Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan, Politisi Senayan Nevi Zuairina Bicara Pengaruh Globalilasi dan Kapitalisme

  • Whatsapp
Anggota MPR RI dari daerah pemilihan Sumbar II, Nevi Zuairina, lakukan sosialisasi 4 pilar kebangsaan di Kota Payakumbuh. (Foto: Ist)

MINANGKABAUNEWS.COM, PAYAKUMBUH – Pengaruh globalisasi dan kapitalisme menjadi topik pembahasan anggota MPR RI, Nevi Zuairina, dalam agenda kegiatan sosialisasi empat pilar yang digelar di Restaurant Sultan Kota Payakumbuh, Jumat (5/8) akhir pekan kemarin.

“Sosialisasi berbangsa dan bernegara merupakan tugas kewajiban saya sebagai anggota MPR di daerah pemilihan Sumatera Barat II ini. Alhamdulillah, kali ini bisa saya gelar bersama unsur tokoh masyarakat Kota Payakumbuh,” kata Nevi Zuairina, dalam sambutannya.

Read More

Empat pilar kebangsaan itu, disebutkan Nevi, pertama, Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara, kedua, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai Konstitusi Negara serta Ketetapan MPR.

“Adapun ketiga, adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai Bentuk Negara serta, keempat, Bhinneka Tunggal Ika sebagai Semboyan Negara,” tutur politisi Senayan dari Fraksi PKS itu.

Nevi menegaskan, tantangan globalisasi dan kapitalisme kini menjadi faktor besar yang datang dari luar negara Indonesia. Dalam pemaparannya, Nevi menyebut pengaruh globalisasi kehidupan yang semakin meluas dan persaingan antar bangsa yang semakin tajam.

Hal tersebut juga ditambah, semakin kuatnya intensitas intervensi kekuatan global dalam perumusan kebijakan nasional. Dia mengajak seluruh elemen dapat beradaptasi dalam berselancar pada setiap aktivitas maupun peristiwa.

Nevi juga mengingatkan, jangan sampai negara Indonesia yang sangat besar sumber dayanya, tergilas pada kekuatan global. Pemahaman yang matang terhadap kebangsaan, menurutnya, akan dapat menguatkan pemikiran dan berdampak pada tindakan masyarakat Indonesia.

“Semua tantangan ini akan dapat dilalui dengan cara yang santun dan bijaksana manakala ideologi Bangsa kita ini dipegang teguh oleh rakyatnya,” sebut Nevi di hadapan puluhan peserta yang terdiri dari para tokoh masyarakat se-Kota Payakumbuh.

Tugas berbangsa dan bernegara yang juga biasa disebut sosialisasi empat pilar berbangsa dan bernegara. Dalam sosialisasi kali ini, ia menyebut memfokuskan pembahasan terhadap tantangan Bangsa dilihat dari sisi internal dan eksternal.

Berdasarkan TAP MPR Nomor VI Tahun 2001 tentang Etika Kehidupan Berbangsa, tantangan internal masih terdapat lemahnya penghayatan dan pengamalan agama serta munculnya pemahaman terhadap ajaran agama yang keliru dan sempit.

Termasuk kurangnya perhatian terhadap kepentingan daerah serta timbulnya fanatisme kedaerahan yang juga masih kerap terjadi di sejumlah daerah.

Ditambah lagi kurangnya berkembangnya pemahaman dan penghargaan atas kebhinekaan dan kemajemukan serta minimnya keteladanan dalam sikap dan perilaku sebagian pemimpin dan tokoh bangsa.

“Adapun yang menjadi persoalan besar di negeri ini yang perlu terus diperbaiki adalah peningkatan kualitas penegakan hukum secara optimal,” katanya.

Oleh sebab itu, setiap masyarakat Indonesia mesti memahami betapa berharganya bangsa ini, betapa berharganya negara ini.

“Sehingga tanggung jawab merawat negara menjadi suatu dorongan yang muncul dari dalam diri setiap masyarakat,” tutup Nevi Zuairina. (akg)

Related posts