Sempat Diteliti UIN Yogyakarta, Rumah Tahfidz Lillahi Ta’ala Ciptakan Pendidikan Berkarakter

MINANGKABAUNEWS.COM, BUKITTINGGI – Sempat Diteliti Universitas Islam Negeri Yogyakarta, Rumah Tahfidz Lillahi Ta’ala mampu meningkatkan kecerdasan anak dan selamatkan anak dari pengaruh gadget atau lebih dikenal orang kampung dengan sebutan Hape (Handphone).

Hal ini disampaikan Anggota DPRD Provinsi Sumatra Barat Nofrizon dan juga sekaligus sebagai pendiri Rumah Tahfidz Lillahi Ta’ala seusai acara wisuda Tahfidz yang digelar di Istana Bung Hatta, Bukittinggi kepada awak media, Sabtu (30/7/2022).

Read More

Ia mengungkapkan, pada hari ini, pihaknya mengucapkan kepada pemerintah daerah yang telah memfasilitasi acara Wisuda Tahfidz ini.

“Ini satu-satunya wisuda Tahfidz yang kami selenggarakan di sini. kegiatan wisuda Tahfidz Angkatan III hari tersebut diikuti sebanyak 32 orang santri dan langsung diwisuda oleh wakil gubernur, bupati dan wakil wali kota,” ungkap Nofrizon.

Ia menjelaskan, Rumah Tahfidz Lillahi Ta’ala ini didirikan tiga tahun yang lalu oleh mantan almarhum, Wakil Jaksa Agung Armensyah.

“Alhamdulillah sampai saat ini, kita sudah meluluskan wisuda yang ketiga. Wisuda pertama dengan dengan pak kejati, wisuda kedua dengan ketua DPRD dan wisuda ketiga dengan wakil gubernur,” jelas Nofrizon.

Pendidikan di Rumah Tahfidz Lillahi Ta’ala ini, kata Nofrizon, betul lillahi ta’ala, tanpa pungut biaya. Mulai dari baju, al qur’an gratis semua.

“Guru untuk mengajar Tahfidz pun kita carikan, termasuk pendanaannya juga berasal dari teman-temannya beserta hamba Allah yang peduli generasi penerus bangsa ini,” tutur Nofrizon dengan semangat.

Nofrizon sebut, dirinya prihatin melihat anak-anak sepulang sekolah dia langsung main hape bahkan malampun anak-anak disibukkan dengan hape.

Berangkat dari sebuah konsep, Nofrizon coba panggil guru-guru MDA untuk bikin Tahfidz dirumah orang tuannya di Ujuang Guguak, Nagari Padang Tarok, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat (Sumbar).

“Alhamdulillah, awalnya kita dapat 16 orang, kemudian bertambah menjadi 100 orang santri, dan banyak lagi yang mau bergabung belajar di Rumah Tahfidz Lillahi Ta’ala ini. Namun tenaga pendidik kita saat ini terbatas dengan jumlah sembilan orang,” sebutnya.

Penerimaan santri terpaksa kita batasi dulu, agar para Tahfidz tidak susah stor ayatnya nanti, tambah Nofrizon.

Ia beberkan, dari anak-anak yang ikut Tahfidz ini, biasanya nilai mereka pas-pasan, setelah ikut pendidikan Tahfidz, sekarang nilai mereka di sekolah merata, dan dirumah mereka tidak main hape lagi, bahkan waktu keluar main di sekolahpun kata gurunya, mereka sering pegang Al Qur’an.

“Melalui pembelajaran Tahfidz, nilai anak-anak itu naik drastis, rata-rata mereka peroleh nilai 8,5 keatas,” beber Nofrizon.

Ia mengungkapkan, biasanya santri tersebut, mereka juga diantar orang tuanya siang ke tempat Tahfidz dan sorenya dijemput lagi pulang kerumah.

“Mereka mulai belajar dari 14:30 WIB sampai dengan 18:00 WIB dan mereka tidak kami di asramakan,” ungkap Nofrizon.

Pihaknya berharap kepada orang tua untuk memotivasi anak-anaknya lebih giat lagi belajar Tahfidz, sebagai upaya menyelamatkan si anak dari pengaruh buruk gadget melalui pendidikan berkarakter yang diciptakan.

“Kita membuka jalan saja, sehingga anak-anak tidak main hape dan juga mereka tidak berkeluyuran lagi,” tutup Nofrizon mengakhiri.

Related posts