Shofwan Karim dan Pengabdian Tanpa Pensiun Hingga Akhir Hayat

  • Whatsapp
Ketua PW Muhammadiyah Sumbar, Buya Shofwan Karim Elhussein (Foto: Dok. Istimewa)

Oleh Buya Dr. Shofwan Karim Elhussein

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.” (QS, 17:23)

Read More

Yold atau Young Old adalah singkatan kata yang saya kutip dari sebuah video TouTube. Artinya adalah orang muda dan sekaligus tua https://youtu.be/qc923i_8HwM

Pada Desember 2013 dan Februari 2015, saya sering bertemu Yold. Pada dua musim winter itu, setelah rapat-rapat ada kunjungan ke lokasi program aksi kepemimpinan pemuda. Ke berapa kota kecil atau komunitas di 4 provinsi. Ontario, Quebec, Nova Scotia dan Prine Edaward Island, Kanada, belahan Timur.

Kanada dengan populasi 35 Juta orang (2015) boleh menjadi contoh fenomena Yold. Jaminan kesehatan yang tinggi. Ekonomi dan kemakmuran yang tinggi. Tingkat indeks kebahagiaan atau happiness index yang tinggi Ditambah melimpahnya imigran ke Kanada. Kini (2021) penduduk Kanada naik tajam menjadi 39.500.000 atau hampir 40 Juta jiwa.

Di kota Halifax, Truro dan Charlottetown saya sering berbincang dengan senior citizen atau para lanjut usia, Yold ini. Di sela review program Youth Leaders In Action (YLIA) Canada World Youth kami berkunjung ke pusat-pusat kerja anak muda dan ke panti jompo.

Menurut statistik 2011 pergeseran demografis Kanada usia di atas 65 tahun meningkat dari 13,7 % tahun 2006 menjadi 14,8 % tahun 2011. Bagaimana Indonesia? Catatan 2021 populasi indonesia lebih 270,2 juta juta jiwa.

Orang Indonesia berusia lanjut di atas 65 tahun per-Februari 2021 adalah 5,95 %. Artinya sekitar 16 juta jiwa. Maka nampaknya, di manapun usia lanjut semakin bertambah terutama di negara G-20 (Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brazil, Britania Raya, RRT, India, Indonesia, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Korea Selatan, Meksiko, Prancis, Rusia, Turki, dan Uni Eropa).

Di Truro, kota bagian tengah Provinsi Nova Scotia, saya agak serius menggali bagaimana para Yold ini menikmati hidup dengan suka cita. Mereka bukan saja ada di tempat keramaian dan rekreasi tetapi banyak pula yang bekerja di pusat pelatihan pemuda.

Di pusat rehabilitasi remaja yang bermasalah. Baik rumah tangga maupun pelanggaran moral dan penyalahgunaan ganja, narkotika dan obat terlarang sampai 2015.

Tahun 2018 pemakaian narkoba sudah legal. Baik untuk medis maupun kesenangan atau rekreasi. Akan tetapi efeknya tidak berkurang atas prilaku seseorang. Di dunia ada 5 negara yang melegalkan ganja dan semacamnya. Belanda, Kanada, Amerika Serikat, Thailand dan Jamaica. Pembimbing oang-orang penyintas narkoba untuk kembali normal, banyak kaum Yold ini.

Selain itu para Yold ini banyak pula yang menjadi guru seni musik, dan lukis. Ada yang menjadi penolong anak-anak sekolah dasar, play grup, kindergarten atau taman kanak-kanak yang akan menyeberang jalan pada zebra cross.

Juga ada yang menjadi pelayan panti asuhan, disablitas (berkebutuhan khusus). Bahkan di panti Jompo untuk orang seusia mereka pun dilayani oleh para Yold itu. Di sini panti jompo (terjemahan bebas) disebut, Nursing Home. Banyak sekali jenis dan macam pekerjaan para Yold ini.

“Mengapa masih tetap bekerja?” tanya saya kepada beberapa di antara mereka. Saya tahu mereka sudah mempunyai jaminan sosial dan jaminan hari tua. Baik untuk pensiunan pemerintah maupun swasta bahkan mereka yang bekerja mandiri, sistem di sini sudah mengatur pensiunan. Atas pertanyaan itu dengan santai kaum Yold ini menjawab.

Pertama, “badan sehat, pikiran normal, dan jiwa pun senang serta bahagia. Dengan bekerja itu, semuanya dapat dipertahankan.” kata mereka dengban sumringah dan dada lapang sambil menyedu secangkir kopi. Di luar hujan salju sedang memberikan pemandangan lain.

Kedua, “ada kenikmatan dan kebahagiaan tersendiri dengan bekerja”, kata mereka. “Terkoneksi dalam relasi yang mumpuni dengan orang lain di komunitas pekerjaan. Rasanya hidup lebih berarti. Secara finansial, untuk hidup sederhana sudah ada jaminan asuransi sosial dan kesehatan . Semua anak-anak dan keluarga sudah punya kehidupan sendiri.” sambung mereka.

Anak-anak mereka bahkan punya rumah sendiri terpisah dengan para Yold tadi. Maka pasangan Yold merasa lebih bermakna hidupnya bila mereka yang sudah menjadi kakek dan nenek itu tererus bekerja di tempat yang sesuai dengan gairah dan talenta masing.

Ketiga, ” di sini (Kanada) ada peraturan umum secara federal dan aturan khusus pada tiap provinsi dan territorial khusus. Kanada mempunyai 10 provinsi dan 3 wilayah khusus tadi. Provinsi British Columbia di sebelah Barat, Alberta, Saskatchewan dan Manitoba di wilayah Prairie. Lalu Ontario dan Quebec, agak ke Timur. Lalu di kawasan pantai dan kepulauan di Timur: New Brunswick, Prinsce Edward Island, Nova Scotia dan New Foundland-Labrador. Kemudian special territory Northwest Territory, Yukon dan Nunavut.

Bagi mereka para pensiunan yang sehat lahiriah-batiniyah dan sanggup berkerja yang kita sebut Yold ini, dibolehkan bekerja paruh waktu dan menjadi relawan . Bidangnya terserah kepada yang bersangkutan dan ketersediaan di pemukiman atau kota dan komunitas domisili mereka.

Bahkan pada provinsi tertentu seperti Nova Scotia di Kota Truro, mereka dihimbau untuk lanjutkan pengabdian 3 kali dalam sepekan.

“Saya sambil yang ini (3 kali sepekan)”, seorang Yold yang menarik grobak mengangkut tumpukan pakaian bekas pakai yang masih bagus untuk dicuci.

“Nanti pakaian ini akan digelar pada open hause, untuk mereka yang memerlukan”, katanya. Dan pada suatu sore saya melihat beberapa orang yang memilihnya. Ketika saya tanya, siapa mereka, mereka jawab, “kami para imigran dari beberapa negara”. Lalu , kami saling melambaikan tangan.

/* Penulis adalah Ketua PW Muhammadiyah Sumbar

Related posts