Senator RI Irman Gusman: Bendera One Piece Cerminkan Keresahan Sosial Generasi Muda

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com,JAKARTA — Fenomena pengibaran bendera bajak laut Jolly Roger dari serial One Piece menjelang HUT ke-80 RI memicu reaksi keras dari pemerintah yang menyebutnya sebagai tindakan provokatif dan merongrong semangat nasionalisme. Namun, Senator DPD RI asal Sumatera Barat, Irman Gusman, menilai peristiwa itu sebagai cerminan ekspresi sosial yang tak bisa dibaca secara hitam-putih.

“Ini bisa dimaknai sebagai bentuk keresahan sosial, terutama dari kalangan muda, terhadap arah kebijakan pemerintah yang dianggap belum berpihak pada kepentingan publik,” ujar Irman kepada media, Selasa (4/8).

Mantan Ketua DPD RI dua periode itu mengingatkan agar pemerintah tak gegabah merespons dengan pendekatan represif. Menurutnya, fenomena budaya pop seperti ini justru harus dibaca sebagai sinyal sosial akan terjadinya ketegangan antara negara dan warganya.

“Daripada menebar ancaman, lebih bijak bila pemerintah mempercepat penyelesaian persoalan mendasar seperti lapangan kerja, daya beli, dan ketimpangan ekonomi,” jelas Irman yang kini duduk di Komite I DPD RI.

Ia menyoroti lesunya sektor konsumsi rumah tangga, ancaman PHK, dan stagnasi fiskal sebagai bukti bahwa kegelisahan masyarakat bersifat struktural. “Krisis kepercayaan terhadap masa depan ekonomi tidak boleh diabaikan,” katanya.

Merespons polemik hukum terkait pengibaran bendera non-negara, Irman menyebut bahwa Jolly Roger adalah simbol budaya populer yang tidak serta-merta bisa dikriminalisasi. “Itu bukan bendera makar. Itu simbol fiksi yang telah menjadi bentuk solidaritas sosial dalam budaya pop kontemporer,” ujarnya.

Namun Irman juga menekankan pentingnya batas etika. Ia menyatakan, jika pengibaran bendera itu disertai ajakan untuk menolak bendera Merah Putih, maka hal tersebut dapat masuk ranah pembinaan hukum. “Perlu dilihat konteks dan niatnya. Jika ada unsur penodaan terhadap lambang negara, tentu harus ditindaklanjuti secara bijak,” tambahnya.

Ia menutup pernyataannya dengan imbauan kepada pemerintah untuk memilih pendekatan dialogis ketimbang represif. “Edukasi publik tentang pentingnya simbol-simbol negara dan penempatannya yang tepat jauh lebih efektif ketimbang pendekatan koersif,” pungkasnya.

Sebagai catatan, Jolly Roger merupakan simbol fiksi dalam serial anime One Piece, yang menggambarkan sekelompok bajak laut idealis yang melawan tirani. Dalam narasi tersebut, kelompok ini justru menjadi simbol perlawanan terhadap kekuasaan yang menindas—narasi yang barangkali relevan dengan sentimen sosial sebagian masyarakat hari ini.

Related posts