SEBLAK… Kuliner Inovatif dari Kota Bandung Jawa Barat

  • Whatsapp

Oleh: Jatmika Aji Santika Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung

MINANGKABAUNEWS.COM, BANDUNG – Kota Bandung dari dulu terkenal dengan sebutan Paris Van Java yang terkenal dengan adanya keindahan panorama alamnya yang sejuk-asri.

Read More

Selain itu, Bandung juga merupakan salah satu destinasi pariwisata alam, fashion, dan kuliner yang sangat dicari diburu untuk dikunjungi oleh para wisatawan yang terpikat oleh keindahan kota alamnya, tata busana yang modis-menarik, serta nuansa cita rasa kuliner yang marak ditemui-ditawarkan-dihidangkan kepada para pendatang.

Tidak terkecuali juga para generasi milenial, generasi z, serta penyuka kuliner kekinian. Salah satu kuliner yang sedang viral dan sangat digemari oleh kalangan generasi muda di perkotaan hingga perdesaan dengan aneka rupa rasa pedas yang menggila super pedas, serta beragam varian pengisinya (topingnya).

Seblak merupakan makanan khas dari Bandung. Makanan ini disajikan dengan mencampur beberapa bahan, seperti mie gelosor, siomay kering, batagor kering. Lalu, diberi bumbu rempah kencur.

Makanan ini menjadi salah satu makanan yang sangat disukai tidak hanya oleh orang Bandung, tetapi juga digemari oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Cita rasa pedas dan gurih yang terdapat dalam makanan seblak serta harganya yang terjangkau, menjadi alasan mengapa makanan atau jajanan ini sangat digandrungi dan tidak pernah sepi peminat. Khususnya dikalangan generasi muda.

Namun, apakah generasi muda sekarang mengetahui asal-usul makanan yang mereka nikmati tersebut?

Sepertinya banyak dari mereka yang belum mengetahuinya. Oleh karena itu, mari kita menelusuri bagaimana asal-usul makanan ini dan perkembangan seblak.

Terdapat informasi yang menyatakan bahwa makanan seblak berasal dari Sumpiuh, Jawa Tengah yang disebabkan memiliki kemiripan dengan krupuk Godog yang sudah dinikmati sejak tahun 1940.

Sumber lain memberikan keterangan bahwa seblak berasal dari Cianjur, kala itu kerupuk dipakai sebagai makanan alternatif bagi masyarakat yang tingkat ekonominya rendah.

Namun, sejarawan kuliner, Fadly Rahman, beropini bahwa klaim tersebut tidak memiliki bukti tertulis. Oleh sebab itu, dapat dipastikan bahwa seblak merupakan karya cipta masyarakat Jawa Barat generasi sekarang.

Ini berasal dari tuturannya bahwa “di buku resep sunda zaman dahulu, tidak terdapat seblak”. Ini membuktikan bahwa seblak merupakan hasil kreativitas generasi zaman sekarang”.

Ia juga menjelaskan bahwa seblak muncul di tahun 1990-an dan terus berkembang dengan beragam inovasi cita rasa dan penyajiannya hingga sekarang.

Seblak dalam situasi dan perjalanan perkulineran mengalami perkembangan dengan berbagai varian. Mie gelosor tidak hanya dicampur dengan Siomay dan Batagor kering, tetapi juga mulai ditambah dengan topping lainnya, seperti tulang, ceker, telor, sayap ayam, bakso, makarano, dan lain-lain.

Kini bahkan ada yang menghadirkan seblak dengan varian rasa baru, yaitu rasa rendang. Hal tersebut dilakukan agar masyarakat tidak jenuh ketika memakan seblak dan menjaga minat masyarakat tetap tinggi apalagi dengan cita rasa super-duper pedasnya hingga kuah-bumbunya sangat merah oleh pedas yang level tinggi.

Related posts