MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Momentum peringatan Haul ke-56 Bung Karno di Hotel Axana Padang, Sabtu (27/6), menjadi ajang refleksi mendalam bagi organisasi kepemudaan di Sumbar. Di tengah hiruk-pikuk perbedaan pandangan yang kerap mewarnai pergerakan nasional, Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sumatera Barat, Ade Herdiwansyah, menyampaikan sepuluh pesan kunci yang mengajak seluruh elemen bangsa untuk kembali pada nilai-nilai luhur perjuangan sang Proklamator.
Acara yang digelar DPD PDIP Sumbar ini tidak hanya menjadi seremonial tahunan, tetapi juga panggung bagi generasi muda untuk menegaskan peran strategis mereka.
Ade Herdiwansyah mengawali sambutannya dengan menekankan bahwa peringatan ini adalah bukti nyata kontribusi ruang-ruang perjuangan yang diberikan, terutama bagi kader-kader di Sumatera Barat.
“Posisi yang hari ini sangat luar biasa, ini bukti nyata apa yang dilakukan PDI Perjuangan memberikan kontribusi bagi peradaban bangsa,” ujarnya dengan penuh semangat
Mengawali rangkaian pesan, ia mengajak seluruh hadirin untuk meneladani peran ganda Bung Karno dan Bung Hatta, dua putra terbaik bangsa yang berasal dari pasangan Jawa dan Sumatera Barat. “Tanpa beliau berdua, proklamasi Indonesia tidak akan terjadi,” tegasnya, mengingatkan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.
Dalam orasinya, Ade Herdiwansyah menyoroti ironi yang terjadi di tubuh pergerakan mahasiswa dan organisasi kepemudaan (OKP) saat ini. Ia menyayangkan bahwa semangat perjuangan seringkali terkontaminasi oleh kepentingan di balik layar.
“Apakah benar kita hari ini mengisi kemerdekaan ini dengan baik? Ini adalah pesan penting bagi kita semua, tentu itu juga yang diharapkan oleh Bung Karno. Karena perpecahan ini adalah menghancurkan bangsa kita sendiri,” ucapnya dengan nada kritis.
Lebih lanjut, ia menyentil realitas pahit di kalangan aktivis masa kini yang dianggapnya mulai kehilangan substansi keilmuan. Ia mengkritik pola gerakan yang hanya mengandalkan suara lantang di muka umum, namun melupakan penguatan kapasitas individu.
“Aktivis juga kuliahnya mangkrak, integritasnya juga dipertanyakan. Keilmuannya juga perlu diasah, mungkin mencari literasi hanya sekedar di Google, tapi isi pikiran kita juga perlu diisi dengan ilmu-ilmu, buku bacaan seperti yang dicontohkan oleh Bung Karno,” sindirnya
Sepuluh Poin Peneguhan
Sebagai perwujudan refleksi, Pimpinan Pemuda Wilayah Muhammadiyah Sumbar merumuskan sepuluh poin penting yang diharapkan menjadi panduan bagi seluruh komponen bangsa:
1. Refleksi, Bukan Seremoni: Mengenang jasa Bung Karno sebagai momentum refleksi mendalam, bukan sekadar acara tahunan.
2. Jas Merah: Menegaskan prinsip “Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah” (Jas Merah) sebagai guru terbaik bagi generasi penerus.
3. Penguatan Pancasila: Menekankan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial sebagai dasar negara.
4. Persatuan dalam Keberagaman: Menolak perpecahan, intoleransi, dan politik kebencian dengan menjadikan keberagaman sebagai kekuatan.
5. Peran Strategis Pemuda: Mendorong pemuda menjadi pelopor perubahan dan inovasi menuju Indonesia Emas 2045.
6. Semangat Gotong Royong: Menghidupkan kembali budaya gotong royong sebagai ciri khas bangsa.
7. Kemandirian Ekonomi: Mendorong kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan.
8. Etika Kepemimpinan: Mengutamakan kepentingan rakyat, kejujuran, dan amanah dalam memimpin.
9. Peran Pemuda Muhammadiyah: Menguatkan dakwah dan pencerahan yang moderat dan berkemajuan.
10. Karya Nyata: Mengisi kemerdekaan dengan pengabdian dan kerja nyata.
Menutup sambutannya, Ade Herdiwansyah mengajak seluruh elemen untuk saling menjaga empati dan menghindari gerakan sektarian. Ia mengingatkan sejarah panjang Sumpah Pemuda dan Budi Utomo sebagai fondasi persatuan.
“Saya rasa kita harus refleksikan itu pemikiran kita, sehingga pergerakan kepemudaan dan OKP-OKP di Sumatera Barat ini juga menjadi cerminan untuk Indonesia,” pesannya.
Acara yang juga dihadiri Politisi senior Alex Indra Lukman jajaran pengurus DPD PDIP Sumbar ini diakhiri dengan doa lintas agama untuk almarhum Bung Karno, berharap semangat perjuangannya tetap abadi dan menjadi penerang bagi langkah bangsa menuju masa depan yang lebih baik.






