Serambi Mekkah Bayang Pesisir Selatan

  • Whatsapp

Oleh: M.Akbar

Negeri Aceh pada abad ke 15 M pernah mendapat gelar yang sangat terhormat dari umat Islam Nusantara. Negeri tersebut dijuluki “Serambi Mekkah” sebuah gelar yang bernuansa keagamaan, keimanan, dan ketaqwaan. Mungkin, orang-orang di luar sana hanya tau Serambi Mekkah itu hanya berada di Aceh, tetapi Serambi Mekkah itu juga ada di sebuah desa di kecamatan Bayang Pesisir Selatan, daerah ini juga disebut Serambi Mekkah karena dulunya banyak Ulama-ulama yang mengajar Agama Islam di daerah Bayang tersebut, beliau mendirikan Surau di kampung-kampung dan mengajarkan masyarakat berbagai macam ilmu seperti ilmu agama dan ilmu pengetahuan.

Read More

Surau di Minangkabau sebagai tempat ibadah lebih dikenal sebagai masjid, langgar, dan musholla. Kehidupan surau sebagai tempat pendidikan anak-anak pada saat dahulu mendidik anak laki-laki di surau sebagai tempat bermalam, bermain, mengaji. Seperti itulah gambaran surau yang ada di Minangkabau serta fungsi surau tersebut, yang banyak fungsinya di pergunakan oleh orang Minangkabau tidak hanya mengaji, bermain, bermalam, namun juga di gunakan untuk musyawarah, bersilat dan sebagai sentral ilmu Agama Islam.

Tulisan ini bertujuan untuk memberikan semangat kepada generasi muda di Bayang khususnya Pesisir Selatan Sumatera Barat agar generasi muda tersebut tidak terlalu terpengaruh akan dunia luar, karena banyak generasi muda di zaman sekarang yang bergaul dengan dunia luar yang tidak tau baik buruknya pergaulannya tersebut, dan sehingga generasi muda masa kini dan yang akan datang dapat termotivasi untuk selalu menciptakan persatuan dan kesatuan yang diperjuangkan oleh generasi terdahulu.

Di Bayang nan tujuh seperti tersebut dalam Tambo Bayang tahun 1700 M (seribu tujuh ratus masehi), ada menjelaskan asal muasal penduduk Bayang nan tujuh yaitu dari Kinari dipimpin Dt. Nan Bakupiah Ameh dari Muaro Paneh dipimpin Dt. Nan Bagajabing dari Koto Anao di pimpin Dt. Nan Kiramek lengkap dengan seorang Imam Mangkudum bertempat tinggal di Kapujan lapangannya Kubang Koto Baru maka semenjak itu disebut Kubang Koto Baru Tuo di adat Kapujan Tuo di Syarak Koto Rapak tempat barapek di bawah baringin tigo batang oleh penghulu-penghulu di Bayang Nan Tujuh Karena tujuh Nagari, Kubang, Koto Baru, Kapujan, Kapencong, Koto Berapak, Lubuk Aur, Jambak Bungo Lelan, hingga Pinang Nan Baririk, Pasar Baru Kapak Rembai Bayang nan Tujuh Gurun Panjang di bawah lutuik Lumpo ambon paruik Bayang Nan Tujuh sampai ka ombak nan Badabuih pulau Cingkuak dan pulau Aur Kuaso Bayang Nan Tujuh, adapun Koto Salapan berpusat di Pulut-Pulut itu Nagari tertua di Bayang, segala masalah yang tidak putus di Bayang Nan Tujuh Lapeh ka Koto Nan Salapan lapeh ka Koto Nan tigo Nagari yang tersebut di atas.

Seperti yang di jelaskan dalam Tambo Bayang nan tujuh, bahwa Bayang dahulunya pernah di tempati oleh syekh-syekh yang mensi’arkan Agama Islam di Bayang, maka dari itulah masyarakat Bayang menyebut Bayang itu dengan sebutan Serambi Mekkah, bahkan di setiap-tiap kampung memiliki pemimpin dan pemimpin tersebut memiliki pengetahuan yang luas terhadap Agama Islam, dengan memiliki pengetahuan yang luas tadi maka masyarakatnya tidak akan kacau ataupun terpecah belah karena sudah di pimpin oleh orang yang paham agama.

