Sisi Terang Resimen Mahasiswa

Menwa
Ilustrasi (Foto: Dok. Istimewa)

Oleh: Naufal Jihad

Setiap organisasi yang hadir dalam kehidupan kampus, mampu memberikan warna tersendiri bagi setiap mahasiswa. Selain untuk meningkatkan kualitas diri, tentunya banyak manfaat yang didapatkan mahasiswa ketika memasuki salah satu lingkup organisasi. Walaupun banyak yang berpandangan bahwa organisasi itu hanya akan mengganggu urusan perkuliahan kita di kampus, namun hal itu hanya berlaku bagi mereka yang tidak memahami urgensi sebenarnya dari organisasi tersebut. Perlu diperjelas kembali bahwa setiap organisasi yang terbentuk dalam kehidupan kampus, sepenuhnya telah melalui proses administrasi yang jelas dan telah disepakati bersama oleh pihak kampus itu sendiri. Ada juga organisasi kampus yang disepakati dan didukung oleh keputusan bersama menteri. 

Read More

Resimen mahasiswa (Menwa) merupakan organisasi yang telah diakui oleh pihak kampus, pemerintah daerah hingga pemerintah pusat. Sejarahnya cukup panjang ketika kita ingin melihat kembali awal mula terbentuknya organisasi resimen mahasiswa dalam kehidupan kampus. Sebagian besar pandangan awam mahasiswa dalam lingkungan kampus mengatakan bahwa resimen mahasiswa (Menwa) adalah tentara yang ada di kampus. Banyak pandangan lain mengenai menwa sebagai salah satu organisasi di kampus. Umumnya mahasiswa saat ini berpandangan buruk terhadap menwa karena sistem pendidikannya yang dianggap keras dan tidak sesuai dengan perubahan zaman yang kita alami saat ini. penulis dalam hal ini ingin meluruskan kembali bahwa menwa tidak demikian seperti itu, jika ada orang yang mengatakan keburukan mengenai organisasi menwa tentunya orang tersebut tidak mengetahui secara mendalam struktur, fungsi dan tujuan dari organisasi menwa dalam kehidupan kampus. 

Belum lama ini menwa menjadi salah satu sorotan publik karena sebuah berita yang tidak mengenakan datang dari menwa Universitas Sebelas Maret. Karena terdapat korban mahasiswa yang meninggal ketika mengikuti Pra Gladi Patria ke-36 Resimen Mahasiswa (Menwa) Universitas Sebelas Maret pada Minggu, 24 Oktober 2021. Banyak desakan terhadap pihak Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Ristek (Mendikbud Ristek) agar membubarkan unit kegiatan mahasiswa resimen mahasiswa (menwa) dari seluruh perguruan tinggi. Namun terdapat pandangan dari Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf yang mengatakan bahwa pembubaran tidak perlu dilakukan. Lebih lanjut Dede Yusuf mengungkapkan, jika ingin menghalau tikus bukan dengan membakar lumbungnya. Tapi dengan membuka lumbung agar tidak tertutup atau eksklusif dan harus bisa diakses oleh publik. 

Secara nyata, hal tersebut tidak bisa sepenuhnya menyalahkan pihak menwa seluruh Indonesia hanya karena tindakan yang dilakukan oleh menwa UNS. Perlu dilakukan penyelidikan secara bertahap terhadap kasus yang ada di kampus UNS. Karena kendatinya tidak pernah ditemukan kasus serupa yang dialami oleh menwa seluruh Indonesia selama ini. Banyak kemungkinan-kemungkinan yang terjadi, sebab setiap pelaksanaan kegiatan organisasi di kampus telah memiliki standar operasional (SOP) yang jelas dan disepakati oleh pihak kampus sebelumnya. Untuk resiko besar yang dialami oleh mahasiswa UNS tersebut tentunya merupakan hal yang tidak diinginkan oleh pihak kampus maupun menwa UNS itu sendiri. Akan tetapi banyak berita dan giringan opini yang mengakibatkan munculnya pandangan buruk yang beredar di media sosial mengenai organisasi menwa karena kejadian tersebut.

