Spesialis Penggasak Barang Berharga Jemaah Masjid Ditangkap Polisi Payakumbuh

  • Whatsapp
Tersangka DP, 31 tahun, spesialis pencurian barang berharga milik jemaah masjid usai diciduk aparat Satreskrim Polres Payakumbuh, Rabu (23/6). (Foto: Humas Polres Payakumbuh)

MINANGKABAUNEWS.COM, PAYAKUMBUH – Seorang pelaku spesialis pencurian barang berharga milik jemaah masjid berinisial DP (31 tahun), warga Koto Baru Simalanggang, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota ditangkap aparat kepolisian Satreskrim Polres Payakumbuh, Rabu (23/6).

Pria bertato yang berprofesi buruh harian tersebut diciduk polisi setelah diketahui nekat menggasak barang berharga di sejumlah masjid di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota. Teranyar, pelaku diketahui melancarkan aksinya di Kantor Aisyiah di lingkungan Masjid Muhammadiyah Kota Payakumbuh.

Read More

“Tersangka kita amankan di kediamannya setelah melakukan serangkaian penyelidikan. Sebelum ditangkap, tersangka sempat bersembunyi di dalam sumur,” kata Kapolres Payakumbuh, AKBP Alex Prawira melalui Kasat Reskrim, AKP Acno Pelindo, Rabu siang.

Polisi menyebut, aksi pelaku DP sebelumnya terendus berdasarkan laporan korban bernama seorang jemaah masjid bernama, Junaida. Pelaku terakhir kali melakukan aksinya sekitar seminggu yang lalu, tepatnya Rabu (16/6) sekira puul 18.35 WIB.

Tersangka seorang diri sempat membobol Kantor Aisyiah Masjid Muhammadiyah yang terletak di Kelurahan Kapalo Koto Dibalai, Kecamatan Payakumbuh Utara. Begitu menerima laporan, polisi bergerak menyelidiki pelaku pencurian.

Berbekal informasi warga, polisi behasil mengindikasi siapa pelaku pembobol masjid sehingga DP ditangkap di kediamannya. “Di Masjid Muhammadiyah, tersangka mengakui telah membawa kabur dua unit telepon genggam dan uang senilai Rp1,7 juta milik korban,” sebut AKP Acno Pelindo.

Pelaku diketahui melakukan aksinya pada saat korban melaksanakan salat Maghrib dan korban meletakkan tas tersebut di dalam lemari. Begitu korban lengah, tersangka DP pun menjalankan aksinya dengan cara membobol kantor masjid.

“Selain di Masjid Muhammadiyah, dalam diinterogasi pelaku mengaku juga pernah beraksi di sejumlah masjid di wilayah Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota,” tambah Kasat Reskrim.

Masjid yang pernah dibobol pelaku, diantaranya Masjid Muslimin Labuah Baru. Disana, tersangka suskses membawa kabur 1 unit telepon genggam beserta uang tunai sebesar Rp7 juta.

Selanjutnya, Masjid Istiqamah di wilayah Koto Nan Ampek, Payakumbuh Barat dan mendapatkan 1 unit telepon genggam. Selanjutnya, Masjid Nurul Islam Sungai Beringin, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota, dimana pelaku berhasil mendapatkan 1 unit telepon genggam.

“Ketika diamankan, kita mendapati barang bukti di rumah tersangka sebanyak 2 unit telepon genggam. Kita mengimbau kepada masyarakat, terutama jemaah masjid agar terus waspada, terhadap kemungkinan aksi kejahatan ketika sedang berada di masjid,” tutup AKP Acno Pelindo. (akg)

Related posts