BAYANG
Bayang merupakan salah satu kecamatan yang terletak di Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatra Barat, Indonesia. Kecamatan ini terletak sekitar 75 km dari kota Padang arah ke selatan, yaitu sesudah kecamatan Koto XI Tarusan dari arah kota Padang menuju kota Painan. Bayang adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat, seolah-olah pintu gerbang atau pintu masuk ke Pesisir Selatan, setelah Koto Sebelas Tarusan.

Tulisan ini bermaksud memberikan semangat kepada pemuda di Bayang ini khusus Pesisir Selatan Sumatra Barat. Untuk mempelajari agama Islam secara mendalam. Mudah-mudahan masyarakat kita menyadari bahwa dahulu daerah kita ini memiliki orang yang beriman bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Bayang di mulai dengan Nagari Pasar Baru dan di akhiri Nagari Koto Baru, dan seterusnya lanjut ke Bayang Utara, dahulunya Bayang ini cuma satu tapi karena penduduk semakin banyak dan kampung semakin luas maka di bagi menjadi dua kecamatan di daerah ini yaitu Bayang dan Bayang Utara. Bayang Utara juga memiliki banyak penduduk dan kampung-kampung di kecamatan itu, dan di kecamatan Bayang Utara tersebut juga menjadi tempat dulunya para syekh-syekh menyebarkan ajaran Agama Islam dan sampai sekarang ini Bayang dan Bayang Utara masih menganut ajaran Agama Islam tetapi tidak seperti dulu lagi karena pada saat ini sudah banyak pengaruh dari luar terutama pada generasi muda, yang mana generasi muda zaman sekarang ini menyibukkan diri dengan sendirinya melalui Android atau Handphone karena generasi sekarang terlalu acuh akan pengaruh buruk yang akan menimpa dirinya sendiri. Disebabkan oleh orang tuanya, karena orang tua terlalu sibuk mencari nafkah untuk anak sampai-sampai lupa akan mendidiknya di rumah, karena guru pertama anak itu adalah orang tuanya di rumah yang harus mengajarkan anak tentang sopan santun, ramah tamah, dan akhlak yang baik kepada orang lain, harga menghargai sesama manusia, karena kita di Minang ini sangat diatur akan adat yaitu menggunakan Kato Nan Ampek ( kata yang empat) : Mandaki (mendaki), Manurun(menurun), Maleriang (Malereng), Mandata (mendatar), dan itu sudah hampir tidak di pakai lagi di Minangkabau ini.

Menurut sejarah yang di kemukakan oleh Khatab, 1999. Nagari Bayang di namakan Bayang Nan Tujuh karena tujuh batang air di Bayang yaitu Bayang Sarik, Bayang Abu, Bayang Nyalo, Bayang Janih, ada pula Bayang Sani, Bayang Bungo, Tujuh jo Batang Bayang. Nama-nama tersebut memang ada di Nagari Bayang bahkan sungainya pun ada sampai saat ini.

Demikianlah riwayat ringkas dari Bayang Nan Tujuh sebagai meyakini turunnya Imam Mangkudum dari koto nan Tigo Kinari Muara Panas Koto Anau yang ditugaskan untuk kepentingan Agama Islam di daerah Minangkabau hanya ada di dengar berita seseorang Ulama yang bernama Abd Rauf di maulebuh Aceh murid Abdul Qasasi di Mekkah.

Ulama-ulama yang menegakkan Agama Islam di Bayang
1. Syekh Muhammad Yatim
Berasal dari Caniago Tengah Kapujan dibawah pimpinan Dt Mangkudum. Beliau mulai belajar Agama Islam dengan Buyung Laman, kemudian melanjutkan pelajaran ke Ulakan dengan Syekh Burhanudin. Setelah beberapa tahun belajar di Ulakan terus melanjutkan pengetahuan ke Mekkah beberapa tahun, beliau pulang mengajar ilmu agama di Kapujan membangun Surau Bauki dengan tukang dari Surian dan Alahan Panjang bertingkat dua sebesar 20 x 9 M, berukir, dan beratap ijuk, dan membangun Masjid bertingkat tiga 18 x 18 M, pada jenjang tingkat pertama tertulis 1860 Masehi. Pada waktu itu mengajar agama cuma duduk berkelompok di kerenakan belum adanya meja dan kursi, dan murid beliau banyak yang berdatangan dari daerah lain.

