Soal Konversi Lembaga Keuangan Syari’ah, Ketum MUI Sumbar: Bukan Ujung Pelangkahan Tapi Awal Perjalanan

  • Whatsapp
Buya Gusrizal
Ketum MUI Sumbar, Buya Gusrizal Dt Palimo Basa (Foto: Dok. Istimewa)

MINANGKABAUNEWS.COM, PADANG — Ketum MUI Sumbar, Buya Gusrizal Dt Palimo Basa mengungkapkan Usaha untuk mendorong kemajuan perbankan syari’ah terus berjalan. Konversi lembaga keuangan syari’ah di Sumatera Barat merupakan implementasi dari semangat mewujudkan “syara’ mangato, adaik mamakai” di bidang perekonomian.

MUI Sumbar akan terus menyokong usaha ini. “Hari ini, BPRS Jam Gadang dan BPRS Sungai Pua secara resmi menerima salinan SK Izin Perubahan Kegiatan Usaha (Konversi) dari BPR konvensional menjadi BPR Syari’ah,” kata Ketum MUI Sumbar, Buya Gusrizal Dt Palimo Basa.

Read More

Buya Gusrizal menjelaskan Suatu proses yang cukup panjang. Semenjak tahun  2019 Pemda Kota Bukittinggi sebagai pemegang saham BPR Jam Gadang dan pemegang saham lainnya, telah bersepakat untuk mengkonversi.
Usaha itu telah berbuah manis hari ini.
Alhamdulillah.

“Begitu pula BPR Sungai Pua, dengan semangat ingin bersyari’ah yang tinggi, pemegang saham juga tidak ragu-ragu untuk berkonversi.
Dua tahun lebih menunggu sambil “nyinyir” berusaha melengkapi persyaratan demi persyaratan.
Akhirnya, alhamdulillah hari ini izin sudah ke tangan”.

“Izin ini bukanlah ujung dari perjalanan tapi awal langkah perjuangan.
Semoga masyarakat Agam dan Bukittinggi, bisa berjuang bersama untuk mewujudkan lembaga keuangan yang benar-benar berjalan secara utuh dalam tuntunan syari’at Islam,” tuturnya.

Semoga kita semua bisa melangkah bersama mewujudkan janji Allah swt:
{يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ} [البقرة : 276]
“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa”. (QS. al-Baqarah 2:276).

Related posts