Sukses Taklukkan Pancasona Abadi FC, Gasliko Opimis ke Liga-3 Zona Sumatera Barat

Tim pesepakbola Gasliko FC saat akan bertanding di lapangan hijau Balai Rupih, Minggu kemarin. (Foto: Aking Romi Yunanda)

MINANGKABAUNEWS.COM, LIMAPULUH KOTA – Mendapat kehormatan dikunjungi salah satu tim kuat dari Kabupaten Siak, Provinsi Riau, yakni Pancasona Abadi FC, Gasliko Limapuluh Kota selenggarakan Friendly Match di lapangan Balai Rupih, Kecamatan Payakumbuh, akhir pekan kemarin.

Menurut laporan pengurus Askab PSSI Limapuluh Kota yang diterima media ini Selasa (05/10), jalannya laga berlangsung seru, Pancasona Abadi Fc yang diperkuat beberapa pemain eks PPLP Padang dan juga striker haus gol Pra PON Sumbar serta pemain yang berasal dari Papua menampilkan permainan cantik dengan passing-passing pendek dan kontrol bola yang memukau.

Read More

Akan tetapi, anak-anak Gasliko asuhan Coach Hudra juga tampil percaya diri. Terbukti baru 5 menit laga berjalan sang elcapitano Gasliko, Putra, berhasil menjebol gawang Pancasona. Sempat terkejut dengan gol cepat anak-anak Gasliko, Pancasona mencoba kembali mengendalikan permainan.

Bermain cepat dan pasing pendek membuat lini pertahanan Gasliko yang dikomandoi Bobi mendapat beberapa kali tekanan. Akan tetapi kedisiplinan lini belakang ditambah skill kiper Gasliko “Yuzi” membuat tim lawan sedikit frustasi menembus benteng pertahanan Gasliko.

Malahan melalui serangan balik cepat dari lini tengah Gasliko yang dimotori Afdalil, Febri, dan Putra berhasil memberikan umpan akurat kepada trio penyerang Pogit, Dandi, dan Alga yang diselesaikan oleh Pogit dengan begitu cantik pada menit 16. Skor 2-0 untuk Gasliko.

Tidak puas dengan hanya dua gol, Gasliko semakin tampil menggila. Melalui setpiece bola mati dari lini kedua, Fadli, berhasil mencocor bola liar dengan akurat ke gawang Pancasona.

Kemudian Putra juga menambah keunggulan lewan bola plesing akurat yang menjadi ciri khas eks pemain Semen Padang U-21 ini. Skor 4-0 Gasliko unggul dibabak pertama.

Di babak kedua, Coach Hudra mencoba mengganti pemain, menarik Apiz yang digantikan Beni dan juga Adam yang masuk menggantikan Pogit. Tidak ketinggalan dengan Pancasona yang juga merotasi beberapa pemainnya.

Tertinggal 4-0 membuat para pemain Siak di babak kedua menekan habis pertahanan Gasliko. Beberapa kali Yuzi harus bekerja keras menepis tendangan-tendangan anak-anak Pancasona.

Namun Gasliko tentu tidak tinggal diam, melalui serangan cepat dari sisi kanan oleh spesialisasi crossing “Beni” beberapa kali berhasil merepotkan lini pertahanan Pancasona.

Bahkan dari sisi kiri, “Kusuik” berhasil memberikan umpan terobosan akurat kepada Dandi yang langsung berhadapan dengan kiper, tapi Dandi dijatuhkan dalam kotak 12, pinalti untuk Gasliko.

Namun sayang, eksekusi dari Afdhalil masih bisa ditepis oleh kiper Pancasona. Jual beli serangan kembali terjadi, rotasi pemain pun juga dilakukan oleh masing-masing pelatih.

Gasliko memasukkan Yazif, Asadi, dan isan untuk menyeimbangkan lini tengah dan depan. Sedangkan Pancasona menambah lini serang.

Pada menit 85 akhirnya Pancasona berhasil menyarangkan gol cantik melalui tendangan dari luar kotak penalti melalui pemain andalannya Jordi yang merupakan eks striker Pra-PON Sumbar.

Hingga pluit akhir berbunyi, kedudukan berakhir dengan skor 4-1 untuk kemenangan Gasliko. Pemerhati sepakbola Limapuluh Kota, menilai bahwa materi yang dimiliki Gasliko adalah materi yang luar biasa.

Sejumlah pengamat sepakbola Limapuluh Kota berpendapat, Gasliko kini diisi oleh pemain berpengalaman yang dikombinasikan dengan pemain muda penuh talenta. Akan tetapi fisik pemain menjadi PR besar bagi pelatih dalam waktu yang singkat ini.

“Dapat kita lihat dibabak kedua anak-anak Gasliko fisiknya sudah sangat drop hingga harus mendapat tekanan dari Pancasona. Untung ini masih ujicoba, dan bisa dilakukan rotasi dengan jumlah pemain tidak terbatas,” sebut seorang pemerhati sepakbola Limapuluh Kota.

Kalau Liga resmi tentu akan berbeda. Kemudian, beberapa lini pun masih menjadi catatan. Seperti lini belakang yang masih bisa dilewati beberapa kali. Absennya ismail Hadi, Yuda, Zikri, dan afwan illahi membuat coach Hudra harus berpikir cepat untuk mengantisipasi.

Komunikasi lini tengah gabungan pemain senior dan junior dibabak kedua juga berjalan kurang efektif. “Akan tetapi secara keseluruhan, Gasliko pasti akan sangat diperhitungkan di liga 3 Sumbar musim ini,” ujarnya.

Coach Hudra selaku pelatih kepala Gasliko juga mengakui fisik menjadi PR utama anak-anak asuhnya. Akan tetapi dia optimis para pemain bisa mengambalikan fisik secepat mungkin, apalagi Gasliko juga punya pelatih fisik, coach Junovriwan.

“Kita tim pelatih akan berusaha maksimal dalam waktu cepat menggenjot fisik anak-anak,” ujar Hudra.

Acara Friendly Match ini juga ditutup dengan penyerahan secara simbolis baju latihan untuk tim Gasliko U-17 dan U-15 dari Presiden Gasliko, Rizki Kurniawan Nakasri.

Hal ini adalah bentuk motivasi Bapak Presiden Gasliko kepada para pemain terbaik Limapuluh Kota yang membela Limapuluh Kota dengan nama Gasliko.

“Kita juga berharap adanya motivasi lain dari para pecinta Sepakbola Limapuluh Kota serta masyarakat minimal dengan memberi dukungan hingga Gasliko bisa kembali berprestasi seperti dulu lagi,” ujar Taufik, sekjen Gasliko Limapuluh Kota. (akg)

Related posts