2. Angku Tantuo / H. Painan
Beliau orang Thariqat sebahagian orang menganggap keramat, beliau beristri di Painan dan menantang penjajahan Belanda waktu Belanda memasukkan Belestengke Bandar Sepuluh, beliau menentang lantas di bawa ke pulau Cingkuk untuk dibuang, lantas Belanda kembali ke Painan, maka beliau telah tiba lebih dahulu dari Belanda, karena itu beliau di masukkan kedalam penjara Painan. Angku Tantuo ini orang yang keramat, beliau juga memiliki ilmu tahan besi dan beliau mengajarkan para lelaki untuk bisa berperang dengan Belanda menggunakan ilmu tahan besi tersebut.

3. H. M. Yamin
Beliau H. M Yamin mendirikan surau bernama Surau Parik Rantang. Di sana beliau mulai mengajarkan Agama Islam, murid yang mula-mula belajar dengan beliau ialah dari Kapujan. Tiga orang pemuda waktu itu bernama Jamin, Colok, Jamik dari Koto Baru, Maala dari Tarusan Si Lubuk, dan dari Balai Selasa, dan empat orang tersebut melanjutkan pelajaran mempelajari Agama Islam dengan ayah Thaha di Limbukan Payakumbuh. Beliau mendirikan surau lagi bernama Surau Sikabu, surau itu tempat orang bersuluk karena beliau menjadi Khalifah suluk banyak orang berdatangan dari daerah kita ini terutama dari Pesisir Selatan.

4. H. Abdul Jalil
Beliau mengajar di Surau Labuh, banyak murid berdatangan, menurut keterangan H. Ilyas Yacub, sebelum berangkat ke Mesir pernah belajar dengan beliau, pernah juga mengajar ke lompo dan bergelar Angku lompo.

5. H. Colok
Beliau mengajar di Surau Bauki, warisan dari Mamak Beliau Syekh Muhammad Yatim. Beliau ahli pengobatan sihir, sijundai, gasing dan sebagainya. Apabila ada orang membuat sijundai atau menggasing beliau turut saja ke tempat itu lalu beliau pegang kepalanya, mau buat lagi, orang-orang itu mintak maaf, mengaku tidak akan berbuat lagi. Begitu hebat beliau bisa dengan cepat tau orang yang berbuat buruk kepadanya, itulah kekuasaan Allah SWT. Yang di berikan kepada hambanya yang taat melaksanakan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya.

6. H. Bustami
H. Bustami ini beliau orang yang pandai berbicara dan bergaul, beliau termasuk orang yang cerdas, orang politik yang mana kecerdasan beliau tersebut di gunakan untuk membela agama Allah SWT. Dengan mengajarkan agama Islam ke masyarakat di Bayang dan dengan kecerdasan beliau naik haji ke Mekkah tanpa membawa uang bisa sampai ke Mekkah dengan menggunakan kecerdasan, kalau sekarang mugkin akan jarang yang ada orang seperti beliau ini yang bisa naik haji tanpa biaya, sekarang saja kalau pengen naik haji daftar dulu dan tunggu bertahun-tahun dulu baru bisa naik haji itu pun membayar uang puluhan juta untuk uang pendaftaran dan apabila ada kemalangan untuk orang yang akan naik haji ini jangan harap uang yang puluhan juta tadi bisa kembali, itulah zaman sekarang yang keras akan peraturan-peraturan yang bisa menindas orang lemah yang tak berdaya, terkadang orang ini begitu susah mengumpulkan uang untuk naik haji dan ketika uang sudah terkumpul malah dari pemerintahnya lagi yang begitu lama akan memberangkatkan orang yang lemah tadi, dan kalau orang-orang memiliki pemikiran seperti H. Bustami ini mungkin untuk naik haji tidak akan sesusah itu.

