Sekjen MUI Buka Sosialisasi Penanggulangan Pandemi Covid-19 Berbasis Fatwa MUI di Padang

  • Whatsapp
Mudzakarah MUI
Mudzkarah MUI penanggulangan Covid-19 berbasis fatwa MUi

MINANGKABAUNEWS.COM, PADANG — Satuan Tugas Penanggulangan Pandemi wabah Covid-19 MUI bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana melakukan sosialisasi Penanggulangan Pandemi Covid-19 berbasis fatwa MUI di Hotel Truntum, Rabu, (9/6/2021).

Kegiatan ini dihadiri perwakilan MUI kab/kota, perwakilan ormas, kampus dan mahasiswa.

Read More

Dalam sambutannya, Sekjen MUI, Amirsyah Tambunan mengatakan Peran MUI dalam penanggulangan Covid-19 perlu terus dilakukan.

Katanya, selama dua tahun terakhir, MUI terlibat aktif menanggulangi penyebaran virus Corona bersama komponen bangsa melalui berbagai program, baik langsung maupun tidak. Salah satu keterlibatan nyata MUI selain melakukan aksi-aksi di lapangan adalah penerbitan fatwa-fatwa keagaman sejak awal pandemi yang dijadikan rujukan utama bagi pemerintah dan masyarakat.

Untuk melanjutkan peran-peran sosial MUI tersebut, Satuan Tugas Penanggulangan Pandemi wabah Covid-19 MUI bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana melakukan sosialisasi Penanggulangan Pandemi Covid-19 Berbasis Fatwa di 34 provinsi.

Sekjen MUI Amirsyah mengatakan mudzakarah ini penting bagi para pimpinan dan pengurus MUI bahkan hingga perlu sampai ke daerah

Menurutnya, selama dua tahun terakhir, pandemi covid-19 telah banyak merontokkan tata nilai, tradisi dan tata cara beribadah, sehingga perlu disesuaikan melalui fatwa ulama.

Meskipun demikian, tetap saja ada sebagian masyarakat yang berbeda dalam memahami dan menyikapinya. Oleh karena itu, kegiatan ini menjadi penting agar masyarakat, khususnya pimpinan MUI di daerah dapat secara utuh memahami.

“Pandemi ini harus menjadi pembelajaran buat kita semua. Seluruh pimpinan MUI harus memahami bahwa Covid-19 tidak pandang bulu memakan korban. Kita harus memahami betul betapa menjadi korban Covid-19 itu begitu berat. Selain sakit dan ancaman kematian, juga merasa terkucil, terbuang dari lingkungan sosial, termasuk keluarga, anak dan isterinya. Oleh karena itu MUI yang terdiri dari berbagai organisasi keagamaan berijtihad dalam penanggulangan virus ini demi untuk menyelamatkan umat,” tandasnya.

“Karena itu, penting bisa satu bahasa dalam menghadapi Covid-19 ke depan. Mudah-mudahan dengan sosialisasi ini kita bisa satu suara dalam menyampaikan kepada masyakat kita,” tuturnya.

Ketum MUI Sumbar, Buya Gusrizal memgucapkan terima kasih karena Sumbar dipercaya jadi tuan rumah mudzakarah gerakan nasional penanggulangan pandemi Covid-19 berbasis fatwa MUI.

“Alhamdulillah, provinsi Sumbar mendapat kesempatan sosialiasi penanggulangan pandemi Covid-19 Berbasis Fatwa,” ujar Buya Gusrizal

Mudzakarah ini sebagai upaya BNPB dan mui membantu pemerintah menekan angka penyebaran Covid-19
kegiatan terselenggara mou antara mui dengan BNPB, tuan rumah kegiatan adalah mui sumbar.

Buya Gusrizal menegaskan penyebab penularan Covid-19 bukanlah masjid tetapi kerumunan makanya kerumunan perlu dicegah.

Buya Gusrizal mengharapkan ulama MUI mampu mensosialisasikan fatwa, dan menekan penyebaran covid sembilan di Sumatera Barat.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut Sekjen MUI Amirsyah Tambunan, Ketum MUI Sumbar Buya Gusrizal Gazahar, Aminuddin Yaqub, Armei Arief dan lain-lain.

Beberapa materi yang disampaikan diantaranya fatwa MUI tentang penyelenggaraan ibadah di masa pandemi covid19, penanggulangan dampak pandemi covid-19, implementasi fatwa muamalah di media sosial dalam menghadapi pandemi covid sembilan belas, panduan kesehatan masyarakat dalam menghadapi pandemi covid sembilan belas sesuai sains dan prinsip syariah.

Related posts