SILEK Menjadi Jati Diri Orang Minang

Oleh: Miranti

Silek atau silat Minangkabau merupakan seni olahraga bela diri yang tumbuh dan berkembang di wilayah Minangkabau sejak dahulu kala. Silek bagi anak Minang merupakan jati diri, yang melekat dalam keseharian mereka, terutama bagi kaum lelakinya. Tetapi bukan tabu bagi kaum perempuan, karena banyak perempuan Minang yang menguasai seni bela diri tersebut. Silek Minangkabau bukan seni atau permainan tetapi suatu pengetahuan dan keterampilan yang menjadikan kekayaan lahir batin dalam berinteraksi dengan tuhan, dengan sesama manusia dan dengan alam lingkungan. Silek adalah ilmu mempelajari atau mengenal diri lahir batin.

Read More

Silek sendiri diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat minangkabau. Dengan ciri khasnya masing-masing tiap daerah. Silat Minangkabau juga dapat sebagai sarana hiburan yang dipadukan dengan drama yang dinamakan Randai. Silek Harimau dipeguruan Tunas Saiyo Kabupaten Solok, Nah, Perguruan Tunas Saiyo telah berdiri dari lama, yang bermula dari adanya minat pemuda untuk menekuni dan berlatih silek. Untuk berlatih silat sebelum seorang murid bisa dilatih dan mengikuti proses pendidikan setelah melengkapi sayarat yang disebut dengan maisi adaik ka guru. Berikut beberapa syarat yang harus dipenuhi :

1. Ayam
Ayam digunakan sebagai syarat untuk belajar silek. Ayam diartikan sebagai bentuk keseriusan seorang murid dalam belajar silek, dan menekuni silek didaerahnya. Jika hanya sekedar ingin latihan maka ayam yang akan disembelih tersebut akan terlihat lesuh, namun jika murid ingin serius dalam mempelajari silek tersebut makan ayamnya pun akan bertenaga dan terlihat baik-baik saja.

2. Kain kafan atau kain putih Guna kain kafan untuk syarat berlatih silat ini bermaksud jika kita ingin mengikuti latihan atau untuk mempelajari, mestinya badan dan hati kita harus bersih seperti putihnya kain kafan.

3. Pisau Guna pisau untuk syarat berlatih silek yaitu, digunakan untk menjadi senjata yang akan kita pakai untuk melakukan bela diri, tapi pisau ini tidak sembarangan bisa dipergunakan. Karena, jika kita salah menggunakannya maka salah jugalah fungsinya.

4. Siriah langkok
Sirih ini diibaratkan orangh minang sebagai pambuka kato atau basa-basi. Dalam silek pun terdapat beberapa larangan atau pantangan yaitu : Tidak boleh salah niat Silek awalnya berasal dari surau yang digunkan sebagai mancari kawan secara lahir, dan mencari tuhan secara batin, Tidak boleh melawan ke guru Karena pada dasarnya jika seorang murid melawan atau membangang kepada gurunya maka ilmu yang didapat tidaklah berkah, selanjutnya Tidak boleh mencari lawan seperti kata “musuh pantang dicari basuo pantang diilakan” serta Sesama murid tidak boleh berkelahi karena merupakan keluarga. Silek berguna untuk membela diri dari kejahatan, bukan untuk mencari lawan. Seperti kata pepatah musuh pantang dicari, basuo kok bisa dielakkan, kok ndak bisa pantang diilakkan. Silek di Minangkabau berfungsi sebagai bekal bagi masing-masing diri untuk menjalani kehidupan. Terutama bagi anak laki-laki di Minangkabau, anak laki-laki diwajibkan merantau untuk mendapatkan ilmu dan pembelajaran yang akan membangun dirinya menjadi lebih baik.

Silek inilah sebagai salah satu bekal yang harus dibawanya untuk bertahan hidup di daerah rantau. Selain itu silek juga berfungsi untuk melindungi keluarga dan menjaga harta pusaka

*/ Penulis adalah Mahasiswa Universitas Andalas, Fakultas Ilmu Budaya udaya, Sastra Minangkabau

Related posts