Siplah Toko Ladang, Potensi Usaha Baru Bagi UMKM Limapuluh Kota

Suasana kegiatan digitalisasi UMKM dan Launching Program UMKM Modal Jempol di SMK PP Padang Mangateh, Kamis (25/11). (Foto: Aking/MKN)

MINANGKABAUNEWS.COM, LIMAPULUH KOTA – Di zaman yang serba teknologi saat ini, sebuah potensi usaha baru kiranya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat khususnya para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat.

Yaitu dengan memanfaatkan mal digital yang bernama Siplah Toko Ladang. Platform digital ini diketahui merupakan salah satu mitra Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbud Ristek RI).

Read More

“Toko Ladang adalah mitra Kemendikbud Ristek, yang bisa dimanfaatkan oleh sekolah untuk belanja. Sedangkan produk UMKM, sebagai pemasoknya,” ujar CEO Toko Ladang, Nur Hidayati, dalam kegiatan sosialisasi digitalisasi UMKM dan Launching Program UMKM Modal Jempol di SMK PP Padang Mangateh, Kamis (25/11).

Program sosialisasi tersebut diikuti puluhan pelaku UMKM dan Kepala Sekolah se-Kabupaten Limapuluh Kota. Hadir dalam launching tersebut utusan Kemendikbud, Bupati Limapuluh Kota, Safararuddin Bandaro Rajo, Kadisdik, Indrawati, serta sejumlah pejabat Disdik lainnya.

Nur Hidayati menyebut, keuntungan bagi pelaku UMKM yang bergabung dengan Siplah Toko Ladang adalah pangsa pasar yang jelas. Yaitu sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan Kemendikbud.

“Toko ladang sendiri sebenarnya sudah ada semenjak 2011. Namun selama ini ia hanya tergabung di Siplah. Semenjak 2019 dan pada 2021 ini, merupakan kontrak kedua dengan Kemendikbud,” tuturnya.

Hingga kini sudah ada 15 ribu UMKM di Indonesia yang menjadi mitra toko dan tergabung dalam Toko Ladang. Adapun di Limapuluh Kota tercatat masih sekitar 10 UMKM yang baru menjadi mitra dan tergabung dalam Toko Ladang.

“Jenis yang ada di Toko Ladang juga beragam, mulai dari makanan, minuman, IT, fotokopi, alat tulis dan jasa. Batasan yang bisa bergabung tidak ada selama itu termasuk kedalam kebutuhan sekolah,” sebutnya.

Menurutnya sangat mudah bagi pelaku UMKM di Limapuluh Kota untuk bergabung ke dalam ekosistem Siplah Toko Ladang karena pada registrasi pelaku hanya perlu menyiapkan KTP, NPWP, izin usaha, alamat email dan domisili yang jelas.

Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt Bandaro Rajo mengatakan,digandengnya Siplah Toko Ladang oleh pihaknya merupakan upaya mendukung program pemerintah pusat dalam digitalisasi UMKM.

“Pemerintah Limapuluh Kota menggandeng toko ladang yang merupakan marketplace resmi Kemendikbud Ristek RI, berkolaborasi untuk melakukan pembinaan terhadap UMKM yang ada di Limapuluh Kota,” katanya.

Menurutnya, perkembangan teknologi yang semakin pesat menjadi tantangan terkhusus bagi pelaku UMKM dalam memasarkan produk secara regional dan nasional, yakni dengan menggunakan platform digital yang sudah tersedia saat ini.

“Memanfaatkan teknologi dan perangkat Smartphone dengan modal jempol saja produk UMKM sudah memiliki pasar dan platform digital market yang terus tumbuh dan berkembang. Sekaligus putra putri Kabupaten Limapuluh Kota bisa buka usaha sendiri,” kata Bupati.

Ini juga merupakan upaya Pemerintah Kabupaten dalam menjawab tantangan dan menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat.

Toko Ladang dapat dimanfaatkan oleh pelaku UMKM sesuai Permendikbud no 14 thn 2020 tentang Pedoman Pengadaan Barang dan Jasa oleh satuan pendidikan yang mewajibkan seluruh sekolah belanja kebutuhan secara daring.

“Kami berharap, seluruh pembelanjaan yg dilakukan oleh satuan pendidikan yang ada di Kabupaten Limapuluh Kota bisa menjadi mitra dalam market place Kemendikbud RI. Salah satunya Toko ladang yang hadir dan melakukan pendampingan di daerah,” tutur Safaruddin.

Dia berharap agar seluruh anggaran dana Bos cukup besar tersebut, bisa terserap dan bertransaksi dengan seluruh UMKM yg ada di Limapuluh Kota disamping dapat menambah Pendapatan Asli Daerah. (akg/rn)

Related posts