Stop Overthinking! Self Love itu Lebih Penting

  • Whatsapp
Overthinking!
Ilustrasi (Foto: Dok. Istimewa)

Oleh: Zev Hanna Fauziah
Apakah kamu bagian dari orang yang pernah atau sering Overthinking? Mungkin saja kamu pernah atau keseringan merasakan overthinking secara tidak sadar ataupun dengan penuh kesadaran. Hal ini, bisa saja terjadi di diri kamu saat lagi sendiri, banyak pikiran, ataupun saat pikiran kamu tidak tenang. Sehingga cukup sulit mengatasi, ketika kamu sudah di situasi Overthinking ini.

Biasanya, orang yang overthinking ini sering disebut overthinker. Overthinker merupakan seseorang yang memanfaatkan banyak waktu, namun hanya memikirkan suatu hal yang berlebihan, merugikan, atau tidak berguna, bisa berupa khawatir dan ruminasi (terlalu memikirkan suatu hal yang telah dilewati).

Read More

Dikutip dari Khansa (2021) dalam artikel Universitas Gadjah Mada, ternyata overthinking ini bisa dikatakan sebagai psychological disorder (Gangguan Psikologis), hal ini karena dapat membuat penderita merasakan kecemasan (Anxiety). Selain itu, overthinking disebut juga paralysys analysys, artinya seseorang yang sering memikirkan suatu permasalahan, namun tidak dapat menemukan solusi dari permasalahan tersebut.

Sangat jelas bukan dari penjelasan diatas, bahwa overthinking ini bisa saja menjadi kebiasaan buruk bagi diri sendiri, apalagi situasi seperti ini dibiarkan saja tanpa bertindak untuk lebih baik. Ketika seseorang merasakan Overthinking hal yang akan sering dialami yaitu susah untuk istirahat dengan tenang, bawaannya ngeluh melulu. Nah, akibatnya bisa mengganggu kegiatan kita pada esok hari atau pada saat itu juga, bukan?!

Orang yang suka overthinking, biasanya banyak suatu hal yang terpikirkan olehnya. Seperti, “Apa dia cuek karena dibelakang aku ia selingkuh?”, “Aduh, kalau aku terkena covid, apa aku bisa mati, kejang-kejang, atau dijauhi teman”, bisa juga dengan “Aku tadi berbuat apa saja ya di depan teman-teman? Apa aku ada salah omongan?”. Nah, hal seperti ini bukan kalangan remaja saja yang merasakan, tetapi situasi ini juga bisa dirasakan oleh semua kalangan.

Selain itu, ada juga nih, ketika seseorang mengalami overthinking ini dapat ditandai dengan ciri-ciri umum seperti, Sering merenung saat waktu senggang dengan bermacam-macam yang ada dipikiran atau sering merenungkan hal-hal yang sama tiap waktunya. Bingung ketika diberi pilihan untuk membuat sebuah keputusan, baik keputusan penting bagi diri sendiri ataupun keputusan kecil, karena terlalu keras dan sering memikirkan suatu hal yang berlebihan. Sering badmood/mood sering berubah-ubah ‘bawaannya marah dan ingin makan orang aja’, sehingga membuat orang sekitar kita menjadi kurang peduli, dan malas menanggapinya. Nah, ciri-ciri yang mungkin sering terjadi ketika seseorang overthinking yaitu lebih sering menyalahkan diri sendiri, apalagi saat mengambil keputusan yang tidak tepat.

Overthinking, bukan masalah sepele untuk dibiarkan, jika terjadi dengan terus menerus bentuk seperti diatas bisa saja mempengaruhi interaksi sosial seseorang yang menjadi berkurang, sangat khawatir dengan masa depan sehingga takut melangkah lebih maju karena tidak mengapresisasi diri sendiri dengan pencapaian yang telah di laksanakan, sulit percaya dengan penilaian diri sendiri (contohnya, ketika kamu foto full body untuk post di akun media sosial, saat itu kamu tidak percaya dengan penilaian kamu sendiri terhadap foto itu padahal foto kamu sudah pas, sehingga kamu butuh untuk menanyakan kepada orang lain bagaimana penilaian tentang foto itu), kebiasaan mental yang bisa membahayakan diri sendiri, dampak yang sering dirasakan overthinker yaitu sangat sulit untuk tidur walaupun di paksakan karena otak terus berpikir dengan asumsi yang negatif, dan sering kelelahan ataupun stress karena selalu berpikiran yang berlebihan maupun hal itu tidak pantas untuk dipikirkan.

Yaps, maka dari itu penting diterapkan yang namanya self love. Self love itu bisa menjadi sebuah solusi, ketika kamu merasakan overthinking. self love adalah ketika kamu bisa menghargai dirimu sendiri, bisa mencintai diri sendiri, ataupun dapat bersyukur apa yang sudah kita punya dan kita capai.

“Bagaimana caranya menghilangkan overthinking dengan self love?”, mungkin hal ini cukup sulit dilakukan oleh seseorang yang sering berpikir secara berlebihan (Overthinker). Namun, harus bisa dapat mengatasinya atau menguranginya agar tidak berdampak kepada diri sendiri, dan lingkungan. Berikut cara meminimalisir/menghilangkan overthinking dengan mencintai diri sendiri (Self Love).

Pertama, bentuk self love bisa dilakukan dengan mengenal diri sendiri atau peka terhadap diri sendiri. Seperti, saat seseorang dapat mengatasi masalah yang ada di dirinya (ex: overthinking) ia sudah tahu bagaimana cara mengatasi dirinya, bisa dengan menonton drakor, mendengarkan lagu, dan melakukan hal yang disenangi. Kedua, Self care (Merawat Diri) bentuk ini termasuk bagian dari self love agar dapat memotivasi diri guna mengatasi overthinking.

Hal ini bisa dilakukan dengan tidur secara teratur, bermeditasi, dan membatasi apa yang perlu dipikirkan dan tidak dipikirkan, tujuannya agar tidak stress ataupun tidak membuat badan lelah. Ketiga, melakukan self esteem (Kepercayaan Diri), hal ini merupakan evaluasi terhadap diri sendiri. Bentuk ini bisa mengatasi agat tidak timbulnya overthinking. Bisa dilakukan dengan tidak membandingkan-bandingkan diri kita dengan orang lain, berbuat baik dengan sesama, dan tidak berpikir aneh-aneh tentang diri sendiri.

Nah, sekarang kamu sudah tahu kan ruginya jika kita sudah dalam keadaan overthinking. Solusi yang dapat kamu lakukan yaitu dengan self love, jadi mulai dari sekarang yuk kita sama-sama memulai untuk mencintai diri kita dan bersyukur atas apa yang kita miliki. Memikirkan sesuatu dengan sewajarnya saja, jangan sampai merugikan dan menyakiti diri sendiri.

/* Penulis adalah Mahasiswi Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Universitas Andalas.

Related posts