Sidang Paripurna Ricuh, Inikah Kado Ulang Tahun Kemerdekaan?

  • Whatsapp
Nelsa Handayani ( Foto.Dok. Istimewa)

Oleh: Nelsa Handayani

Tepat di saat Republik Indonesia berulang tahun yang ke tujuh puluh enam, kericuhan terjadi di sidang Dewan Perwakilan Rakyat Daerah di daerahku, Kabupaten Solok, Sumatra Barat. Dimana semua orang sedang merayakan dan ber-euforia menyambut kemerdekaan, pada saat itu pula perseteruan yang mengatasnamakan wakil rakyat itu terjadi dan beredar di media sosial video kericuhan nya. Inikah kado ulang tahunmu tuan dan puan di hari kemerdekaan Indonesia?

Read More

Apa yang harus kulakukan tuan, apa yang harus kukatakan puan, apa yang harus, apa yang harus dan apa yang harus. Harus. Harus. Harus.

Apa yang dulu sudah kau dengungkan di telinga kami, apa yang sudah kau semaikan di benak kami. Tampak sudah sekarang. Tuan dan puan hanya memikirkan kepentingan tuan dan puan. Tuan dan puan masih mengurus kemajuan tuan dan puan, bukan untuk kemajuan kami.

Kami masyarakat butuh kerja yang pasti, butuh program yang terealisasi, butuh perhatian yang serius, karena tuan meminta kami untuk seolah-olah berkata, jadi pejabat itu berat biarkan aku saja.

Lentingan semangat kampanye masih terngiang-ngiang di telingaku. Spanduk mohon dan doa restu masih belum copot dipekaranganku. Wajah tuan dan puan masih basah di situ.

Tuan dan puan tak malukah keluar dari gedung itu setelah ribut-ribut itu. Tak malukah bertemu rakyat yang menontonmu di media sosialnya tuan tampak mengobrak-abrik meja, melempar ini, mencaci itu, bersorak, menunjuk-nunjuk seolah di negeriku hanya sebesar ruang sidang paripurna itu.

Sudahi perselisihan. Bagi saja sama banyak. Usai panjangkan problematika yang ada. Tunjukkan kepada kami tuan bahwa tuan bisa membawa negeri ini menjadi yang lebih baik. Tunjukkan pada kami puan, kami ingin berada dipangkuanmu puan. Dipangku dengan bukti kerja keras memajukan negeriku puan. Kami ingin puan melahirkan gagasan, menjaganya dan membesarkannya.

Delapan belas Agustus tahun dua kosong dua satu. Itulah hari kericuhan kita, hari yang ricuh, hantam ini itu, hari lahirnya memalukan kita. Malu. Sekali memalukan tetap memalukan. Meskipun rakyat yang tak berbuat berdosa.

18 Agustus 2021 Hari Kericuhan kita.

Mau diapakan kabupaten Solok kita, yang jelas tentunya kemajuan dan kemakmuran masyarakat kabupaten Solok ada ditangan tuan dan puan. Yang jelas tentunya kita sama-sama menunggu visi-misi dan janji tuan puan. Jangan lagi membuat kami ragu untuk masa depan negeri ini.

Bukankah kemajuan dan kemakmuran dapat dicapai jika kita bersama dan bersatu. Mohon kepada tuan dan puan untuk meluruskan yang terjadi. Dan mengembalikan harapan kami akan kemajuan dan persatuan negeri ini.

Related posts