Sembilan Nagari di Tanjung Raya Agam Bakal Dijadiakan Sebagai Desa Wisata

  • Whatsapp
Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Agam, Syatria. (Foto/dok istimewa)

MINANGAKABAUNEWS, AGAM — Tingkatkan taraf ekonomi, Pemerintah Kabupaten Agam jadikan sembilan nagari atau desa adat sebagai destinasi wisata di Kecamatan Tanjung Raya.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Agam, Syatria mengatakan, nagari adat yang dijadikan sebagai desa wisata itu bertujuan untik meningkatkan taraf ekonomi masyarakat disana.

Read More

“Menjadikan sembilan nagari sebagai desa wisata merupakan konsep besar pemerintah daerah dalam pengembangan wisata di Kabupatem Agam,” ujarnya, Jum’at, (19/11/2021).

Sembilan nagari itu yakni, Nagari Maninjau, Bayua, Duo Koto, Koto Gadang, Kota Kaciak, Koto Malintang, Sungai Batang, Paninjauan dan Tanjung Sani.

Wilayah Kecamatan Tanjung Raya merupaman satu paket dengan objek wisata Puncak Lawang yang berada di Kecamatan Matur.

Selain itu, bupati Agam pernah menargetkan akan membangun sarana wisata moderen kereta gantung dari Puncak Lawang hingga Salingkar Danau Maninjau.

“Setelah menikmati keindahan dari Puncak Lawang, wisatawan bisa turun ke bawah dengan berbagai objek wisata yang tersedia seperti religi dan sejarah Museum Buya Hamka, Kuliner dan wisata budaya di nagari-nagari setempat,” katanya.

Secara keseluruhan Agam memiliki 21 nagari wisata. Agam punya branding “Agam Pesona Beragam” karena ada keberagaman dari sisi geografisnya, mulai dari laut, danau, gunung, ngarai, dan keanekaragaman kulinernya.

Saat ini sektor pariwisata merupakan salah satu program unggulan. Dalam perencanaan nantinya, akan diciptakannya beberapa destinasi baru seperti taman safari di Kecamatan Canduang, kereta gantung dari Lawang hingga Danau Maninjau, dan masjid apung di Tiku.

Akibat pandemi Covid-19, diakuinya, aktifitas wisata di Agam menurun drastis. Seiring berkurangnya lenyerabaran Covid-19, pihaknya akan kembali meningkatakan kunjungan wisatwan.

Related posts