Sekilas Tentang Tramadol, Zat Psikotropika yang Sering Disalahgunakan

Ilistrasi Narkotika

Oleh : Siska Syafri Ananda
Tramadol adalah pengobatan nyeri opiod yang digunakan untuk mengatasi nyeri sedang Jika digunakan oral, obat biasanya akan bekerja dalam satu jam. Obat tramadol juga sering digunakan untuk menghilangkan rasa sakit atau nyeri setelah prosedur operasi. Obat ini bekerja dengan cara memengaruhi reaksi kimia di dalam otak untuk mengurangi sensasi rasa sakit.

Penyalahgunaan tramadol sering terjadi karena berperan untuk meredakan rasa sakit. Obat ini digunakan untuk mengatasi nyeri pada orang dewasa dan anak-anak diatas usia 12 tahun. Tramadol disebut mirip dengan zat endorfin yang ada di otak. Melalui proses tersebut, tramadol memicu mengurangi sensasi rasa sakitt. Tramadol seharusnya digunakan pada saat gejala nyeri mulai muncul dan menganggu.

Penggunaan jangka panjang bisa memicu munculnya efek samping, bahkan bisa membahayakan nyawa. Berlebihan mengkonsumsi obat ini pun bisa memicu terjadinya ketergantungan obat yang pada akhirnya akan mempengaruhi kondisi tubuh secara keseluruhan.

Kasus penyalahgunaan tramadol banyak terjadi pada kalangan mana saja, termasuk dari dunia hiburan. Salah satunya adalah artis berinisial LL (32) yang telah ditangkap polisi dan menetapkannya sebagai tersangka atas penyalahgunaan obat terlarang berjenis tramadol. Pada polisi, LL mengaku sudah mengonsumsi obat tersebut selama 6 bulan belakangan.

Kasus LL terjadi pada tahun 2020. LL terbukti melanggar Pasal 60 ayat 3 Undang-Undang RI Nomor 5 tahun 1997 tentang psikotropika, dan Pasal 127 Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika atas penyalahgunaan ekstasi.

Dalam kasus ini kita bisa mengambil pelajaran bahwa penyalahgunaan obat apapun itu tidak dibenarkan, terlebih lagi mengkonsumsi obat keras tanpa resep dokter dalam jangka waktu yang lama.

Penulis adalah Siska Syafri Ananda Mahasiswi Universitas Perintis Indonesia (UPI) Padang.

Related posts