MINANGKABAUNEWS.com, JAKARTA – Momen mengejutkan terjadi di Jakarta, Kamis kemarin. Dalam Rapat Koordinasi Nasional Paskibraka 2026, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi mengumumkan hasil tes yang mencengangkan: Sumatera Barat keluar sebagai juara!
Provinsi yang dikenal dengan filosofi “adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah” ini berhasil mengalahkan puluhan provinsi lainnya dengan skor 80,41. Angka ini cukup untuk meninggalkan Jawa Timur di posisi kedua dengan skor 79,38, dan Bali yang harus puas di peringkat ketiga dengan 79,17.
“Sumatera Barat meraih nilai tertinggi dari seluruh provinsi di Indonesia untuk tahun 2025,” kata Yudian di hadapan para gubernur, bupati, dan walikota se-Indonesia.
Pengakuan tersebut langsung disambut antusias oleh Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, yang kebetulan hadir dalam acara itu. Dengan rendah hati, dia menyebut pencapaian ini bukan hasil kerja satu pihak saja.
“Ini buah dari sinergi dan konsistensi,” ungkap Mahyeldi. Menurutnya, keberhasilan ini lahir dari kolaborasi solid antara pemerintah daerah, Badan Kesbangpol, hingga partisipasi aktif masyarakat.
Yang menarik, Mahyeldi justru menghubungkan capaian ini dengan kearifan lokal Minangkabau. Baginya, nilai-nilai Pancasila sebenarnya sudah mengakar kuat dalam tradisi dan budaya masyarakat setempat.
“Kita hanya berikhtiar agar nilai-nilai luhur tersebut terus dirawat dan diperkuat, terutama bagi generasi muda,” jelasnya.
Selain Sumbar, Jawa Timur, dan Bali, tujuh provinsi lain yang masuk sepuluh besar adalah Kalimantan Utara (77,75), Sulawesi Barat (76,19), Kalimantan Timur (75,67), Lampung (73,18), Sulawesi Tengah (72,91), Riau (72,60), dan Sulawesi Selatan (71,96).
Kepala BPIP berharap capaian para provinsi terbaik ini bisa menginspirasi daerah lain. Yang terpenting, nilai-nilai Pancasila tidak hanya tersimpan di atas kertas, tetapi benar-benar hidup dalam keseharian masyarakat.
Bagi Mahyeldi sendiri, prestasi ini baru permulaan. Dia optimis dengan komitmen bersama yang kuat, Pancasila akan tetap menjadi kompas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di tengah berbagai tantangan zaman.






