berkelanjutan. Tidak hanya sekadar platform informasi, tetapi benar-benar bertransformasi menjadi pintu masuk utama bagi seluruh layanan pemerintahan. Setiap masukan dari masyarakat akan menjadi bahan evaluasi penting dalam pengembangan aplikasi ini,” tutur Hendri menegaskan.
Pemerintah Kota Padang Panjang terus mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengunduh dan memanfaatkan aplikasi PAPAGO secara aktif. Partisipasi aktif dari masyarakat sangat dibutuhkan untuk membangun sistem komunikasi dua arah yang sehat antara pemerintah dan warga, sehingga dinamika permasalahan di lapangan dapat direspon secara cepat.
Melalui keberadaan PAPAGO, posisi masyarakat Padang Panjang kini tidak lagi sekadar menjadi objek atau penerima layanan pasif. Warga diberikan ruang seluas-luasnya untuk ikut mengawasi, menilai, menyampaikan aspirasi, serta berpartisipasi aktif dalam pengawalan kualitas pelayanan publik.
Peluncuran serta berjalannya sosialisasi PAPAGO secara masif ini menandai langkah awal yang sangat kukuh bagi Pemko Padang Panjang dalam membangun ekosistem pelayanan digital yang solid dan terintegrasi. Inovasi yang berkelanjutan ini menjadi bukti nyata bahwa pemanfaatan teknologi di Padang Panjang benar-benar bermuara pada satu tujuan: menghadirkan kemudahan dan manfaat yang nyata bagi seluruh masyarakat. (Edi Fatra).