Profesionalisme Bukan Otoritarianisme

Ada sebuah semboyan resimen mahasiswa (Menwa) yang selalu diucapkan dan telah menjadi bagian penting bagi setiap anggota menwa. “Widya Castrena Dharma Siddha” berasal dari bahasa Sansekerta, yang berarti “Penyempurnaan Pengabdian Dengan Ilmu Pengetahuan dan Ilmu Keprajuritan”. Yang dimaksudkan oleh Ilmu Pengetahuan adalah segala macam cabang keilmuan yang didapat saat menjadi mahasiswa. Hal ini dipergunakan untuk menempuh jenjang karier, dengan tidak melupakan tujuan utama melakukan pengabdian pada masyarakat. Sedangkan Ilmu Keprajuritan adalah yang bersangkutan dengan jiwa keperwiraan, kekesatriaan serta kepemimpinan, bukan sekadar keahlian dalam bertempur ataupun  sejenisnya. 

Menwa sebagai salah satu organisasi dalam lingkungan kampus, bukan hanya mengajarkan kita sebagai mahasiswa untuk hidup seperti layaknya prajurit biasa, namun dengan bekal ilmu pengetahuan yang didapatkan. Sehingga apa yang ditanamkan oleh menwa terhadap mahasiswa adalah dengan cara berpikir sebagai seorang perwira, sebagaimana layaknya perwira yang ada pada institusi TNI/POLRI. Banyak manfaat yang kita dapatkan ketika menjadi bagian dari resimen mahasiswa, dengan jenjang pendidikannya yang bertahap, betingkat, dan berkelanjutan. Terdapat berbagai bidang pendidikan yang didapatkan oleh mahasiswa sesuai dengan kemampuannya ketika dilatih, baik itu dari segi kepemimpinan, segi personalia, segi operasi, dan teritorial. Menwa sendiri tentunya dibekali langsung oleh institusi TNI/POLRI, dengan begitu ilmu yang didapatkan oleh mahasiswa tidak jauh berbeda dengan apa yang didapatkan oleh anggota TNI/POLRI. 

Kemudian tidak hanya ilmu-ilmu umum yang didapatkan ketika menjadi anggota menwa, namun sebagai anggota menwa, kita diajarkan untuk selalu menjaga kesatuan dan persatuan. Tidak hanya bagi bangsa dan negara atau bagi kehidupan kampus, namun bagi antar sesama anggota menwa dan masyarakat. Menwa menanamkan nilai-nilai kebersamaan yang sering kita kenal dengan istilah jiwa korsa. Nilai-nilai kebersamaan tersebut sangatlah filosofis karena kebersamaan anggota menwa tidak seperti organisasi lain yang ada dalam kehidupan kampus, akan tetapi lebih daripada itu. Sikap kekeluargaan yang dijalin dalam organisasi menwa sangatlah nyata. Karena bekal yang diberikan menwa terhadap mahasiswa mencakup seluruh aspek kehidupan. 

Sebagai penutup, jika kita menginginkan suatu hal yang besar tentu harus dengan usaha kerja keras yang besar juga. Begitulah resimen mahasiswa sebagai salah satu organisasi di kampus, melahirkan pribadi mahasiswa yang unggul dan tidak sembarangan mahasiswa yang bisa menjadi bagian dari keluarga besar resimen mahasiswa. Ada tahap dan proses yang telah mendapat persetujuan oleh pihak kampus terlebih dahulu. Walaupun banyak pertentangan dan perlawanan terhadap menwa sebagai organisasi kampus yang dianggap keras pendidikannya, tentu hal tersebut hanya dilontarkan oleh mereka yang memiliki jiwa dan mental yang lemah. Atau mereka yang tidak tahu secara mendalam atau sisi positif mengenai serangkaian proses rekrutmen resimen mahasiswa. Jangan menjadi penonton yang hanya mampu mengkritisi, namun cobalah menjadi pemain dan rasakanlah nikmatnya menjadi bagian dari keluarga besar resimen mahasiswa. (*)

/* Penulis adalah Mahasiswa Ilmu Politik Universitas Andalas.

Related posts