7. H. Ilyas Yacub
H. Ilyas Yacub, siapa yang tak kenal beliau ini, beliau ini dilibatkan sebagai Pahlawan Nasional Sumatra Barat bahkan sebagai Ulama, wartawan dan politisi, beliau termasuk orang yang terpandang di Indonesia. Beliau ini berasal dari Bayang dan sudah wafat di makamkan di dekat Masjid Raya Almunawwarah Kapelgam Bayang.

Demikianlah Ulama-ulama yang menegakkan Agama Islam di Bayang, sebab itulah orang-orang di Bayang dulu menyebut Bayang itu Serambi Mekkah, karena begitu semangat pemuda-pemuda zaman dulu mengajarkan agama Islam bahkan pada masa penjajah Belanda pemuda-pemuda tersebut tidak gentar hatinya sedikitpun atau tidak akan mundur sedikit pun untuk tetap mengajarkan agama Islam kepada masyarakat di Bayang karena pemuda tersebut tau kalau kita menolong agama Allah pasti Allah SWT akan menolong kita juga bahkan akan dipermudah kehidupannya di dunia maupun di akhirat, jadi janganlah ragu-ragu akan mengajarkan atau menolong agama Allah, karena Allah akan memberikan pertolongan di akhirat kelak bagi hamba-Nya yang mengerjakan perintah dan meninggalkan larangan-Nya maka Allah akan menolong hamba-Nya.

Pemuda Islam akan selalu berjuang untuk menjadikan tantangan sebagai motivasi demi kesejahteraan umat manusia. Dalam beragama mereka tidak memahaminya sebagai ritual belaka, melainkan sebuah kerja, sebuah aksi nyata. Pemuda zaman sekarang yang lemah akan nilai-nilai agama yang akan merusak suatu daerah, pemuda atau generasi muda merupakan tombak dalam suatu negeri yang mana apabila pemuda tersebut taat akan perintah Allah maka damai dan aman sentosalah suatu negeri tersebut, tetapi sebaliknya apabila pemuda tersebut tidak taat dan melanggar larangan Allah maka tunggulah kehancuran pada negeri tersebut.

Masa muda agar memiliki karakter kuat dalam beragama, itu suatu perjuangan yang tidak mudah dan sederhana. Sebab pertentangan yang paling berat dan sulit serta menantang dalam fase kehidupan kita dalam menundukkan masa muda tumbuh beribadah kepada Allah. Itulah sebabnya Rasulullah menyebutkan di antara tujuh golongan yang memperoleh naungan pada saat tiada naungan kecuali naungan dari-Nya pada hari kiamat adalah pemuda yang tumbuh dalam kerangka beribadah kepada Allah Subhanahu Wata’ala.

Untuk itu para generasi muda mari kita tumbuhkan rasa dan semangat beribadah kita kepada Allah SWT. Agar nantinya ketika kita di hari kiamat nanti diberi naungan-Nya dan syafa’at-Nya kepada kita, karena Rasulullah sudah pernah bersabda yaitu seperti sabda rasul di atas tadi, semoga kita semua di beri hidayah-Nya oleh Allah SWT.
Sunguh banyak tantangan dari kaum lama untuk merobah agama, generasi sekarang hanya mempelajari dan mengamalkan saja itupun sangat susah, karena generasi sekarang banyak yang tidak mau belajar atau mempedalam ilmu agamanya dia hanya focus pada ilmu dunia dan lalai akan ilmu akhirat, mungkin di zaman sekarang ini kalau kita hitung-hitung pemuda yang bisa membaca Al-Qur’an atau khususnya remaja mungkin akan jarang yang pandai untuk membaca Al-Qur’an tersebut.

Untuk itu marilah semangat mempelajari ilmu agama agar kita nantinya masuk ke dalam syurgannya Allah SWT. Banyak orang yang ketika ditanya pengen masuk syurga tapi tidak ada mengamalkan perintah Allah terus nanti mau masuk syurga jalur apa?. untuk itu mari gerakan perubahan untuk para pemuda yang hampir kacau akan zaman Globalisasi ini yang mana pemuda menyibukkan diri dengan itu dan tidak acuh akan lingkungan sekitar, semoga kita diberi hidayah-Nya untuk berbuat kebaikan di dunia dan di akhirat.

/*Penulis : Mahasiswa Sastra Minangkabau 2019 Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas.

Related posts