Setdako Martias Wanto: Kondisi CoV19 di Bukittinggi Mulai Melandai

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS, BUKITTINGGI – Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2020 dibuat dulu dalam keadaan kita melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Hal ini disampaikan Sekda Kota Bukittinggi, Martias Wanto di lapangan Wira Braja, Kodim 0304 /Agam (Lapangan Kantin) di saat pelaksanaan Gebyar Vaksin kepada awak media, Selasa (19/10/2021).

Menurutnya setelah Perda Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) ini lahir, lalu terjadi perkembangan- perkembangan, dan terjadi fluktuasi yang cukup tinggi. Sekarang kondisi Covid -19 sudah mulai melandai termasuk di Kota Bukittinggi.

Read More

“Alhamdulillah dari informasi tadi, kita sudah berada pada level dua. Didalam menjalani kehidupan di tengah- tengah pandemi ini, kita tetap saja beradaptasi dengan keadaan baru ini, tentunya tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes) yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun/hand sanitizer, menjaga jarak/menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas/bepergian kecuali untuk keperluan sangat mendesak/urgen,” ujarnya.

Martias Wanto lebih lanjut mengatakan ada beberapa hal barang kali selama ini tidak pernah kita laksanakan, terpaksa kita laksanakan hari ini.

“Seperti bagi masyarakat kita di Bukittinggi, di Sumatra Barat kalau bersalaman ini merupakan hal yang sangat fimiliar, sekarang kita dibatasi untuk bersalaman,” jelasnya.

Ia menambahkan bagi orang Bukittinggi, orang Minangkabau, orang Sumatra Barat, makan basamo merupakan suatu prosesi hal mutlak, sekarang tidak boleh lagi, itu dihindari, Kenapa? karena disesuaikan dengan kehidupan baru sekarang, kemudian setelah keadaan normal kita kembalikan lagi.

“Kebiasaan makan basamo itu mau dihilangkan terus tidak mungkin juga. Tapi sekarang karena masih bergilir kita masih dalam pandemi, untuk sementara kita ikutilah pola yang terbaru saat ini,” pintanya.

Saya melihat cukup mampu juga masyarakat dalam menghadapi kondisi seperti ini. Nah! Sebagaimana yang kita laksanakan hari ini, melaksanakan vaksinasi yang sebanyak -banyaknya kepada masyarakat.

“Kita mengupayakan target 70 persen itu tercapai, untuk membentuk kekebalan Komunal (Herd Imunity) di Kota Bukittinggi ini,” terangnya.

“Dengan demikian kita berharap tertolong kondisi kita yang ada, karena Bukittinggi tidak aman, karena daerah ini tujuan, dia episentrum darimanapun orang datang ke Bukittinggi. Kalau kita tidak bisa mengamankan diri dengan itu, orang akan takut, sehingga kunjungan berkurang, banyak rentetan- rentetannya,” jelas Martias Wanto lebih lanjut.

Sekarang kondisi masyarakat Bukittinggi dan sekitarnya, sudah berada di angka 60 persen divaksin, mungkin sekitar 10 hingga 15 persen lagi target akan tercapai.

Pihaknya sangat berterimakasih kepada jajaran Kepolisian, terutama kepada Bapak Kapolri, Polda, Polres yang tidak henti hentinya setiap hari melaksanakan kegiatan Vaksin ini.

“Ini kita imbangi mulai dari tingkat Kecamatan, Kelurahan, RT/RW sampai di tingkat bawah kita main, Insyaallah Herd Imunity di Kota Bukittinggi akan terbentuk jelang akhir tahun ini,” tutup Martias Wanto mengakhiri.

 

Related posts