Seorang Pria di Jambi Diamankan Aparat TNI Gegara Bentangkan Kain Kafan Sambut Kedatangan Jokowi

  • Whatsapp
Insiden protes harga minyak goreng dilakukan seorang pria ketika menyambut kedatangan Presiden Jokowi di Kota Jambi, Kamis (6/4). (Foto: Ist)

MINANGKABAUNEWS.COM, JAMBI – Seorang pria di Kota Jambi sempat diamankan aparat TNI gegara melakukan aksi menyampaikan aspirasi kepada Presiden Joko Widodo.

Pria itu menyampaikan protesnya ketika RI 1 melakukan kunjungan kerja ke Jambi dengan cara membentangkan kain kafan. Pria itu diketahui bernama Muhammad Usman.

Dia terlihat membentangkan kain, yang kemudian dikonfirmasi sebagai kain kafan, untuk menyampaikan protesnya soal kenaikan harga minyak goreng.

Begitu rombongan Presiden Jokowi melintas, pria pun langsung membentangkan kain di tengah masyarakat yang menantikan kehadirannya di salah satu ruas jalan.

Miris, protesnya ternyata tak bisa dilihat oleh Jokowi. Pasalnya pria itu langsung diamankan oleh sejumlah aparat berseragam TNI setelah terlihat membentangkan kain protes.

Video pengamanan Muhammad Usman ini menjadi viral di media sosial serta sempat menuai beragam komentar warganet. Pria berkacamata itu terlihat tak berhenti berusaha menyuarakan aspirasinya, meskipun ditahan TNI menjauh dari kerumunan.

“Pak Jokowi! Pak Jokowi! Minyak goreng! Minyak goreng!” serunya beberapa kali, seperti dilansir Suara.com –jaringan Minangkabaunews.com, Kamis (7/4).

“Minyak goreng, turunkan!” imbuhnya di tengah hiruk-pikuk masyarakat yang juga berniat menyambut kedatangan Jokowi.

Pria itu bahkan terlihat memberontak saat hendak diamankan TNI, namun upayanya tak menemui hasil karena ditahan oleh sejumlah aparat sekaligus.

Kepada seseorang yang mewawancarainya setelah peristiwa itu, Muhammad Usman mempertanyakan alasan kenaikan harga minyak goreng padahal banyak petani kelapa sawit di Jambi.

“Minyak goreng mahal. Tapi kan di Jambi ini kan petani-petani kita, petani sawit lho, tapi masa minyak gorengnya mahal,” ungkapnya.

Pewawancara lantas menanyai isi spanduk yang dibentangkan Muhammad Usman hingga berujung diamankan pihak berwajib.

“Pak Jokowi tolong turunkan harga minyak goreng,” katanya, menerangkan isi spanduknya. “Cuma itu. Nggak ngerti saya (kenapa kok diamankan).”

Video ini tentu langsung mendapat beragam komentar warganet, yang kebanyakan mengecam aksi pengamanan tersebut. Pasalnya banyak yang menilai Muhammad Usman hanya berniat menyampaikan aspirasinya sebagai masyarakat Indonesia.

Meski begitu, kepada Suara.com, Muhammad Usman mengaku tidak ada kekerasan yang diterimanya dari aparat TNI. “Enggak, mereka hanya memegang badan saya saja sehingga tak bisa bergerak,” tuturnya. (*)

Related posts